Langkah Kuda Indah Dhamayanti Putri

Tidak mudah menjadi seorang politisi. Apalagi di era demokrasi liberal dan berbiaya mahal seperti Indonesia ini. Membangun citra dengan memobilisasi massa dengan jumlah besar bukanlah sesuatu yang dapat menjamin kesuksesan seorang politisi untuk meraup suara terbanyak di Pemilu. Pun, dengan cara-cara yang jamak dipakai politisi sebagai kartu pamungkas: Politik Uang. Semuanya, hanyalah faktor-faktor pendukung, bukan inti dari proses politik yang panjang.

Hal ini memang dialami oleh beberapa politisi lokal di Indonesia. Proses politik yang mereka lakoni masing-masing berbeda. Namun, kesuksesan seorang politisi memang hanya diukur -untuk tidak menyebutnya satu-satunya – ialah kemenangan dalam kontestasi Pemilu. Kemenangan inilah yang menjadi bukti bahwa politisi yang bersangkutan sukses atau akan terlempar menjadi pariah politik.

Seperti bidak catur, politisi punya jalannya masing-masing. Ada yang lurus, silang, atau bebas jalur. Ada yang menjaga area pertahanan sendiri, ada yang mengacak-acak lini pertahanan lawan, dan tentu saja gerak-gerak kecil yang konsisten dari loyalis yang akan menjaga citra dan asa kemenangan. Dari sinilah, kita dapat menjelaskan posisi politik yang diambil oleh seorang Indah Dhamayanti Putri. Politisi perempuan yang selalu ramah dengan gaya komunikasi diplomatis yang mencerminkan pengalamannya melayani rakyat.

Pidatonya biasa saja, tidak meledak-ledak untuk membangkitkan semangat rakyat. Bukan. Tapi dengan keramahannya, ia membangkitkan simpati. Dan itu strategi. Hal biasa dalam komunikasi politik. Hal inilah yang menjadi distingsi antara Indah Dhamayanti Putri dengan politisi sebaya di Nusa Tenggara Barat. Hal yang hanya dimiliki oleh Indah Dhamayanti Putri dengan pengalaman memimpin Kabupaten Bima selama dua periode.

Bercermin ke Belakang

Jika Fachry Ali mengatakan politisi perempuan Megawati Soekarnoputri sebagai perempuan terkuat di dunia, ini adalah penilaian yang wajar bagaimana seorang politisi perempuan menghadapi gelombang perterungan politik yang sengit di tingkat nasional dan dunia. Hal yang sama juga diungkap oleh Muhidin M. Dahlan yang mengakui bahwa Megawati Soekarnoputri sebagai politisi yang lahir dari badai menjadi gambaran bagaimana  susahnya menjadi seorang politisi perempuan di negeri ini.

Baca Juga  Untuk Umbu Landu Paranggi

Namun, menurut saya, Indah Dhamayanti Putri ialah politisi dengan langkah kuda. Politisi yang lahir untuk mengembalikan kuasa yang ditinggalkan oleh mendiang suaminya. Dan itu jelas tidak mudah. Menjadi politisi perempuan sekaligus yang termuda di tengah dominasi laki-laki saat itu di Nusa Tenggara Barat. Lebih jauh, Indah Dhamayanti Putri, berhasil mengelola modal sosial dan politik yang sudah dibangun sejak lama menjadi kemenangan bagi dirinya.

Nah, dengan strategi langkah kuda yang dimilikinya, ia tampil untuk mengacak pertahanan lawan dan memberi perbedaan dalam situasi politik yang pelik saat pertama kali ia memenangi Pilkada Kabupaten Bima 2015 lalu. Di sinilah ujian pertama bagi seorang Indah Dhamayanti Putri dimulai sebagai politisi perempuan yang independen. Dan ia keluar sebagai pemenang. Pemenang yang sesungguhnya dengan menghadapi enam laki-laki dalam pertarungan yang sama.

Di sisi lain, dalam Pilkada berikutnya, di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang ganas. Ia kembali, dengan kemenangan lagi, dan lagi. Rentetan kemenangan tersebut, bukanlah buah yang muda dipetik. Melainkan hasil usaha dan konsolidasi yang telah dilakukan jauh sebelumnya. Konsistensi sikap dengan jargon “Bima RAMAH” jelas menjadi salah satu faktor pendukung yang tidak bisa dinafikkan dalam perjalanan politiknya.

Walaupun banyak kritik dari masyarakat terkait dinasti politik dan nepotisme, ia hanya merespons santai sembari menjawab dengan diplomatis setiap kritik yang dialamatkan pada dirinya, khas seorang politisi. Jelas, orkestrasi kritik dan tudingan tersebut tidaklah berlangsung lama, meskipun juga tidak bisa dianggap sepele sebagai suara rakyat.

Bercermin ke Depan

Langah politik Indah Dhamayanti Putri menjadi menarik ketika ia maju dalam kontestasi Pilkada Gubernur NTB 2024 lalu. Dan sekali lagi inilah ujian pada Marwah politik Indah Dhamayanti Putri untuk melangkah lebih jauh dan mengacak-acak pertahanan lawan politik. Dan itulah yang dilakukannya dengan sangat baik dalam mendampingi Lalu Muhammad Iqbal sebagai Calon Gubernur-nya.

Baca Juga  Perpustakaan Kalikuma, Edu-Ekowisata dan Jihad Literasi

Langkah kuda yang dilakukan Indah Dhamayanti Putri kembali membuktikan bahwa langkah “L” yang membelah Sape sampai Ampenan berhasil untuk dibangun kesepahaman, Pengalaman sebagai pemimpin masyarakat Bima dalam dua periode secara keseluruhan itu diakumulasi sebagai suara oleh pasangan ini.

Cermin Indah Dhamayanti Putri ke depan, memang masih sangat cerah dan terbuka lebar. Cermin yang selalu terbuka untuk politisi-politisi yang berani mengambil risiko politik. Entah Indah Dhamayanti Putri akan melangkah lebih jauh dari hari ini, atau kembali menegosiasikan kepentingan dengan politisi-politisi lain untuk mewarnai kontestasi Pilkada di Nusa Tenggara Barat.

Namun, saya selalu berpandangan bahwa politisi-politisi yang memiliki distingsi, konsistensi sikap, persistensi dalam tindakan selalu menemukan simpul-simpul baru untuk menegosiasikan kepentingan ke depan dan lebih mungkin diterima dalam kalangan elite agar niat sebagai politisi dengan derap dan ringkihan kaki kuda yang menggema itu dapat lebih muda untuk diraih. Dan itu selalu ditunggu.[]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *