Ilyas Yasin

Akademisi, mantan wartawan kampus, dan pengagum Gandhi, "Plain Living High Thinking".

Pergulatan Batin Seorang Mahasiswa

Dalam  perspektif pendidikan kemiskinan ekonomi yang dialami seseorang, sebagaimana halnya kemapanan ekonomi, sama-sama berpotensi memberikan dua kemungkinan: musibah atau berkah. Jika direspons secara negatif maka kondisi ekonomi yang serba terbatas dapat menjadi penghalang  karena akan memaksa seseorang mengubur semua impiannya lantaran jalan di depannya terlihat  serba terjal bahkan  mustahil. Sebaliknya seseorang yang terlahir dari keluarga […]

Pergulatan Batin Seorang Mahasiswa Read More »

Memahami Penelitian secara Populer (2-Habis)

Jika seminar adalah “pembahasan tentang topik tertentu dilihat dari berbagai sudut pandang” maka workshop terdiri atas kata “work” (kerja) dan “shop” (belanja/toko/bengkel). Dalam bahasa Indonesia workshop biasa diartikan lokakarya. Berbeda dengan seminar yang cenderung teoretis, workshop tidak sekadar membahas sesuatu tapi harus menghasilkan output.Sesuai namanya workshop dimaksudkan agar seseorang melakukan “shop” (berbelanja) pengetahuan terlebih dahulu

Memahami Penelitian secara Populer (2-Habis) Read More »

Memahami Penelitian secara Populer (1)

Sebagai dosen saya seringkali dihadapkan pada banyak keterbatasan atau situasi sulit misalnya ruang kelas yang sesak dan panas, mengajar di jam terakhir (sore), rendahnya literasi mahasiswa hingga nama mata kuliah yang terkesan horor seperti “Filsafat Pendidikan.”Memainkan tempo dan mencoba mengulur-ulur waktu, menjelaskan dengan analogi, diselingi pantun, atau membuat jokes segar adalah beberapa diantara strategi mengajar

Memahami Penelitian secara Populer (1) Read More »

Pertarungan Agama dan Budaya

Dua kali event dua kali pula kita ribut soal sampah.Saat kemping di Sarae Nduha awal Juni lalu media sosial ramai perkara sampah. Kita masih harus bekerja keras sekadar mengedukasi masalah sampah ini, apalagi di sebuah event yang dihadiri ribuan atau puluhan ribu orang.Di Festival Lakey kita juga ribut soal sampah, tepatnya ‘sampah’ akidah. Berbeda dengan

Pertarungan Agama dan Budaya Read More »

Difabel, Inklusi, dan Demokratisasi Pendidikan

SECARA teoretis sudah umum disadari bahwa setiap manusia itu unik dan berbeda sehingga memerlukan perlakuan dan pendekatan berbeda pula. Sayangnya pengetahuan dan kesadaran tersebut hanya dipelajari dalam ilmu psikologi, sedangkan dalam praktiknya banyak orang yang sulit menerima perbedaan. Buktinya hingga kini banyak kaum difabel yang dipandang seolah sebagai “hasil karya tuhan yang gagal”. Masyarakat, keluarga

Difabel, Inklusi, dan Demokratisasi Pendidikan Read More »

Kartini, Feminisme, dan Manusia Jenis “Ketiga”

NAMA R.A. Kartini telah ditahbiskan sebagai simbol perjuangan dan pembebasan kaum wanita Indonesia. Meski Kartini sendiri tidak sepenuhnya berhasil menikmati hasil perjuangannya (karena dipoligami), betapapun jejak perjuangannya telah menginspirasi bangsa ini—yang hari ini kita peringati. Tetapi tapal batas tentang ide kebebasan kaum wanita sebagaimana diharapkan Kartini tampaknya masih dalam perdebatan. Di Indonesia gagasan tentang ide

Kartini, Feminisme, dan Manusia Jenis “Ketiga” Read More »

Kulturahmi dan “Kemewahan” Event Budaya

SAMPAI saat ini, saya masih menganggap bahwa kehadiran sebuah event budaya di daerah kecil seperti Dompu dan Bima–entah itu ajang literasi, Mbojo Writers Festival, Festival Rimpu atau apa pun–masih merupakan sebuah “kemewahan”.Itu karena saking langkanya, kegiatan-kegiatan semacam itu. Itu alasan lain mengapa saya selalu antusias dan berusaha keras untuk hadir.Saya sendiri bukan budayawan, sejarawan atau

Kulturahmi dan “Kemewahan” Event Budaya Read More »

Senjakala Artikel Cetak: Sebuah Refleksi Pribadi

DI INDONESIA awal tahun 2000-an  tidak saja menandai transisi demokrasi politik dari era Orde Baru ke Orde Reformasi 1998  tapi juga dimulainya peralihan dari media cetak ke media elektronik. Pada masa ini berbagai media pers di Tanah Air secara bertahap beralih dari edisi cetak ke media online. Kini hampir semua media nasional (koran, tabloid dan majalah)

Senjakala Artikel Cetak: Sebuah Refleksi Pribadi Read More »

Pemilu 2024 dan Kemerosotan Demokrasi

APA yang dapat diharapkan dari hasil kontestasi elektoral Pemilu 2024 yang baru saja usai? Yang indikasi problematiknya terjadi sejak dari hulu hingga  hilir; sejak dari pelanggaran etik berat oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi–yang diketuai Anwar Usman ipar Presiden Joko Widodo–menyangkut persyaratan calon presiden; dua kali pelanggaran etik oleh Ketua KPU RI Hasyim Asyari hingga praktik

Pemilu 2024 dan Kemerosotan Demokrasi Read More »