OPINI

Gen Z jadi Ayah bagi Orang Tuanya, Kok Bisa?

Generasi Z atau sering disebut dengan (Gen Z) tergolong kelompok yang lahir antara tahun 1998 hingga 2010. Umur Gen Z saat ini, berusia 27 tahun sampai 15 tahun, mereka tumbuh bersamaan dengan teknologi yang sedang berkembang pesat, seperti media sosial, AI, dan aplikasi informasi lainnya. Generasi ini sangat ahli dalam menggunakan berbagai platform digital. Bagaimana […]

Gen Z jadi Ayah bagi Orang Tuanya, Kok Bisa? Read More »

Menjadi Manusia Rohani

Judul diatas terinspirasi dari salah satu judul buku dari cendekiawan muda NU, Dr. KH Ulil Absar Adalla. Beliau sangat menguasai akses ilmu ilmu keislaman klasik dan ilmu ilmu keislaman modern. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna(QS.95.4). Sekaligus manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia (QS.17.70 ) letak kesempurnaan manusia sebagai ciptaan Tuhan adalah bentuk

Menjadi Manusia Rohani Read More »

Kita (memang) Masih Melihat Laut sebagai Pemisah

Minggu ini, pemberitaan media massa tersedot oleh berita pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut beberapa sumber, hal ini bukanlah perkara baru. Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa ialah keinginan lama, sejak puluhan tahun lalu. Tahun 2011, masyarakat melalukan rapat akbar terkait hal ini. Dokumentasi rapat tersebut beredar juga di media sosial baru-baru ini.Wal

Kita (memang) Masih Melihat Laut sebagai Pemisah Read More »

Mengupas Tradisi Adat di Desa Santong

Desa Santong, yang terletak di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, menyimpan kekayaan budaya yang masih lestari hingga kini. Tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Mulai dari ritual adat,  hingga kegiatan gotong royong, semuanya mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dengan adanya Berugak Adat dan Bale

Mengupas Tradisi Adat di Desa Santong Read More »

Eco-teologi, Ecofeminisme, Ecoteologi-feminisme: Lingkungan, Agama, dan Perempuan

Saya tahu, judul itu mungkin sedikit membingungkan, terma konseptual yang bertubi-tubi dan mungkin masih asing karena istilah impor akan mengernyitkan dahi bagi sebagian atau bahkan kebanyakan kita. Nanti akan diurai satu-satu. Namun jika disederhanakan, tulisan ini ingin berpesan “menyayangi alam, menjaga lingkungan punya basis spiritual dan merupakan ajaran agama yang harus dijalankan oleh semua umat

Eco-teologi, Ecofeminisme, Ecoteologi-feminisme: Lingkungan, Agama, dan Perempuan Read More »

Sabda Hutan dan Doa Laut: Kearifan Ekologis Masyarakat Bima

Di sebuah pagi yang lembab selepas hujan semalam, saya menyusuri pematang sawah yang mengarah ke kaki pegunungan di Bima, Nusa Tenggara Barat. Udara mengandung aroma tanah basah, dan di kejauhan, samar-samar terdengar nyanyian burung yang bersahutan dari balik rimbun hutan bambu. Di sini, alam bukan hanya latar bagi kehidupan; ia adalah bagian dari jiwa masyarakat,

Sabda Hutan dan Doa Laut: Kearifan Ekologis Masyarakat Bima Read More »

Berbeda dalam Harmoni: “Merariq” dan “Nika” sebagai Adat

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman budaya yang kaya, di mana setiap daerah memiliki tradisi dan adat istiadat yang unik. Di antara sekian banyak tradisi yang ada, prosesi Merariq dari Lombok dan pernikahan adat Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi contoh menarik bagaimana dua tradisi yang berbeda dapat bersatu dalam harmoni. Artikel ini akan

Berbeda dalam Harmoni: “Merariq” dan “Nika” sebagai Adat Read More »

Jika Ketentuan Waris Bisa Direinterpretasi Menjadi 1:1, Bagaimana dengan Nafkah dan Mahar?

Suasana Zoom malam itu cukup intens. Walau sudah hampir jam 11 malam, pertanyaan-pertanyaan mulai mengalir deras. Saya baru saja selesai mempresentasikan topik tentang gender dalam hukum waris Islam. Fokus saya adalah pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan yang diatur dalam al-Qur’an dengan formula 2:1 (QS. An-Nisa: 11). Saya menjelaskan bahwa sebagian ulama kontemporer mencoba membuka

Jika Ketentuan Waris Bisa Direinterpretasi Menjadi 1:1, Bagaimana dengan Nafkah dan Mahar? Read More »

Dilema Perempuan

Di negeri yang katanya menjunjung tinggi adab,Ada perempuan yang terkurung dalam kitab.Kitab tradisi, kitab norma, kitab harapan semu,Yang memaksanya tunduk pada waktu yang tak ia mau.Pernikahan, serupa jerat tak kasat mata,Menyekap mimpi di balik tirai rumah tanggapena digantikan sendok belanga,Apa arti masa depan jika hanya jadi boneka budaya? “Sudah cukup sekolahmu,” kata mereka sambil tersenyum,Seakan mimpi

Dilema Perempuan Read More »