OPINI

Dou Sampela dan Tragedi Politik

Di Pilkada Kota Bima 2024 lalu, politik menjadi sebuah kata yang setiap hari diucapkan di berbagai kesempatan dan dari sarangge ke sarangge masyarakat. Wilayah administratif Kota Bima tidaklah terlalu besar secara geografis, namun, Kota Bima menjadi pusat lalu lintas ekonomi, politik, dan budaya dalam wilayah “ke-Bima-an” yang lebih luas.Elite politik banyak berdomisili di kota kecil […]

Dou Sampela dan Tragedi Politik Read More »

Melihat dengan Tubuh yang Merasakan: Tafsir Ekofenomenologis atas Alam yang Hadir

Terinspirasi dari kedamaian burung camar di tengah riuhnya orkestra alam; debur ombak, hembusan angin, dan riuhnya kehadiran manusia di pinggir pantai, terusiklah untuk menguntai secercah perenungan yang dimulai dari firman Allah yang Maha Indah, “Wa mâ min dâbbatin fil-ardli wa lâ thâ’iriy yathîru bijanâḫaihi illâ umamun amtsâlukum, mâ farrathnâ fil-kitâbi min syai’in tsumma ilâ rabbihim

Melihat dengan Tubuh yang Merasakan: Tafsir Ekofenomenologis atas Alam yang Hadir Read More »

Ady Mahyudi: Bertarung dan Bertaruh dalam Politik

Tanpa berniat melebih-lebihkan. Mungkin, Ady Mahyudi-lah salah seorang politisi yang dari Bima yang selalu siap bertarung dan bertaruh dalam kontestasi politik lokal di wilayah ini. Pasalnya, Ady Mahyudi telah melewati empat kali Pilkada di Kota dan Kabupaten Bima. Tahun 2008, ia maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Bima berpasangan dengan H. Zainul Arifin, pasangan ini

Ady Mahyudi: Bertarung dan Bertaruh dalam Politik Read More »

Jum’at Sunyi: Spiritualitas di Keramaian Turis Asing Trawangan

Saya masih ingat pertemuan singkat dengan Komunitas Masyarakat Adat di Gili Trawangan, yang dipimpin oleh Mamiq Ra’is. Sore itu, angin laut berhembus membawa aroma asin, dan suara musik dari sebuah beach bar di kejauhan terasa seperti sebuah ironi. Kami duduk di Sekretariat Lembaga Masyarakat Adat, membicarakan sesuatu yang jarang menjadi headline brosur pariwisata: keheningan. Ya,

Jum’at Sunyi: Spiritualitas di Keramaian Turis Asing Trawangan Read More »

Masihkah Pancasila Sakti?

Masihkah Pancasila itu sakti, pertanyaan ini mungkin sebagian orang tidak tertarik untuk membincangkannya. Apalagi generasi hari ini, yaitu generasi Z. Di setiap upacara hari senin, pembacaan Pancasila oleh pembina upacara dan diikuti oleh seluruh peserta upacara, itu adalah seremonial yang tidak punya makna. Para peserta upacara hanya ikut pembacaan Pancasila tanpa pernah meresapi makna yang

Masihkah Pancasila Sakti? Read More »

Puisi Mempunyai Tugas Profetik

Puisi, sebagaimana dipaparkan oleh Prof. Abdul Wahid dalam pagelaran sastra dan diskusi buku Imaji Air Api, bukanlah sekadar rangkaian kata indah atau permainan bahasa yang memanjakan telinga pembacanya. Lebih dari itu, puisi memiliki misi yang luhur: menjalankan “tugas kenabian” atau profetik.Dalam pandangan beliau, puisi hadir untuk melampaui kepentingan duniawi sang penulis, bahkan melampaui dirinya sendiri.

Puisi Mempunyai Tugas Profetik Read More »

Tepuk Sakinah: Refleksi Kesetaraan Gender dan Esensi Keluarga Sakinah

Belakangan ini media sosial diramaikan oleh viralnya Tepuk Sakinah, sebuah kreativitas instruktur Bimbingan Perkawinan dan Bina keluarga sakinah Kementerian Agama RI. Gerakan ini awalnya merupakan sekadar ice breaking dalam sesi pelatihan pranikah calon pengantin, kini menjadi sorotan publik. Namun, lebih dari sekadar irama dan tepukan, Tepuk Sakinah mengandung pesan penting tentang lima pilar keluarga sakinah,

Tepuk Sakinah: Refleksi Kesetaraan Gender dan Esensi Keluarga Sakinah Read More »

Trawangan: Melihat Islam di Tengah Dunia Malam Gili

Saya selalu percaya bahwa setiap tempat menyimpan paradoksnya sendiri. Dan Gili Trawangan—pulau kecil yang sering dituduh sebagai surga dunia malam, pesta, dan turis mabuk—ternyata juga menyimpan paradoks yang membuat saya geleng kepala. Saat menjejakkan kaki di sini untuk menjalankan tugas survei Asuransi Terumbu Karang, program dari UNDP, saya tidak mengira perjalanan kerja akan berubah menjadi

Trawangan: Melihat Islam di Tengah Dunia Malam Gili Read More »

Di Pintu Peradaban: Mengikuti Aliran Rahasia

KETIKA Prof. Dr. Abdul Wahid mengungkap sebuah “rahasia”, sesungguhnya ia sedang membuka tabir yang selama ini tersembunyi. Rahasia itu tidak hadir dalam bentuk yang mengagetkan atau mencengangkan semata, melainkan mengalir sebagaimana mestinya—tenang, alami, dan menyentuh sisi terdalam kesadaran manusia. Ia menjangkau hal-hal yang memang seharusnya benderang, namun kerap kali terhalang oleh kabut prasangka, keterbatasan logika,

Di Pintu Peradaban: Mengikuti Aliran Rahasia Read More »

Tidak akan Ada Negara yang Maju, Jika Tidak Mengutamakan Guru!

Guru adalah garda terdepan pendidikan. Mereka bukan hanya menyampaikan pelajaran di kelas, tetapi juga mendidik, merawat, dan membentuk karakter generasi bangsa. Ketika orang tua menyerah dalam mendidik anak, gurulah yang mengambil peran. Ketika masyarakat berharap lahir manusia mandiri dan siap menghadapi pasar kerja, gurulah yang menanggung tanggung jawab besar itu. Namun ironisnya, profesi yang begitu

Tidak akan Ada Negara yang Maju, Jika Tidak Mengutamakan Guru! Read More »