OPINI

Eksodus dan Dekolonisasi Spiritual: Mitos Pembebasan dalam Dialektika Iman

Menelaah uraian perkuliahan Prof. Michael Alexander dalam Mata Kuliah ”Religion, Myths and Rituals” dengan Tema ”African-American Religion: Exodus sebagai Mitos Sentral” dapat disimpulkan bahwa Narasi Eksodus menjadi simbol perjuangan hak sipil Afrika-Amerika: Oleh Martin Luther King Jr. mempertegas sebagai panggilan untuk transformasi moral, integrasi, dan non-kekerasan, sementara Malcolm X melihatnya sebagai dasar pemisahan, pemberdayaan komunitas, […]

Eksodus dan Dekolonisasi Spiritual: Mitos Pembebasan dalam Dialektika Iman Read More »

Dekonstruksi “Logika Setan” dalam Otoritas Penafsiran: Menyingkap Semangat Kesetaraan dari Cahaya Tauhid

Menyimak uraian perkuliahan Prof. Sahin Acikgoz dalam Mata Kuliah ”Islam and Feminisme” dengan Tema ”Dekonstruksi Otoritas Penafsiran: Dari Logika Setan hingga Patriarki dalam Membaca Teks Suci” dapat disimpulkan bahwa proyek memahami teks suci tidak bisa dilepaskan dari kesadaran linguistik, historis, dan etis yang mendalam.Pertama, pada tataran bahasa, Prof. Acikgoz menegaskan bahwa bahasa bukanlah cermin pasif

Dekonstruksi “Logika Setan” dalam Otoritas Penafsiran: Menyingkap Semangat Kesetaraan dari Cahaya Tauhid Read More »

Ketika Mendidik Dianggap Melukai: Ironi Guru di Tengah Sensitivitas Zaman

Ada masa ketika rotan dianggap simbol kasih, bukan kekerasan. Ada masa ketika guru dipuja bukan karena sempurna, tapi karena berjasa. Namun kini, di tengah zaman yang katanya lebih “beradab”, guru harus berpikir dua kali sebelum menegur murid. Salah sedikit, laporan datang lebih cepat daripada ucapan “maaf”. Di era sensitivitas berlebih ini, mendidik kerap disalahpahami sebagai

Ketika Mendidik Dianggap Melukai: Ironi Guru di Tengah Sensitivitas Zaman Read More »

Menemukan Diri dalam Dunia yang Hidup: Telaah Ekofenomenologis atas Tubuh, Kesadaran, dan Ritme Kosmos

Menelaah materi kuliah “Religion, Myths and Rituals” dengan topik: The Sundance Ritual and the Power of Religious Synchrony oleh Prof. Michael Alexander (University of California Riverside), intisari dari perkuliahan tersebut menyingkap hubungan kompleks antara agama, kekuasaan, dan spiritualitas tubuh melalui studi ritual Sundance suku-suku asli Amerika. Agama dalam kajian ini sering menjadi paradoks: dapat menjadi

Menemukan Diri dalam Dunia yang Hidup: Telaah Ekofenomenologis atas Tubuh, Kesadaran, dan Ritme Kosmos Read More »

Sengketa Tanah Pecah di Gunungsari, Anak Klaim Tanah Warisan Milik Pribadi

Gunungsari, Lombok Barat Sebuah sengketa tanah terjadi di salah satu desa di Kecamatan Gunungsari. Kasus ini melibatkan seorang pria lanjut usia berinisial A dan salah satu anak kandungnya berinisial NR, yang mengklaim memiliki tanah hibah seluas sekitar 750 meter persegi yang berada di pinggir jalan desa.Menurut informasi yang dihimpun, pria lansia A sebelumnya telah membagikan

Sengketa Tanah Pecah di Gunungsari, Anak Klaim Tanah Warisan Milik Pribadi Read More »

Sendiri Itu Seru: Belajar Jadi Teman Terbaik Buat Dirimu Sendiri

“Yakin mau sendiri? Bukannya nanti rasanya tidak nyaman?” Pernah nggak kamu denger pertanyaan ini ketika memutuskan buat makan sendiri, ngopi sendiri, atau jalan sore tanpa teman? Padahal, waktu sendirian bisa jadi momen paling berharga buat kita.Di zaman sekarang, kebersamaan sering dianggap ukuran kebahagiaan. Nongkrong ramai-ramai, pamer foto bareng teman di media sosial, atau ikut tren

Sendiri Itu Seru: Belajar Jadi Teman Terbaik Buat Dirimu Sendiri Read More »

Menemukan Oase di Tengah Panas Riverside, Amerika

Riverside adalah sebuah kota kecil di California bagian Selatan, sekitar satu jam perjalanan dari Los Angeles. Di sinilah saya tinggal selama mengikuti short course di University of California, Riverside (UCR).Kesan pertama saya tentang kota ini? Panas. Kering. Dan terang benderang hampir sepanjang hari. Bayangkan saja: langit biru tanpa awan, matahari bersinar seolah tak mau istirahat,

Menemukan Oase di Tengah Panas Riverside, Amerika Read More »

Di Bima, Jurgen Habermas Menangis sambil Melihat Sunset

Anda mungkin familiar dengan nama ini: Jurgen Habermas. Filsuf Jerman, salah seorang pentolan Mazhab Frankfurt atau Frankfurt School of Critical Theory. Sekolah yang memproduksi wacana kritis tentang modernitas. Pemikiran dari sekolah ini yang pada masa selanjutnya tampil mempengaruhi ilmuwan dan teoritisasi ilmu sosial yang berkembang belakangan seperti Seyla Benhabib dan Nancy Fraser.Yang tersohor dari Habermas

Di Bima, Jurgen Habermas Menangis sambil Melihat Sunset Read More »

Harmoni Keyakinan di Tengah Perbedaan: Refleksi Ekofenomenologis atas Sejarah dan Kesadaran Keberagamaan

Bermula dari sebuah perenungan sejarah Amerika setelah mengikuti perkuliahan di kelas mata kuliah Religious, Myths and Rituals oleh Prof. Michael Alexander, dengan judul ”Native American Religion post Europe-African”. Kuliah ini membahas transformasi kehidupan masyarakat Pribumi Amerika (Native Americans) setelah kedatangan bangsa Eropa dan Afrika ke Benua Amerika. Sejarah Pembantaian Wounded Knee pada Desember 1890 menggambarkan

Harmoni Keyakinan di Tengah Perbedaan: Refleksi Ekofenomenologis atas Sejarah dan Kesadaran Keberagamaan Read More »

Generasi Baru, Musik, dan Politik

Musik ialah ekspresi politik. Musik adalah cerminan realitas sosial. Musik salah satu suara yang menyatukan kepentingan. Itulah memang realitas budaya populer kita di era kontemporer ini. Suara-suara dari kerasnya dentuman drum atau dari lirik yang menggelorakan semangat perlawanan pada kekuasaan. Sebut saja, lagu-lagu dangdut yang dibawa oleh Rhoma Irama yang sifatnya politik, dakwah, atau romansa.

Generasi Baru, Musik, dan Politik Read More »