OPINI

Islam Kaafah: Antara Keterbukaan yang Beradab dan Kekacauan Epistemik (Tanggapan Kritis atas Salman Akif Faylasuf)

Pendahuluan: Ketika “Keterbukaan” Kehilangan ArahTulisan Salman Akif Faylasuf tentang Islam Kaafah sekilas tampak cerdas, kaya rujukan, dan berlapis sejarah. Ia mengajak pembaca menyusuri lorong panjang interaksi Islam dengan berbagai peradaban—India, Persia, Yunani, Tiongkok—lalu menyimpulkan bahwa Islam kaafah sejatinya adalah Islam yang terbuka, kosmopolitan, hibrid, dan cair.Namun justru di sinilah problem utamanya bermula.Keterbukaan yang tidak ditopang

Islam Kaafah: Antara Keterbukaan yang Beradab dan Kekacauan Epistemik (Tanggapan Kritis atas Salman Akif Faylasuf) Read More »

Mimpi yang Digaji Negara

Generasi hari ini patut berbangga. Mereka tidak lagi direpotkan oleh pertanyaan kuno seperti “untuk apa saya hidup?” atau “apa gunanya ilmu?” Semua itu sudah diringkas secara efisien menjadi satu rumus modern: jabatan + gaji + jaminan hidup = makna. Rumus ini praktis, ramah orang tua, dan sangat cocok untuk negara yang gemar memelihara kepatuhan.Para sarjana

Mimpi yang Digaji Negara Read More »

Moderasi Beragama: Ketika Islam Diminta Menjadi Apa yang Sejak Awal Ia Sudah Miliki (Tanggapan untuk Prof. Dr. Abdul Wahid)

Ada keganjilan yang sejak awal mengusik nalar dan rasa-perasaan saya setiap kali frasa “moderasi beragama (Islam)” diucapkan, ditulis, dan dilembagakan. Bukan karena saya menolak hidup damai, toleran, atau berkeadaban—justru sebaliknya. Keganjilan itu muncul karena frasa tersebut menempatkan Islam pada posisi yang seolah problematik, seakan ia membutuhkan koreksi, penjinakan, atau rehabilitasi etik agar layak hidup berdampingan

Moderasi Beragama: Ketika Islam Diminta Menjadi Apa yang Sejak Awal Ia Sudah Miliki (Tanggapan untuk Prof. Dr. Abdul Wahid) Read More »

Laki-Laki La Rimpu: Menolak Dominasi, Merayakan Kesetaraan

Sebagai seorang anak laki-laki yang lahir di salah satu pelosok Desa di ujung timur pulau Sumbawa, saya tumbuh dan berkembang dengan budaya Bima yang cukup kental di mana nilai-nilai agama dan adat istiadat sangat dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Identitas gender yang saya pahami tentu sangat dipengaruhi dan dibentuk oleh ajaran Islam dan tradisi

Laki-Laki La Rimpu: Menolak Dominasi, Merayakan Kesetaraan Read More »

Co-Parenting Pasca Perceraian: Apakah Mungkin?

Perceraian merupakan peristiwa transisional yang tidak hanya mengakhiri relasi pernikahan, tetapi juga merekonstruksi sistem keluarga secara keseluruhan. Perubahan ini berdampak langsung pada pengalaman emosional anak serta dinamika pengasuhan dalam jangka panjang. Perceraian tidak berhenti pada perpisahan dua individu dewasa, melainkan membawa konsekuensi struktural dan emosional yang harus dihadapi oleh seluruh anggota keluarga, khususnya anak.Perubahan struktur

Co-Parenting Pasca Perceraian: Apakah Mungkin? Read More »

Menanam Benih di Ladang yang Hangus: Antara Saya, Mbah Nun dan Gojo Satoru

Kita ini sering kali terjebak pada syahwat untuk “merobohkan gedung”. Kita melihat atapnya bocor, tiangnya keropos, dan penghuninya—para petinggi yang identik bajingan itu—sibuk berpesta di atas penderitaan penghuni bawah. Lalu kita pikir, solusi satu-satunya adalah membakar gedung itu sampai rata dengan tanah.Padahal, sejarah sudah berkali-kali menjitak kepala kita. Kita bakar satu gedung, lalu kita bangun

Menanam Benih di Ladang yang Hangus: Antara Saya, Mbah Nun dan Gojo Satoru Read More »

Tanggapan, Resonansi, dan Catatan Kritis atas Tulisan “Kehilangan Eksistensi: Ketika Hidup Didikte Orang Lain” Prof. Maimun Zubair

Ada tulisan yang selesai dibaca lalu ditinggalkan. Ada pula tulisan yang, setelah dibaca, justru tinggal di dalam diri—mengendap, mengetuk, dan menuntut kejujuran batin. Tulisan Prof. Maimun Zubair ini jelas termasuk kategori kedua. Ia tidak hanya menawarkan argumentasi moral, tetapi mengajak pembaca bercermin dengan jujur: sejauh mana hidup kita sungguh kita miliki, dan sejauh mana ia

Tanggapan, Resonansi, dan Catatan Kritis atas Tulisan “Kehilangan Eksistensi: Ketika Hidup Didikte Orang Lain” Prof. Maimun Zubair Read More »

Martabat Kota dan Kolaborasi

Menarik mencermati polemik hari-hari ini di Kota Bima terkait dengan cold storage di PPI Tanjung Kota Bima (Kahaba.Net/20/1/2026). Hal ini mencuat setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pengurus Koperasi Amaliah Abadi sebagai pengelola cold storage dengan Komisi II DPRD Kota Bima yang kian membuka mata publik akan bobroknya tata kelola pemerintahan  (good governance) yang baik.Pasalnya,

Martabat Kota dan Kolaborasi Read More »

Tadabbur di Antara Gemerlap dan Sunyi: Las Vegas dan Pelajaran Sunyi dari Red Rock Canyon

Las Vegas sering hadir dalam imajinasi sebagai kota yang tak pernah benar-benar gelap. Lampu-lampu neon menyala sepanjang malam, suara mesin dan musik saling bertumpuk, dan manusia bergerak seolah waktu adalah sesuatu yang harus ditaklukkan. Di kota ini, liburan kerap berarti merayakan intensitas—lebih banyak cahaya, lebih banyak hiburan, lebih banyak rangsangan. Tubuh pun, tanpa disadari, dipaksa

Tadabbur di Antara Gemerlap dan Sunyi: Las Vegas dan Pelajaran Sunyi dari Red Rock Canyon Read More »

Perjalanan Spiritual Nabi

Kita kini berada di penghujung bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, sebuah bulan yang dimuliakan dan sarat dengan pesan persiapan ruhani. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram dan memelihara, sementara Ramadhan adalah bulan memetik hasil. Maka, akhir Rajab seharusnya menjadi ruang muhasabah: sejauh mana benih-benih kebaikan telah kita

Perjalanan Spiritual Nabi Read More »