Revolusi Media yang Mengubah Wajah Agama: Dari Lempeng Batu hingga AI

Selama ribuan tahun, agama kerap dipersepsikan sebagai sesuatu yang statis, pilar tradisi yang berdiri teguh melawan arus perubahan zaman. Namun, pandangan itu mulai goyah ketika kita menelusuri hubungan antara agama dan media. Faktanya, agama justru sangat adaptif terhadap teknologi komunikasi. Setiap kali manusia menemukan cara baru untuk berkomunikasi, dari prasasti batu kuno hingga kecerdasan buatan […]

Revolusi Media yang Mengubah Wajah Agama: Dari Lempeng Batu hingga AI Read More »

Ketika Rindu Menuntun untuk Pulang

Pulang adalah kata sederhana, tetapi sarat makna. Ia menyimpan kerinduan, keletihan, dan harapan dalam satu tarikan napas panjang. Dalam setiap langkah manusia, di balik hiruk-pikuk dunia dan kesibukan yang kelihatannya tak berujung, tersimpan satu tujuan yang tak pernah berubah, yakni keinginan untuk pulang.Setiap kepergian, sesungguhnya adalah persiapan untuk kembali atau jalan pulang yang tertunda. Lihat

Ketika Rindu Menuntun untuk Pulang Read More »

Eksodus dan Dekolonisasi Spiritual: Mitos Pembebasan dalam Dialektika Iman

Menelaah uraian perkuliahan Prof. Michael Alexander dalam Mata Kuliah ”Religion, Myths and Rituals” dengan Tema ”African-American Religion: Exodus sebagai Mitos Sentral” dapat disimpulkan bahwa Narasi Eksodus menjadi simbol perjuangan hak sipil Afrika-Amerika: Oleh Martin Luther King Jr. mempertegas sebagai panggilan untuk transformasi moral, integrasi, dan non-kekerasan, sementara Malcolm X melihatnya sebagai dasar pemisahan, pemberdayaan komunitas,

Eksodus dan Dekolonisasi Spiritual: Mitos Pembebasan dalam Dialektika Iman Read More »

Merasa Diri Unggul: Refleksi Mendalam dari “Logika Setan”

Tulisan ini berangkat dari refleksi atas esai teman diskusi penulis yakni Zukhrufatul Jannah yang berjudul “Dekonstruksi ”Logika Setan” dalam Otoritas Penafsiran: Menyingkap Semangat Kesetaraan dari Cahaya Tauhid” yang terbit di portal alamtara.co pada 28 Oktober 2025. Dalam tulisannya, mbak Zukhruf mengajak pembaca untuk merenungi bagaimana konsep “logika setan” dapat menjadi kunci untuk memahami akar dari

Merasa Diri Unggul: Refleksi Mendalam dari “Logika Setan” Read More »

Dekonstruksi “Logika Setan” dalam Otoritas Penafsiran: Menyingkap Semangat Kesetaraan dari Cahaya Tauhid

Menyimak uraian perkuliahan Prof. Sahin Acikgoz dalam Mata Kuliah ”Islam and Feminisme” dengan Tema ”Dekonstruksi Otoritas Penafsiran: Dari Logika Setan hingga Patriarki dalam Membaca Teks Suci” dapat disimpulkan bahwa proyek memahami teks suci tidak bisa dilepaskan dari kesadaran linguistik, historis, dan etis yang mendalam.Pertama, pada tataran bahasa, Prof. Acikgoz menegaskan bahwa bahasa bukanlah cermin pasif

Dekonstruksi “Logika Setan” dalam Otoritas Penafsiran: Menyingkap Semangat Kesetaraan dari Cahaya Tauhid Read More »

Kecerdasan Semesta sebagai Basis Ekoteologi: Refleksi Spiritual Keterhubungan Manusia dengan Alam

Selain delapan kecerdasan yang diperkenalkan oleh Howard Gardner dan kemudian dipopulerkan serta dikembangkan dalam konteks pendidikan humanistik oleh tokoh-tokoh pendidikan — yaitu kecerdasan linguistik, logis-matematis, visual-spasial, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik. Sesungguhnya ada satu kecerdasan lain yang sering luput dibahas namun memiliki kedalaman spiritual dan eksistensial yang luar biasa, yaitu kecerdasan semesta (cosmic intelligence).Kecerdasan

Kecerdasan Semesta sebagai Basis Ekoteologi: Refleksi Spiritual Keterhubungan Manusia dengan Alam Read More »

Ketika Mendidik Dianggap Melukai: Ironi Guru di Tengah Sensitivitas Zaman

Ada masa ketika rotan dianggap simbol kasih, bukan kekerasan. Ada masa ketika guru dipuja bukan karena sempurna, tapi karena berjasa. Namun kini, di tengah zaman yang katanya lebih “beradab”, guru harus berpikir dua kali sebelum menegur murid. Salah sedikit, laporan datang lebih cepat daripada ucapan “maaf”. Di era sensitivitas berlebih ini, mendidik kerap disalahpahami sebagai

Ketika Mendidik Dianggap Melukai: Ironi Guru di Tengah Sensitivitas Zaman Read More »

Menemukan Diri dalam Dunia yang Hidup: Telaah Ekofenomenologis atas Tubuh, Kesadaran, dan Ritme Kosmos

Menelaah materi kuliah “Religion, Myths and Rituals” dengan topik: The Sundance Ritual and the Power of Religious Synchrony oleh Prof. Michael Alexander (University of California Riverside), intisari dari perkuliahan tersebut menyingkap hubungan kompleks antara agama, kekuasaan, dan spiritualitas tubuh melalui studi ritual Sundance suku-suku asli Amerika. Agama dalam kajian ini sering menjadi paradoks: dapat menjadi

Menemukan Diri dalam Dunia yang Hidup: Telaah Ekofenomenologis atas Tubuh, Kesadaran, dan Ritme Kosmos Read More »

Hukum Alam Tak Pernah Bercanda: Sebuah Refleksi Ekoteologis

Ada satu hukum yang tak pernah berubah sejak bumi diciptakan, yakni ”Hukum alam yang tak pernah bercanda”. Ia bekerja dengan ketepatan yang nyaris suci. Ketika api menyentuh kulit, panasnya membakar tanpa kompromi. Ketika sungai dirusak hulunya, banjir pasti mencari jalannya. Ketika hutan ditebang, tanah kehilangan pijakan dan langit pun kehilangan napasnya. Alam tidak pernah berbohong,

Hukum Alam Tak Pernah Bercanda: Sebuah Refleksi Ekoteologis Read More »

Sengketa Tanah Pecah di Gunungsari, Anak Klaim Tanah Warisan Milik Pribadi

Gunungsari, Lombok Barat Sebuah sengketa tanah terjadi di salah satu desa di Kecamatan Gunungsari. Kasus ini melibatkan seorang pria lanjut usia berinisial A dan salah satu anak kandungnya berinisial NR, yang mengklaim memiliki tanah hibah seluas sekitar 750 meter persegi yang berada di pinggir jalan desa.Menurut informasi yang dihimpun, pria lansia A sebelumnya telah membagikan

Sengketa Tanah Pecah di Gunungsari, Anak Klaim Tanah Warisan Milik Pribadi Read More »