Tepuk Sakinah: Refleksi Kesetaraan Gender dan Esensi Keluarga Sakinah

Belakangan ini media sosial diramaikan oleh viralnya Tepuk Sakinah, sebuah kreativitas instruktur Bimbingan Perkawinan dan Bina keluarga sakinah Kementerian Agama RI. Gerakan ini awalnya merupakan sekadar ice breaking dalam sesi pelatihan pranikah calon pengantin, kini menjadi sorotan publik. Namun, lebih dari sekadar irama dan tepukan, Tepuk Sakinah mengandung pesan penting tentang lima pilar keluarga sakinah, […]

Tepuk Sakinah: Refleksi Kesetaraan Gender dan Esensi Keluarga Sakinah Read More »

Trawangan: Melihat Islam di Tengah Dunia Malam Gili

Saya selalu percaya bahwa setiap tempat menyimpan paradoksnya sendiri. Dan Gili Trawangan—pulau kecil yang sering dituduh sebagai surga dunia malam, pesta, dan turis mabuk—ternyata juga menyimpan paradoks yang membuat saya geleng kepala. Saat menjejakkan kaki di sini untuk menjalankan tugas survei Asuransi Terumbu Karang, program dari UNDP, saya tidak mengira perjalanan kerja akan berubah menjadi

Trawangan: Melihat Islam di Tengah Dunia Malam Gili Read More »

Di Pintu Peradaban: Mengikuti Aliran Rahasia

KETIKA Prof. Dr. Abdul Wahid mengungkap sebuah “rahasia”, sesungguhnya ia sedang membuka tabir yang selama ini tersembunyi. Rahasia itu tidak hadir dalam bentuk yang mengagetkan atau mencengangkan semata, melainkan mengalir sebagaimana mestinya—tenang, alami, dan menyentuh sisi terdalam kesadaran manusia. Ia menjangkau hal-hal yang memang seharusnya benderang, namun kerap kali terhalang oleh kabut prasangka, keterbatasan logika,

Di Pintu Peradaban: Mengikuti Aliran Rahasia Read More »

Ketika Amanah menjadi Awal Hisab: Renungan Pelantikan Umar bin Abdul Aziz yang Menggigilkan Hati

Umar bin Abdul Aziz tatkala dilantik menjadi khalifah, menggantikan Sulaiman bin Abdul Malik, beliau menangis sambil menundukkan kepala, lalu mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un“. Ucapan Umar bin Abdul Aziz tersebut dapat kita jadikan sebuah renungan yang cukup mendalam, sebuah kalimat yang biasa diucapkan ketika seseorang tertimpa musibah, tetapi Umar bin Abdul Aziz mengucapkannya

Ketika Amanah menjadi Awal Hisab: Renungan Pelantikan Umar bin Abdul Aziz yang Menggigilkan Hati Read More »

Membaca Heterarki dalam Masyarakat Muslim Indonesia

Bedah buku Heterarki Masyarakat Muslim Indonesia karya Abdul Wahid dan Atun Wardatun menghadirkan diskursus menarik tentang bagaimana konsep heterarki dapat menjadi lensa baru dalam memahami dinamika sosial masyarakat muslim di Indonesia. Saya mencatat bahwa isu-isu penting seperti agensi kolektif, kuasi hegemoni, dan perubahan sosial menjadi titik kunci yang bertali-temali dengan gagasan heterarki.Prof. Dr. Atun Wardatun

Membaca Heterarki dalam Masyarakat Muslim Indonesia Read More »

Tidak akan Ada Negara yang Maju, Jika Tidak Mengutamakan Guru!

Guru adalah garda terdepan pendidikan. Mereka bukan hanya menyampaikan pelajaran di kelas, tetapi juga mendidik, merawat, dan membentuk karakter generasi bangsa. Ketika orang tua menyerah dalam mendidik anak, gurulah yang mengambil peran. Ketika masyarakat berharap lahir manusia mandiri dan siap menghadapi pasar kerja, gurulah yang menanggung tanggung jawab besar itu. Namun ironisnya, profesi yang begitu

Tidak akan Ada Negara yang Maju, Jika Tidak Mengutamakan Guru! Read More »

Jarimu sebagai Jariyah: Ketika Tulisan menjadi Pemantik Optimisme

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 8 September dietetapkan sebagai hari literasi oleh badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan yakni UNESCO. Hari literasi Internasional sebuah momen yang mengingatkan kita bahwa setiap huruf yang kita baca dan setiap kata yang kita tulis adalah langkah kecil menulis masa depan. Literasi

Jarimu sebagai Jariyah: Ketika Tulisan menjadi Pemantik Optimisme Read More »

Membaca Kembali Warisan Cak Nur untuk Indonesia

Ada satu kalimat yang kerap dikutip dari Nurcholish Madjid: “Islam, yes. Partai Islam, no.” Kalimat ini bukan sekadar slogan politik, melainkan pintu masuk untuk memahami bagaimana Cak Nur membayangkan Islam yang ramah, inklusif, dan kompatibel dengan modernitas. Dalam istilah yang ia perkenalkan, Islam itu kosmodern sebuah sintesis antara kosmopolitan dan modern.Sayangnya, setelah dua dekade lebih

Membaca Kembali Warisan Cak Nur untuk Indonesia Read More »

Mengenang TGH. Azhar Ali: Sosok Ulama, Guru, dan Pengayom Umat

Dalam perjalanan sejarah kehidupan umat Islam, peran ulama senantiasa menjadi pilar utama dalam menjaga, mengajarkan, serta menuntun masyarakat menuju jalan yang diridhoi Allah SWT. Ulama tidak hanya hadir sebagai pengajar ilmu agama, tetapi juga menjadi pengayom, pembimbing moral, serta teladan akhlak yang luhur di tengah umat. Keberadaan mereka merupakan cahaya yang menerangi jalan kehidupan masyarakat,

Mengenang TGH. Azhar Ali: Sosok Ulama, Guru, dan Pengayom Umat Read More »

Dunia One Piece, kok, Kayak Negara Tetangga?

Ketika Eiichiro Oda menciptakan dunia One Piece, mungkin ia tidak pernah membayangkan karyanya akan terasa begitu dekat dengan realitas “negara sebelah.” Dunia bajak laut dengan Pemerintah Dunia yang penuh intrik politik, diskriminasi kelas, pejabat yang tamak, dan rakyat yang terpinggirkan—kok ya seperti cermin yang bikin kita geleng-geleng kepala. Katanya fiksi, tapi kenapa terasa nyata sekali?Dalam

Dunia One Piece, kok, Kayak Negara Tetangga? Read More »