Memilih Sunyi di Tengah Zaman yang Riuh

Saat ini kita sedang hidup di zaman yang riuh—zaman di mana semua orang ingin didengar, semua pemandangan ingin ditatap, dan semua kabar ingin dipercaya. Zaman ketika segala sesuatu berlomba-lomba mencuri perhatian—suara yang saling bertabrakan, gambar yang tiada henti berkedip, dan kata-kata yang terus mengalir tanpa jeda—kita perlahan kehilangan satu anugerah yang tak ternilai, yakni ketenangan. […]

Memilih Sunyi di Tengah Zaman yang Riuh Read More »

Trilogi Intelektual Qurani

Dalam beberapa ayat, Quran memberikan isyarat tentang tiga kualitas intelektual; Ulil Albab, Ulil Abshor, dan Ulin Nuha. Tiga kualitas yang digambarkan dalam Quran merujuk pada Manusia yang memiliki kedalaman intelektual (albab), kepekaan dan ketajaman pencandraan (abshor), serta keluhuran dan kebijaksanaan (Nuha).Ulil Albab digambarkan sebagai orang yang berakal (lubb) yang senantiasa berfikir dan berzikir (QS 2:

Trilogi Intelektual Qurani Read More »

Sekali lagi tentang Ekoteologi: Dari Perenungan menuju Gerakan

Bencana alam tidak hanya menggoyahkan alam ruang aktivitas manusia. Lebih dari itu, rentetan bencana yang terjadi ikut merangsang ruang berfikir manusia, terutama pada hal menerjemahkan keilmuan dan intelektualitas untuk secara langsung berdampak pada penyelesaian persoalan kebencanaan di sekitar kita. Dari sudut pandang teologis, misalnya, bencana alam sebagai bagian dari krisis lingkungan mendapatkan tempat dalam diskursus

Sekali lagi tentang Ekoteologi: Dari Perenungan menuju Gerakan Read More »

Eko-Healing: Merawat Alam Pasca Banjir

Banjir seringkali kita pandang semata-mata sebagai bencana fisik—air yang merusak rumah, merendam ladang, dan meluluhlantakkan fasilitas umum, padahal dampak banjir jauh lebih dalam daripada sekadar kerusakan material, banjir bahkan melukai ruang batin, menciptakan trauma kolektif, kehilangan rasa aman, dan meretakkan hubungan manusia dengan lingkungannya.Di sinilah eko-healing menjadi sangat penting, dalam rangka penyembuhan mental dan spiritual

Eko-Healing: Merawat Alam Pasca Banjir Read More »

Ketika Alam mengirim Pesan Suara Ekoteologi

Setiap kali banjir datang menerjang, kita sering buru-buru mencari penyebab teknis: curah hujan ekstrem, sistem drainase yang buruk, atau hutan yang gundul. Namun di balik semua itu, alam seolah sedang berbicara—mengirim pesan yang lebih dalam, sebagai sebuah peringatan atau bisa juga sebuah ajakan untuk kembali merenung. Di sinilah ekoteologi hadir sebagai lensa spiritual untuk membaca

Ketika Alam mengirim Pesan Suara Ekoteologi Read More »

Nabi Mempermudah, Kita Mempersulit

Judul ini di atas terinspirasi dari salah satu judul buku dari Kiai Husein Muhammad, seorang Kiai yang sangat produktif dalam menulis, Kiai yang cendekiawan, cendekiawan yang Kiai, Kiai yang aktivis. Sulit kita menemukan tergabung dalam diri seseorang, cendekiawan sekaligus juga sebagai seorang Kiai, atau Kiai sekaligus seorang cendekiawan. Biasanya yang umum kita liat adalah seorang

Nabi Mempermudah, Kita Mempersulit Read More »

Kacamata Malaikat

Apa malaikat punya kaca mata, sedangkan mereka tercipta dari cahaya?, seperti juga Iblis, apa punya kacamata sedangkan iblis terbuat dari api. Kedua makhluk ini sama-sama berasal dari pencahayaan, tentu secara logika tidak mungkin pakai kacamata, apalagi kaca minus. Beda dengan manusia, karena dia berasal dari tanah, bisa saja dia pakai kaca mata. Ini sekedar candaan

Kacamata Malaikat Read More »

Seberapa Besar Pengaruh Selat Hormuz terhadap Perekonomian Dunia

Selat Hormuz adalah koridor strategis bagi transportasi energi dunia — mengalirkan sekitar 20 juta barel minyak per hari, setara dengan 20–30 % konsumsi global. Selain itu, sekitar 20–30 % perdagangan LNG dunia juga melewati selat ini. Artinya, setiap gangguan langsung berdampak pada pasokan dan harga energi global. Besarnya Volume Energi yang Mengalir Minyak Bumi: Sebanyak 20,9 juta barel

Seberapa Besar Pengaruh Selat Hormuz terhadap Perekonomian Dunia Read More »

Goresan Kota, Jejak Budaya

Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta yang seolah tak pernah tidur, ada sekelompok orang yang memilih berhenti sejenak untuk mengamati, menikmati, lalu mengabadikan apa yang mereka lihat ke dalam kertas. Mereka bukan fotografer, bukan pula jurnalis, melainkan para urban sketcher: komunitas orang-orang yang menggambar langsung dari pengamatan suasana nyata di sekeliling mereka. Bukan hasil imajinasi, bukan

Goresan Kota, Jejak Budaya Read More »

Ingin Dicintai Allah? Jadilah Baik dan Sabar

Setiap Muslim tentu ingin menjadi pribadi yang dicintai oleh Allah. Tapi tahukah kamu siapa yang benar-benar mendapat cinta-Nya? Dalam al-Qur’an dan Hadis, Allah menyebut dua karakter utama yang sangat dicintai-Nya: orang yang berbuat kebaikan (muḫsinîn) dan orang yang sabar (shâbirîn). Kedua sikap ini saling melengkapi, membentuk pribadi yang kuat, sehat, dan berkah.Berbuat Kebaikan: Baik untuk

Ingin Dicintai Allah? Jadilah Baik dan Sabar Read More »