Jatman NU NTB Gelar Zikir dan Doa Kemerdekaan

Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman) NU NTB pada Ahad, 10 Agustus 2025 bertempat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram menyelenggarakan acara Dzikir dan Do’a Kemerdekaan bersama TNI dan Polri.Dalam acara tersebut, Prof. Dr. H. Zaidi Abdad, M.Ag. didapuk sebagai pembicara. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa dilaksanakannya kegiatan dzikir dan do’a ini, paling tidak, […]

Jatman NU NTB Gelar Zikir dan Doa Kemerdekaan Read More »

Menyelami Samudra al-Fatihah

Al-Fatihah bagi Quran bukan sekedar surat biasa. Ia adalah pengantar yang tidak hanya mengawali mushaf secara tekstual, tetapi juga pintu masuk menuju cakrawala pemahaman terhadap keseluruhan wahyu Ilahi. Ia adalah sebuah Intro yang menjadi simfoni pembuka dari kalam cinta dari Tuhan kepada Manusia. Ia adalah ‘main idea’ yang merangkum pokok-pokok Quran, sebuah ‘episteme‘ landasan epistemologis

Menyelami Samudra al-Fatihah Read More »

Menakar Doa: Seni Menyelaraskan Harapan dengan Takdir

Doa adalah jendela dialog antara manusia dan Tuhannya, ruang di mana harapan dipanjatkan, kegelisahan diadukan, dan keyakinan diperteguh. Namun sering kali doa dipahami hanya sebagai sarana untuk meminta apa yang diinginkan, padahal di balik doa ada seni yang lebih dalam, yakni seni menakar harapan agar selaras dengan takdir, seni menyeimbangkan antara usaha, permohonan, dan penerimaan.Doa

Menakar Doa: Seni Menyelaraskan Harapan dengan Takdir Read More »

Rektor Periode Kedua: Meretas Mitos dengan Etos dan Logos

Di banyak ruang obrolan kampus, sering beredar pandangan bahwa periode kedua seorang Rektor hanyalah kelanjutan dari masa lalu—sekadar memetik buah dari pohon yang telah ditanam pada periode pertama. Pandangan ini melahirkan mitos bahwa jabatan kedua akan berjalan lebih santai, penuh rutinitas, dan minim kejutan. Bahkan ada yang menganggap, masa itu hanyalah “bonus” waktu, bukan “babak

Rektor Periode Kedua: Meretas Mitos dengan Etos dan Logos Read More »

Membaca Halaman Lain dari Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) NTB 2025

Dalam pelaksanaan setiap event atau festival seperti FORNAS, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pelaksanaannya, muncul sejumlah catatan kritis—mulai dari tumpang tindih cabang lomba, hingga kurangnya pemahaman publik terhadap esensi olahraga rekreasi itu sendiri. Beberapa mata lomba bahkan memicu perdebatan: apakah ini benar-benar olahraga atau sekadar hiburan?Namun di balik semua kritik itu, ada lembaran lain yang

Membaca Halaman Lain dari Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) NTB 2025 Read More »

Fetisisme Religius Modern: Saat Tuhan Dijadikan Komoditas Spiritual

Beberapa waktu lalu, seperti biasa di Pondok Kebudayaan Darul Mudhafar—binaan Yai Paox Iben, panggilan akrab kami santri binaan beliau—di tempat sederhana yang lebih di tahu dengan nama RTM (Ruang Tumbuh Merdeka). Tempat ini sudah seperti rumah kedua bagi siapa pun yang berani berpikir beda: agamawan, aktivis, akademisi, politisi, sampai anak-anak muda (liar)—setidaknya begitu stereotip masyarakat

Fetisisme Religius Modern: Saat Tuhan Dijadikan Komoditas Spiritual Read More »

Ketipung dan Hegemoninya dalam Dangdut

Terma dangdut oleh kebanyakan orang dinilai merupakan onomatope dari bunyi instrumen tabla India. Sumber awalnya ditemui dalam pernyataan Putu Wijaya melalui esainya bertajuk “Dunia Ellya Khadam” yang diterbitkan Majalah Tempo pada tanggal 27 Mei 1972. Putu Wijaya menyatakan bahwa lagu “Boneka dari India” Ellya Khadam merupakan perpaduan irama padang pasir dan India yang kemudian disingkatnya

Ketipung dan Hegemoninya dalam Dangdut Read More »

Pemimpin itu Sudah Tercatat: Sebuah Renungan Teologis

Dalam riuhnya suasana demokrasi, mekanisme musyawarah, atau proses seleksi yang ketat, kita sering melihat munculnya sosok-sosok pemimpin yang seakan-akan lahir dari hasil kerja manusia semata. Dari kacamata iman, ada satu keyakinan yang selalu menyertai pandangan spiritual umat beragama, bahwa siapa yang menjadi pemimpin sesungguhnya sudah tercatat di sisi Tuhan.”Qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi’ul-mulka

Pemimpin itu Sudah Tercatat: Sebuah Renungan Teologis Read More »

Kurikulum Berbasis Cinta: Revolusi Sunyi Pendidikan Kemanusiaan

Kurikulum berbasis cinta yang secara resmi diluncurkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia pada hari Kamis, 24 Juli 2025, bukan sekadar kebaruan administratif dalam dunia pendidikan keagamaan, melainkan sebuah lompatan kultural dan spiritual yang berakar pada kesadaran humanistik dan ekologis. Kurikulum ini dirancang dengan semangat menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab ekologis sebagai fondasi

Kurikulum Berbasis Cinta: Revolusi Sunyi Pendidikan Kemanusiaan Read More »

Dari Eksoterika Agama Ke Esoterika Agama

Ada hadis yang sangat populer dan sering menjadi acuan kalau kita berbicara keislaman dan keimanan yaitu hadis yang berbicara tentang Jibril yang menyamar jadi manusia , mendatangi Muhammad dan para sahabatnya, dan Jibril menanyakan tentang Islam, Iman dan Ihsan. Dan Nabi menjawab dengan baik ketiga pertanyaan tersebut. Satu pertanyaan yang tidak dijawab oleh Nabi yaitu

Dari Eksoterika Agama Ke Esoterika Agama Read More »