Kesuksesan itu Diperjuangkan!

”Perjuangan yang dimulai dari titik nol” sebuah ungkapan yang sering digunakan untuk menggambarkan betapa sebuah perjalanan menuju kesuksesan besar harus dimulai dari awal. Frase ini mengandung makna bahwa perjuangan untuk sukses itu hendaknya dimulai dari posisi yang kecil, sederhana, dan minimalis, tetapi dilakukan dengan kerja keras, kerja serius, tekad, dan dedikasi yang tinggi, hingga mampu […]

Kesuksesan itu Diperjuangkan! Read More »

Haji: Perjalanan Menjemput Panggilan Cinta

Perjalanan haji ke tanah suci bukan hanya perjalanan spiritual, namun perjalanan cinta untuk menjemput kerinduan kepada sang Pencipta. Rindu yang oleh sebagian besar jamaah haji telah memendamnya begitu lama, tidak hanya berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, malah tidak sedikit yang merelakan kerinduannya terbawa serta dalam kematiannya.   Perjalanan spiritual lebih dekat dengan perjalanan cinta menuju

Haji: Perjalanan Menjemput Panggilan Cinta Read More »

Membincang Tradisi “Belis” di Manggarai

SAAT melakukan penelitian “Diaspora Bima di Manggarai terkait Adat Perkawinan dan Kematian” tahun lalu, tepatnya bulan Mei 2023, ada hal menarik yang disampaikan oleh Nur Dafiq, seorang akademisi dari Universitas Katholik Indonesia Santu Paulus Ruteng terkait proses perkawinan orang Manggarai dan jumlah belis (mahar) yang diberikan.Nur Dafiq ialah putri dari Syarifudin, pegawai Kemenag Ruteng yang

Membincang Tradisi “Belis” di Manggarai Read More »

Difabel, Inklusi, dan Demokratisasi Pendidikan

SECARA teoretis sudah umum disadari bahwa setiap manusia itu unik dan berbeda sehingga memerlukan perlakuan dan pendekatan berbeda pula. Sayangnya pengetahuan dan kesadaran tersebut hanya dipelajari dalam ilmu psikologi, sedangkan dalam praktiknya banyak orang yang sulit menerima perbedaan. Buktinya hingga kini banyak kaum difabel yang dipandang seolah sebagai “hasil karya tuhan yang gagal”. Masyarakat, keluarga

Difabel, Inklusi, dan Demokratisasi Pendidikan Read More »

Haji, Mencapai Kedalaman Spiritual dan Transformasi Diri

SUASANA haji semakin hari semakin terasa hangatnya di tengah kehidupan masyarakat, khususnya di Indonesia, tidak hanya dirasakan oleh calon jamaah haji, akan tetapi dirasakan pula oleh seluruh elemen masyarakat. Mungkin karena ibadah haji merupakan ibadah yang bisa dikatakan sangat ketat persyaratannya, terutama harus istito’ah (berkemampuan), baik secara logistik, pengetahuan, tingkat keimanan, maupun kesehatan.  Haji merupakan

Haji, Mencapai Kedalaman Spiritual dan Transformasi Diri Read More »

Membincang Tradisi Intelektual di Kalangan NU dan Muhammadiyah

SAMA dengan buku karya Ahmad Zahro, buku karangan Rifyal Ka’bah merupakan hasil riset disertasi beliau pada Pascasarjana Universitas Indonesia tahun 1998. Bedanya, kalau karya Ahmad Zahro hanya fokus mengkritisi hasil keputusan Lajnah Bahtsul Masa’il NU, karya kedua ini, mengkritisi metode istinbath dan keputusan Lajnah Bahtsul Masa’il NU dan Lajnah Tarjih Muhammadiyah.Mengawali kajian dalam buku ini,

Membincang Tradisi Intelektual di Kalangan NU dan Muhammadiyah Read More »

Membincang Tradisi Intelektual di Kalangan NU

SAYA menemukan dua buah buku yang sangat bagus mengkritisi tradisi intelektual NU dan Muhammadiyah dalam menetapkan hukum Islam kontemporer. Buku pertama hasil karya Dr. Rifyal Ka’bah membahas Hukum Islam di Indonesia: Perbandingan antara Hasil Keputusan Lajnah Bahtsul Masail NU dan Lajnah Tarjih Muhammadiyah. Sementara buku kedua karya Dr. Ahmad Zahro yang membincang Lajnah Bahtsul Masail

Membincang Tradisi Intelektual di Kalangan NU Read More »

Tradisi Intelektual yang Mati Suri

ISLAM sangat mengedepankan tradisi intelektual atau tradisi keilmuan dalam menjalankan proses beragama.  Wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad saw dan  pengangkatan Beliau sebagai Rasul adalah dorongan untuk pengembangan tradisi intelektual, yaitu perintah untuk membaca. Dan perintah ini diulang sebanyak dua kali oleh malaikat Jibril kepada Muhammad saw, di lima ayat turunnya wahyu pertama. Dan ini 

Tradisi Intelektual yang Mati Suri Read More »

La Rimpu Kembali Menggerakkan Aktor Perdamaian di Lima Desa

Sekolah Rintisan Perempuan untuk Perubahan (La Rimpu) kembali melaksanakan kegiatan pelatihan untuk kelompok perempuan tingkat desa, Sabtu-Minggu, 20-21 April 2024. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di lima desa binaan La Rimpu di Kabupaten Bima, yaitu Desa Penapali, Desa Renda, Desa Kalampa, Desa Roka, dan Desa Dadibou. Kegiatan ini melibatkan 125 peserta, di mana, masing-masing desa

La Rimpu Kembali Menggerakkan Aktor Perdamaian di Lima Desa Read More »