Tadabur Alam: Tradisi Komunikasi Makrokosmos

SEBAGAI manusia, kita bukan satu-satunya makhluk yang diciptakan Tuhan untuk eksis di semesta raya. Ada ribuan bahkan jutaan makhluk lainnya yang memiliki hak eksis yang sama dengan kita. Kesadaran ini penting kita miliki, dan kemampuan mengimplementasikan kesadaran itulah sesungguhnya yang diinginkan oleh ayat Tuhan dalam diksi lita’arafu (agar saling mengenal) dalam tataran makrokosmos. Dalam misi […]

Tadabur Alam: Tradisi Komunikasi Makrokosmos Read More »

Orientasi Sosial Keimanan

DALAM kajian keagamaan bahwa ayat al-Qur’an yang dimulai dengan “Ya Ayyuhalladzina amanuu”, pasti sesudah itu ada hal yang sangat penting yang akan dibicarakan ayat tersebut. Seperti ayat tentang diwajibkannya untuk berpuasa dimulai dengan panggilan untuk orang-orang yang beriman, begitupun dengan ayat-ayat lain. Kalimat panggilan tersebut diulang sebanyak 89 kali dalam al-Qur’an.Dari keseluruhan ayat tersebut, yaitu

Orientasi Sosial Keimanan Read More »

Kartini, Feminisme, dan Manusia Jenis “Ketiga”

NAMA R.A. Kartini telah ditahbiskan sebagai simbol perjuangan dan pembebasan kaum wanita Indonesia. Meski Kartini sendiri tidak sepenuhnya berhasil menikmati hasil perjuangannya (karena dipoligami), betapapun jejak perjuangannya telah menginspirasi bangsa ini—yang hari ini kita peringati. Tetapi tapal batas tentang ide kebebasan kaum wanita sebagaimana diharapkan Kartini tampaknya masih dalam perdebatan. Di Indonesia gagasan tentang ide

Kartini, Feminisme, dan Manusia Jenis “Ketiga” Read More »

Merindui Asa yang Mencintai

SALAH satu ayat al-Qur’an yang sering dikutip terkait dengan cinta yakni Surah Ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu mendapatkan ketenangan hati dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”Al-Qur’an

Merindui Asa yang Mencintai Read More »

Kultur Lahirnya Karya Besar

MENGUKUR sebuah karya untuk menyebutnya sebagai karya besar-kecil, bagus-jelek, dan ribuan penilaian lainnya tentu bersifat subjektif. Ranah yang mungkin ganjil untuk sebagian orang. Seperti kata N. Marewo dalam Pidato Kebudayaan Mbojo Writers Festival 2021 berjudul Budaya Baca-Tulis dan Proses Penulisan bahwa untuk menilai sebuah karya (sastra) atau detail-detail proses berkarya ialah domain kritikus sastra.Namun, kreativitas

Kultur Lahirnya Karya Besar Read More »

Kulturahmi dan “Kemewahan” Event Budaya

SAMPAI saat ini, saya masih menganggap bahwa kehadiran sebuah event budaya di daerah kecil seperti Dompu dan Bima–entah itu ajang literasi, Mbojo Writers Festival, Festival Rimpu atau apa pun–masih merupakan sebuah “kemewahan”.Itu karena saking langkanya, kegiatan-kegiatan semacam itu. Itu alasan lain mengapa saya selalu antusias dan berusaha keras untuk hadir.Saya sendiri bukan budayawan, sejarawan atau

Kulturahmi dan “Kemewahan” Event Budaya Read More »

Pajangan Diri dalam Galeri Takwa

GALERI adalah sebuah tempat atau ruang yang didedikasikan untuk menampilkan suatu karya, biasanya dalam bentuk lukisan, fotografi, atau karya visual lainnya. Galeri dapat berupa ruang publik yang terbuka untuk umum atau ruang pribadi yang dimiliki oleh seorang kolektor yang digunakan untuk memajang sesuatu yang indah, pantas dan layak untuk dipertontonkan. Galeri dapat berfungsi disamping sebagai

Pajangan Diri dalam Galeri Takwa Read More »

Bangkrut Eskatologis

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang mengurai tenunannya yang sudah (dipintal dengan) kuat sehingga cerai berai” (QS: 16.92).Pasca Ramadan ini sangat menarik untuk membaca ayat di atas. Bahwa berpuasa Ramadan dapat diibaratkan sebagai menenun hingga menjadi tenunan yang kuat. Kita semuanya sudah punya tenunan yang kita pakai setiap hari. Selama sebulan kita menenun, tentu

Bangkrut Eskatologis Read More »

Internalisasi Nilai-Nilai Ramadan

Ramadan sudah meninggalkan kita. Kita menunggu lagi sebelas bulan ke depan untuk bersua kembali dengan bulan mulia itu. Begitu banyak bekas-bekas pengalaman keberagamaan yang ditinggalkan Ramadan. Mulai dari sahur sampai sahur kembali. Proses waktu dari sahur ke sahur, sangat bernilai tinggi di sisi Tuhan bagi yang menjalankan ibadah puasa sesuai dengan kaidah-kaidah keagamaan. Betapa berlipat

Internalisasi Nilai-Nilai Ramadan Read More »

Ijtihad Kemanusiaan ala Munawir Sjadzali

SALAH SATU buku yang ditulis oleh Munawir Sjadzali adalah berjudul “Ijtihad Kemanusiaan”. Buku ini sebenarnya sudah lama dicetak sekitar tahun 1997, namun tetap relevan untuk dikaji karena kontennya berkaitan dengan perkembangan nalar intelektual umat Islam. Buku ini pada intinya membahas tiga tema besar yaitu: Islam rahmatan lil alamin, wahyu dan peranan akal dari zaman ke

Ijtihad Kemanusiaan ala Munawir Sjadzali Read More »