Di Bawah Pengasuhan Gadget

PENGASUHAN yang kita kenal sejak dulu adalah pengasuhan orang tua, sampai muncul teori psikologi yang dikenal dengan Pola Asuh Orang Tua. Pengasuhan orang tua sesungguhnya merupakan tugas yang melekat sebagai fitrah bawaan sekaligus tanggung jawab sebagai orang yang melahirkan keturunan.

Begitu melekatnya fungsi pengasuhan pada orang tua, Nabi SAW menegaskan bahwa apapun keadaan dan kondisi seorang anak sangat ditentukan oleh bagaimana pengasuhan yang diberikan orang tuanya. “Fa abawahu yuhawwidanihi au yunashshiranihi”. Orang tuanyalah yang membuat anaknya menjadi Yahudi atau Nasrani.

Seorang penyair ternama Hafiz Ibrahim menguntai kalimat indah betapa pengasuhan orang tua itu begitu penting nilainya bagi tumbuh kembang anak “Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq”. Ibu adalah madrasah (Sekolah) pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan pokok pangkal bangsa yang baik.

Saat ini untaian-untaian indah tentang pengasuhan orang tua dalam mengawal tumbuh kembang anak mulai bergeser. Seorang ibu dan bapak tidak lagi mengambil peran maksimal dalam pengasuhan anaknya, tidak lagi menjadi tokoh yang membuat anaknya nyaman dan tenang berada disampingnya, tidak lagi menjadi figur yang sikap dan prilakunya membelajarkan anak-anaknya, tidak lagi menjadi sosok yang dirindukan oleh anak-anaknya untuk bermanja-manja, bahkan tidak lagi menjadi solusi saat situasi anak-anak berada dalam ketidaknyamanan.

Ada benarnya statetemen orang-orang bahwa suatu saat nanti akan ada beberapa peran dan profesi yang bakal bergeser fungsinya, akan tergantikan peran pentingnya oleh benda atau mesin yang lahir dari produk perkembangan zaman. Ternyata salah satu peran dan fungsi dimaksud adalah pengasuhan orang tua.

Tumbuh kembang anak-anak pada zaman ini lebih dominan berada pada pengasuhan gadget dibanding pengasuhan orang tua. Lihat saja kenyataan saat ini; jika anak-anak menangis karena merasa situasi sekitarnya tidak nyaman—solusinya dipegangi gadget. Jika orang tua sedang sibuk dengan pekerjaannya, supaya anak-anak tidak menjadi pengganggu dalam pekerjaan orangtuanya—solusinya diberikan menikmati gadget. 

Tatkala ada tugas rumah dari guru, orang tua sudah tidak dipercaya oleh anak-anak, dan orang tua pun sudah tidak tertarik mendampingi belajar anak-anak—solusi terbaik adalah membuka gadget, karena dari situ lebih banyak menemukan solusi yang ramah anak-anak. Tatkala orang tuanya keluar rumah untuk waktu yang lama, anak-anak sudah tidak lagi resah dengan makan dan minumnya, orangtuapun tidak lagi galau—solusinya belanja online lewat gadget.

Dulu anak-anak tidak betah berada di dalam rumah, karena fitrah bermain menuntutnya untuk harus keluar rumah mencari teman-temannya untuk bermain; diantaranya bermain petak umpat, bak sodor, tebak-tebakan, masak-masakan, jual-jualan, dan banyak lagi jenis permainan tradisional yang dapat dinikmati anak-anak. Sekarang anak-anak lebih asik bermain dengan gadget, karena ramah dengan permainan anak-anak, banyak pilihan, dan menantang serta memancing rasa penasaran anak-anak.

Baca Juga: Gagap Bermedsos, Tapi Sepertinya Kita Pula Pelakunya

Generasi saat ini benar-benar didominasi oleh pola asuh gadget ketimbang pola asuh orang tua. Karena gadgetdikenal oleh anak-anak semenjak usia balita dan menjadi solusi bagi sebagian orang tua untuk menggantikan peran pengasuhannya di saat orang tua mengalami kelelahan dengan tugas rutinitas.

Anak juga menemukan keramahan pada gadget yang mungkin di sebagian orang tua tidak mampu memberikannya, hampir seluruh permasalahan yang dialami anak-anak terpecahkan oleh gadget dengan ramah dan respon yang cepat, sehingga anak-anak lebih suka bermanja-manja dengan gadget ketimbang dengan orang tuanya. Ini ancaman sekaligus tantangan bagi kita para orang tua yang harus kita sikapi dengan serius.

Jika tidak mungkin untuk membersamai anak-anak sepanjang waktu oleh karena kesibukan dan kelelahan kita, setidaknya dalam keseharian di rumah ada contoh perbuatan baik, sikap baik, suara yang baik, prilaku yang baik, dan kebiasaan yang baik  yang bisa dilihat dan diamati anak-anak dalam kesehariannya di rumah.  

Atau menyepakati kebiasaan-kebiasaan standar yang bisa menjadi kebiasaan untuk diterapkan dalam keadaan sendiri maupun bersama-sama dengan teman-temannya atau dengan keluarga, misalkan membiasakan aktivitas mengaji magrib sekalipun hanya beberapa ayat, shalat harus dibiasakan dan diusahakan tepat waktu, silaturrahmi keluarga diagendakan, tidur di awal malam dibiasakan, dan beberapa kebiasaan baik lainnya untuk diwariskan kepada anak-anak.

Inilah tantangan zaman buat kita sebagai orang tua yang membutuhkan sikap serius dan tentunya bijaksana, karena anak-anak kita sedang berada pada zaman yang berbeda dengan zaman kita, di mana perkembangan zaman memaksa generasi untuk harus tahu dan paham terhadap produk teknologi.

Ada satu untaian kalimat bijak dari Ali bin Abi Thalib yang patut kita renungkan, “Allimu auladakum fainnahum makhliquna lizamanin ghairi zamanikum.” Didiklah anak-anakmu (sesuai zamannya) karena mereka diciptakan untuk zamannya bukan untuk zamanmu.

Pengasuhan mungkin saja berpengaruh karena perkembangan zaman, tetapi pola asuh masih bisa diciptakan oleh orang tua dalam bentuk pembiasaan-pembiasaan baik dan contoh-contoh yang bisa dikenang, diingat, dan tentunya bisa ditiru serta dijadikan kebiasaan bagi anak-anak kita di manapun dan kapanpun.[]

Ilustrasi: solopos.com

2 komentar untuk “Di Bawah Pengasuhan Gadget”

  1. Subhanallah …Bagaimana Solusinya ..?
    Bahkan orang tuanya juga tidak mau melepaskan Gadgetnya …sampai anaknya sendiri di lupakan lebih sayang sama gadgetnya … bagaimana nasib pendidikan di zaman ini ???

  2. Nanda Zahratu Raudah

    Astagfirullahal adzim….
    Miris mendengarnya ketika gedget mengalihkan semuanya, apalgi sampai benar mengalihkan peran ,kewajiban orang tua dlm mendidik mengasuh anak2nya,,!! Kasih sayang, kenyamanan, kebahagiaan yang utama haruslh dimualai dari orang tua/keluarga,,jg smpai peran kita sebagai orang tua terkalahkan dengan adanya gedget….aamiin 🤲🙏

    Tabarakallah ayahandaku, sehat2 disana bapak……**karyamu selalu di hati 🙏

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *