Lakukan Pendampingan Perdana, La Rimpu Ajak Perempuan Desa Roi dan Roka untuk Terlibat

MENINDAKLANJUTI kegiatan assessment yang dilakukan oleh La Rimpu dua pekan yang lalu pada tanggal 28 Januari 2023 di Desa Roi dan Roka di Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, La Rimpu kembali melakukan pendampingan dan pemetaan program pemberdayaan perempuan di dua desa tersebut pada tanggal 12 Februari 2023.

Kegiatan pendampingan yang dilakukan di Desa Roi ini terbagi menjadi tiga sesi yaitu kegiatan pembukaan, yang diawali dengan sambutan oleh Program Officer La Rimpu, dan pemutaran video profil La Rimpu serta pengenalan singkat beberapa anggota Tim Fasilitator La Rimpu yang hadir pada kesempatan tersebut.

Kemudian, acara ini disambut secara langsung oleh Sekertaris Desa Roi dan Roka, Awajaitun, S.H dan Supryadin, S. Pd. Keduanya sangat antusias menerima bahkan menunggu kehadiran La Rimpu sebagai follow up diskusi bersama La Rimpu dua pekan sebelumnya.

Mereka mengakui bahwa kedua desa tersebut sangat membutuhkan wadah perjumpaan untuk meredam gejolak sosial yang selama ini sangat mudah tersulut, bahkan hanya karena persoalan kecil.

Baca juga: Tim La Rimpu Lakukan Assesment untuk Desa Binaan Baru

Potensi konflik antar remaja, antar pemuda, dan antar dua desa ini sangat mudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini. Sehingga, mereka membutuhkan aktor-aktor yang dapat menjadi pencegah terjadinya konflik kekerasan, terutama ibu-ibu dan perempuan muda sebagai orang yang berperan penting dalam mendidik anak.

Sekdes Roi dan Roka sama-sama berharap bahwa kerja sama kedua desa melalui program pendampingan dari Sekolah Perempuan La Rimpu dapat menjadi wadah untuk menciptakan suasana harmonis dan hubungann yang jauh lebih baik dan tulus antar kedua desa, sehingga tidak ada lagi konflik kekerasan yang terjadi antar Desa Roi dan Roka.

Harapan besar tersebut diamanahkan kepada 20 orang perempuan pilihan dan utusan desa masing-masing untuk dapat berdaya dan menginspirasi perempuan lain sebagai agen perdamaian. Misi besar ini dikemas dalam program pemberdayaan melalui sekolah perempuan sebagai wadah perjumpaan bagi mereka untuk mengurangi ketegangan dan potensi konflik yang selama ini rawan terekskalasi di antara dua desa tersebut.

Sesi inti daripada kegiatan ini adalah pemetaan potensi lokal desa dan perumusan program pemberdayaan oleh 20 orang perempuan peserta binaan dan pendampingan La Rimpu, yang kemudian disebut sebagai “La Rimpu Roi-Roka”.

Selain itu, mereka juga didorong untuk menggali potensi diri, baik kelebihan dan kekurangannya, serta minat dan bakat yang ingin mereka kembangkan di bawah bimbingan fasilitator La Rimpu. Mereka juga didorong untuk melakukan diskusi terbuka antar desa, pemaparan, dan identifikasi masalah serta cara-cara penyelesaiannya, hingga pada presentasi hasil perumusan program-program prioritas yang dapat sama-sama mereka jalankan kedepannya.

Mereka terdiri dari 10 orang perempuan dari Desa Roi dan 10 orang perempuan dari Desa Roka, yang kemudian akan dibimbing dan dimentori oleh Tim Fasilitator La Rimpu untuk satu tahun kedepan. Mereka adalah perempuan-perempuan terpilih dan potensial yang diharapkan akan menjadi agen perdamaian di desa mereka masing-masing.

Jika dua pekan yang lalu Tim Fasilitator La Rimpu melakukan kunjungan untuk penggalian informasi dan assessment melalui Kades dan Sekdes, kali ini para peserta dari kedua desa tersebutlah yang melakukan assessment pemetaan potensi desa masing-masing.

Baca juga: Dinda tentang La Rimpu, Agen Perdamaian Itu

Mereka mengidentifikasi masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat mereka, kemudian mereka sama-sama merumuskan program yang potensial untuk dikembangkan dalam menjawab permasalahan tersebut berdasarkan potensi desa masing-masing, setidaknya dalam jangka waktu satu tahun ke depan.

Sehingga, kali ini La Rimpu, hadir menjadi fasilitator yang membantu menghubungkan kedua desa dan mengarahkan mereka untuk sama-sama menggali potensi desa masing-masing, kemudian dirumuskan dalam program pemberdayaan yang menarik.

Singkatnya, mereka sendirilah yang merumuskan kegiatan dan program pemberdayaan untuk dijalankan bersama-sama kedepannya. La Rimpu hadir sebagai wadah perjumpaan dan membantu mendorong lahirnya program pemberdayaan berkelanjutan yang akan terus dikembangkan, bahkan setelah pendampingan La Rimpu berakhir nantinya di akhir tahun 2023.

Pada akhir kegiatan, La Rimpu menekankan bahwa kunci kesuksesan program pemberdayaan ini adalah komitmen semua peserta untuk mengikuti kegiatan hingga akhir nanti, mengingat program ini akan dilaksanakan selama satu tahun penuh.

Selain itu, La Rimpu juga meminta komitmen dari aparat desa untuk selalu mendorong keberlanjutan program ini sehingga ibu-ibu dan perempuan muda dapat terus berdaya dan melanjutkan praktik-praktik baik yang sudah direncanakan bersama La Rimpu.

Kegiatan ini ditutup dengan terbentuknya kepengurusan La Rimpu Roi-Roka yang diketuai oleh Ibu Kades Roi dan Ibu Sekdes Roka sebagai sekretaris. Mereka akan menjadi aktor kunci yang akan melanjutkan ikhtiar dan praktik-praktik baik yang La Rimpu implementasikan di desa mereka.

Rencananya, lounching dan pembukaan secara resmi terbentuknya La Rimpu Roi-Roka akan dilakukan pada awal Maret 2023 nanti, sebagai tanda bahwa La Rimpu telah memiliki Desa Binaan Baru yang ke tujuh dan delapan, setelah berhasil melakukan pembinaan dan pendampingan di enam desa lainnya di Kabupaten Bima sejak tahun 2018.[]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *