La Rimpu adalah wadah dan forum perjumpaan bagi perempuan dalam rangka membangun potensi dan mendorong terjadinya perubahan ekonomi, sosial, dan budaya yang positif dalam masyarakat. Dari namanya, La Rimpu merupakan singkatan dari “Sekolah Rintisan Perempuan untuk Perubahan”.
Sehingga, salah satu tujuan dari La Rimpu adalah Melakukan kegiatan penguatan kapasitas perempuan agar bisa berperan aktif baik pada level keluarga, masyarakat, maupun negara.
Dalam rangka pembukaan desa binaan baru di tahun 2023 ini, Sabtu 28 Januari 2023 kemarin Tim La Rimpu, fasilitator dan volunteer melakukan silaturahmi ke kedua desa (Roi dan Roka) di Kecamatan Palibelo sebagai desa mitra dan binaan dalam program pemberdayaan perempuan.
Silaturahmi kali ini dilakukan dengan cara yang berbeda dari biasanya, karena kali ini tim La Rimpu melakukan silaturahmi langsung ke rumah Kepala Desa (Kades) setempat dan Sekretaris Desa (Sekdes) kedua desa tersebut, jadi tidak berkunjung ke Kantor Desa. Pendekatan ini ternyata cukup efektif untuk melakukan penggalian informasi dan assesmen kebutuhan desa secara lebih santai tetapi tetap komprehensif.
Baca juga: Dinda tentang La Rimpu, Agen Perdamaian Itu
Suasana silaturahmi kali ini juga sangat hangat dan ramah. Sehingga kami dari tim La Rimpu merasa disambut dan dibutuhkan kehadirannya. Kedatangan tim La Rimpu disambut dengan kopi buatan Bu Kades, lalu dilanjutkan berbincang soal potensi dan tantangan yang dihadapi kedua desa selama ini.
Dengan sambutan seperti ini, sangat terasa kekeluargaannya. Apalagi gerak La Rimpu mengusung filosofi Mahawo, Manggawo, Marimpa. Hal ini merupakan pertanda baik dari pihak desa bahwa ke depan La Rimpu akan mendapatkan dukungan secara penuh oleh Aparat Desa dan disambut dengan tangan terbuka oleh masyarakat Desa Roi dan Roka.
Setelah ngobrol basa-basi, tetapi sangat bermakna itu. Kemudian Tim La Rimpu melakukan perkenalan singkat tentang tujuan, apa dan siapa La Rimpu dan program-program apa saja yang telah dilakukan oleh La Rimpu beberapa tahun terakhir.
Setelah menyimak secara bersama pemaparan dari tim La Rimpu, Kades dan Sekdes begitu sangat antusias untuk menerima dan memfasilitasi rencana projek sosial yang akan dilakukan oleh La Rimpu di kedua Desa tersebut. Mereka juga sangat berterimakasih kepada La Rimpu yang telah memilih Desa Roi dan Roka sebagai desa binaan pemberdayaan perempuan selanjutnya.
Pasalnya, beberapa waktu lalu, setelah sukses melakukan program serupa di Desa Ngali dan Renda, Desa Kalampa dan Dadibou, Desa Wora dan Nangawera – yang semuanya identik sebagai desa konflik – dengan hadirnya kerja-kerja La Rimpu, hal itu bisa diminimalisir dan berhasil membawa perdamaian dan perubahan, jelas, salah satu aktor pendamai (peacemaker) dibaliknya adalah perempuan.
Kemudian Kades dan Sekdes juga memaparkan kondisi sosial masyarakat tiap-tiap Desa sebagai gambaran awal La Rimpu untuk memetakan program yang cocok dan sesuai untuk kedua desa tersebut. Keduanya sama-sama setuju bahwa konflik antar pemuda ataupun antar desa masih menjadi PR besar bagi kedua desa tersebut.
Mereka menyadari, mengakui, sekaligus berharap banyak kepada tim La Rimpu untuk membantu merumuskan program pemberdayaan untuk perempuan di kedua desa tersebut sebagai wadah perjumpaan perempuan untuk membangun hubungan yang erat dan tulus antar keduanya, sehingga tidak ada lagi potensi-potensi konflik kedepannya, jikalaupun ada potensi konflik, para Ibu-ibu dan perempuan muda dapat berdaya dan menjadi aktor pencegah dan pendamai konflik antar desa dan pemuda.
Baca juga: Alamtara Institute dan La Rimpu Ikut Ambil Bagian dalam Festival Teka Tambora 2022
Sebaliknya, Tim La Rimpu juga berharap bahwa desa dan masyarakat dapat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam agenda pemberdayaan perempuan yang rencanya akan dilakukan selama satu tahun penuh tersebut. Tim La Rimpu meminta komitmen, baik dari aparat desa maupun masyarakat, untuk sama-sama belajar dan berkembang untuk berdaya bersama baik dalam tataran individu, keluarga, maupun masyarakat melalui program pemberdayaan yang akan dirumuskan secara sama-sama nantinya.
Selain itu, La Rimpu juga berharap sekaligus mendorong bahwa mereka akan menjadi penerus yang akan melanjutkan program-program pemberdayaan di desa mereka masing-masing setelah program La Rimpu berakhir nantinya.
Melihat respon positif dan antusiasme aparat desa, tim La Rimpu berharap Desa Roi dan Desa Roka akan menjadi desa percontohan bagi desa-desa binaan La Rimpu kedepannya, bahwa kerja sama dan sinergi antar aparat desa, masyarakat desa, dan tim La Rimpu adalah kunci sukses untuk keberlanjutan praktik-praktik baik untuk perubahan positif dalam suatu desa binaan.
Singkatnya, pertemuan ini merupakan langkah awal dari tim La Rimpu untuk melakukan observasi dan sekaligus sowan ke Kepala Desa dan Sekretaris Desa setempat untuk memahami kondisi sosial masyarakat desa dan sekaligus melihat potensi-potensi desa yang dapat dikembangkan dan menjadi projek yang menarik bagi perempuan untuk satu tahun kedepan.[]

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta





