Eksistensi Ruh dan Aktivitas Manusia

KITA sering mendengar dan bahkan membahas tentang ruh, baik dalam forum yang formal seperti diskusi, proses belajar, ceramah, pengajian, maupun dalam forum-forum non formal, seperti berbincang-bincang seputar ruh, atau bertukar pendapat lewat group-group online.

Dari perbincangan tersebut, bisa kita katakan bahwa belum pernah mendapatkan kesimpulan yang tuntas, mungkin memang karena Tuhan telah berikrar bahwa ruh adalah urusan-Nya dan  kita diberikan pengetahuan tentangnya hanya sedikit saja.

Tak mengapa, dengan pengetahun yang sedikit ini, kita coba membahasnya sebagai bahan perenungan dan pemikiran, kiranya kita dapat menyikapinya dengan wajar dan pantas. Dan dalam “Kolom Hikmah” kali ini kita tidak akan membahas hakikat dan proses peniupan ruh ke dalam jasad, akan tetapi bagaimana mengelola keberadaan ruh yang telah ada dalam diri kita.

Baca juga: Keshalehan Ruhani dan Harta

Ketahuilah bahwa ruh adalah energi kehidupan bagi semua makhluk hidup yang berasal dari Tuhan, tak terkecuali manusia. Keberadaan ruh dalam jasad ini telah menyebabkan seluruh organ menjadi terfungsikan dengan wajar.

Tuhan meniupkan ruh kepada kita sebagai amanah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, difungsikan dengan sebaik-baiknya, dan tentunya juga harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Kemanfaatan dari fungsi ruh sebagai energi penggerak yang luar biasa dari Tuhan, hendaknya kita gunakan dengan sangat hati-hati dan seselektif mungkin, jangan karena kecerobohan dan ketidakhati-hatian kita, menyebabkan ruh termanfaatkan pada aktivitas-aktivitas yang tidak terpuji.

Pernahkah kita mencoba merenung dan kemudian menyadari bahwa kemampuan kita melakukan apa saja, membicarakan apa saja, dan memikirkan apa saja selama hidup ini, ditopang oleh keberadaan ruh. Dan apa saja bentuk aktivitas yang kita lakoni, entah itu aktivitas baik ataupun buruk, terpuji ataupun tercela, bermanfaat untuk orang banyak atau tidak, semuanya dibersamai dan tentunya direkam oleh ruh.

Tuhan memang menitipkannya dalam jasad kita untuk menggerakkan aktivitas, karena dia adalah energi yang menggerakkan. Maka idealnya ruh itu harus diajak untuk  lincah berkelana sebanyak dan sejauh mungkin dalam urusan kemanusiaan dan kemakhlukan, dalam urusan sosial dan keagamaan, dan dalam urusan muamalah dan ibadah.

Baca Juga  Pergantian Tahun: Menyulam Kenangan, Merajut Harapan

Mari kita perhatikan beberapa ayat di dalam al-Qur’an yang menyatakan bahwa Tuhan tidak respek terhadap orang-orang yang tidak bangkit, tidak bergerak memanfaatkan keberadaan ruh. Seperti ayat qum faandzir—Bangun dan bersiaplah – untuk menyatukan tekad dan memberi peringatan kepada umat manusia sehingga semuanya dapat mewujudkan misi kerasulan. Ayat ini sentilan untuk orang-orang yang meninabobokkan ruhnya (baca: tidak beraktivitas).

Kemudian ayat faidza faragta fanshab—Jika engkau telah selesai dari urusan akhiratmu maka fokuslah dan seriuslah untuk amalan selanjutnya. Ayat ini merupakan teguran buat orang-orang yang sering merasa bahwa waktu untuk beraktivitas sudah selesai.

Baca juga: Waktu Kita Belum Selesai

Berikutnya ayat fa iżā quḍiyatiṣ-ṣalātu fantasyirụ fil-arḍi—apabila seorang muslim telah selesai menjalankan ibadah kepada Tuhannya, maka diperintahkan baginya bertebaran di muka bumi, sebagai tindakan yang dapat menyeimbangkan urusan duniawi dan ukhrawi. Ayat ini merupakan peringatan buat orang-orang yang berdiam diri karena merasa sudah puas dengan ibadah salatnya.

Dan masih banyak ayat dari firman Tuhan yang lain yang senada dengan ayat di atas  bahwa ruh tidak pantas berada dalam jasad yang pasif.

Dengan memahami eksistensi ruh di dalam diri ini sebagai daya gerak, maka penting untuk memilah dengan cermat setiap aktivitas yang kita jalankan. Selalu selektif dan eling, agar aktivitas yang dibersamai oleh ruh adalah aktivitas yang terpuji.

Kita harus ingat bahwa saat ruh itu ditiupkan ke jasad ini, kondisinya sangat bersih, Tuhan menitipkannya dengan kepercayaan yang sangat besar pada kita, bahwa kita telah dipandang sebagai yang bisa amanah dalam memanfaatkan ruh.

Pada saatnya nanti ruh itu akan kembali kepada Tuhan, jangan sampai Tuhan kecewa dengan kondisi ruh yang datang kepada-Nya dengan peforma yang lelah akibat membersamai aktivitas-aktivitas kita, dan ternyata aktivitas yang dibersamai adalah aktivitas yang tidak terpuji, sehingga kesuciannya yang dulu saat ditiupkannya kepada jasad, ternodai begitu buruk saat menghadap Tuhan setelah purna tugas dari membersamai jasad kita.

Baca Juga  Menjadi yang Paling Romantis

Ini penting kita ingat, agar dalam setiap aktivitas yang kita jalankan, benar-benar kita lakukan dengan hati-hati, karena apa yang telah dijalankan, entah baik atau buruk, akan terekam dengan sempurna dalam gulungan putaran perjalanan ruh selama membersamai hidup kita di bumi.

Ruh akan mempresentasikan apa adanya dari aktivitas membersamai jasad kita. Oleh karenanya, jangan pernah ada sekadar dalam angan-angan untuk melakukan manipulasi, apalagi berangan-angan untuk berpura-pura tidak tahu tatkala nanti kita dibersamai oleh ruh berhadapan dengan pengadilan Tuhan. Di dalam pengadilan Tuhan nanti, tidak akan pernah ada kemampuan kita untuk menyuarakan kalimat manipulatif, apalagi pura-pura tidak tahu.

Kita yang pasti paling tahu telah dibawa ke mana saja ruh ini? Telah melakukan apa saja, telah bertransaksi apa saja, dan telah membicarakan apa saja bersama ruh? Apa pun jawaban kita, itulah yang kita tahu tentang diri kita, dan jawaban dari pertanyaan itu pulalah yang sesungguhnya akan dibawa oleh ruh menghadap Tuhan nanti, tidak ada yang disembunyikan dan tidak ada yang dikurangi, apalagi dilebihkan.

Maka selayaknyalah kita untuk komitmen menjaga ruh yang selama ini bersemayam dalam jasad untuk dijamin kesucian dan kebersihannya, dengan cara komitmen melakukan aktivitas kebaikan dan menghindari aktivitas keburukan sebelum sampai waktunya ruh untuk kembali kepada Tuhan.[]

1 komentar untuk “Eksistensi Ruh dan Aktivitas Manusia”

  1. nggieh ayahanda,,insyaaAllah akan selalu bersemangat untuk terus berbenah menjdi lebih baik,,,,semoga ruh yang membersamai jasad ini selalu memebersamai pula dalam kebaikan dan menghindari dari segala macam kejelekan, ,,aamiin

    salam ta”dzim selalu ayahanda, sehat panjang umur,,senyum bahagia terus .
    salah satu ciptaan Nya yang tercipta ada dlm ayahanda adalah senyum yang MasyaaAllah bikin adem,,,Barakallah ayahandakuuh,,aamiin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *