ICT, Pandemi dan Sikap Kita

ICT adalah kepanjangan dari Information and Communication Technology atau Teknologi Informasi dan Komunikasi yang biasa kita kenal dengan akronim TIK. ICT merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kalangan pelajar maupun masyarakat secara luas.

Sebenarnya ICT atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) ini telah lama menjadi kebutuhan siap pakai oleh khalayak. Banyak yang memanfaatkannya, bahkan ada yang menjadikannya sebagai ajang perlombaan tingkat nasional maupun internasional. Bukan hanya itu, ICT dapat dijadikan sebagai persaingan antar negara mulai dari berbagai macam produksi gadget, laptop, elektronik bahkan alat-alat untuk senjata. Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia ICT sangat berkembang pesat. Bahkan, di Jepang sedang gencar-gencarnya dikembangkan teknologi 5.0 sebagai penerus teknologi 4.0.

Namun, lagi-lagi di masa Covid-19 yang menyebabkan kita terhalang oleh jarak, waktu, pekerjaan, dan berbagai macam aktivitas-aktivitas lainnya. Sekolah-sekolah harus tutup begitupun juga kampus, kantor-kantor serta negara-negara yang sedang gencar-gencarnya bersaing di era 4.0 terhambat. Sehingga dalam hal ini pemerintah setempat maupun pusat serta presiden menghibau kepada seluruh masyarakat agar melakukan physical distancing dan work from home yang kian lama semakin mapan kita lakukan.

Selain itu di masa Covid-19 ini bukan berarti teknologi, pendidikan menjadi terhalang, semuanya dapat teratasi dengan melakukan sistem daring di rumah atau biasa kita sebut “belajar online”. Belajar online sekarang bisa di mana saja, bisa lewat youtube dengan mencari topik-topik dalam rangka menambah wawasan pengetahuan, menambah edukasi, bisa juga melalui aplikasi zoom yakni aplikasi tatap muka atau video call yang sekarang banyak digunakan oleh kalangan pelajar, guru, dosen, serta instansi pemerintahan.

Selain itu terdapat WhatsApp, Google Classroom, Schoology serta masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan anak-anak SD diberikan materi melalui TV dengan pelajaran dan channel yang sudah ditentukan.

Baca juga: Ke Mana Arah Pendidikan Kita?

Berkat adanya ICT inilah manusia dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya, masih saling berhubung meski jarak jauh. Bayangkan saja jika sekarang kita tidak menggunakan ICT sebagai media perantara atau ICT tidak pernah ada. Ini akan menyulitkan bagi seluruh orang-orang didunia dan bisa saja banyak yang menggunakan jasa kurir serta jasa-jasa lainnya untuk mengirim berkas atau dokumen penting lainnya.

Penggunaan ICT yang lainnya adalah sebagai referensi dunia pendidikan. Pemberi informasi tentang kejadian atau peristiwa diluar sana yang jarang orang ketahui. Sebagai contohnya dalam referensi dunia pendidikan bagi seorang pelajar yakni “buku”. Maka dari itu teknologi komunikasi ini menyediakan bagi pelajar berbagai macam buku apa saja yang dapat diakses lewat media internet.

ICT dan Sikap Kita

Dalam penerapannya dari beberapa aspek, adapun faktor-faktor yang membedakan dan mempengaruhinya dapat berasal dari unsur internal dan unsur eksternal. Hal ini dapat berdampak positif dan memberikan dampak negatif dalam proses pembelajaran sehingga kurangnya sikap jujur dan daya saing antara pelajar maupun khalayak.

Dampak positif dan negatif itu dapat berasal dari orang-orang sekitarnya atau dari dalam diri anak itu sendiri. Karena sejatinya sebagai seorang pelajar maupun khalayak mempunyai keinginan masing-masing yang ingin mereka penuhi. Namun, jika seperti ini tidak ada bentuk kesadaran antar masyarakat bahwa penggunaan media internet seharusnya digunakan secara utuh dan baik.

Melihat dari segi negatifnya akibat faktor-faktor unsur eksternal sangat banyak. Pengaruh terbesar dapat dipengaruhi oleh sesama teman salah satunya. Karena kita bergaul hampir semuanya bersama teman. Makan, minum, dan main bersama teman. Hal inilah yang harus dihindari dan patut disadari oleh diri sendiri sebab teman bergaul adalah cerminan diri. Dalam hal ini terbukti dalam sebuah hadits dari Abu Musa r.a, bahwa Nabi Saw bersabda tentang peran dan dampak seorang teman : “perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi.

Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedangkan dari segi akibat faktor-faktor unsur internal juga sangat banyak. Pengaruh terbesar yakni dari diri sendiri, hawa nafsu kita sendiri yang mana tidak sepenuhnya mengikuti apa yang sudah diberikan tanggung jawab, akan tetapi sebaliknya. Tidak memanfaatkan media internet dengan baik, tidak mengakses seputar dunia pendidikan, jurnal, berita dan lain-lain. Akan tetapi yang sering diakses adalah permainan seperti free fire, Mobile Legend, youtube percintaan, dan lain-lain selain pendidikan dan itu nyata pembaca.

Saya mengambil salah satu contoh, bahkan uangpun dapat menjadi sarana untuk bermain game. Maksudnya adalah uang semestinya kita gunakan membeli hal-hal yang bermanfaat seperti buku, pulpen, dan lain-lain bagi seorang siswa atau mahasiswa sebagai pemenuhan kebutuhan sekolah. Namun, sebaliknya sejak game-game tersebut ada, uang mereka gunakan untuk membeli senjata-senjata dan keperluan lainnya di dalam game, sehingga lupa akan tanggung jawab utama.

Baca juga: Ketika Pemimpin Kehilangan Akal

Dalam pandangan Islam di dalam QS. Al-Isra’: 26-27, Allah SWT berfirman ; “dan janganlah kamu mengahambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Maka dari itu dibutuhkan kesadaran terhadap diri sendiri. Media internet pula layak kita manfaatkan secara maksimal mengambil sisi positif yang dapat membangun kreativitas, dan totalitas berkarya apalagi dalam bidang pendidikan, memberikan edukasi sebagai pengetahuan publik dan berbagi pengalaman. Misalnya, kita dapat membuat blogger hasil karya tulis ilmiah, penelitian, opini, refleksi, jurnal, berita, kamus bahasa dan lain-lain. Sehingga kita dapat berbagi informasi kepada khalayak.

Hal ini berdasarkan perintah Nabi saw kepada umatnya, sabda beliau; “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Dihasankan oleh al-Albani di dalam shahihul jami’ no: 3289). Dan dalam firman Allah swt QS. Al-Isra ayat 17: 7 yang artinya “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.”

Ilustrasi: Indonesiadigitallearning.com

 

2 komentar untuk “ICT, Pandemi dan Sikap Kita”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *