Ang Rijal Anas

Alumni Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Founder Komunitas Mbojo Itoe Boekoe

De Oots dan Nasib Film Sejarah

Melihat sejarah kadang menjadi tabu dan membingungkan. Jika tidak ada kearifan dalam memahami dan menerima hasil dari tragedi sejarah yang panjang, hal itu amat pasti dirasakan penikmat sejarah. Benturan narasi, silang pendapat hingga debat siapa yang benar-salah, kuat-lemah hingga siapa yang berhak menarasikan dan menafsirkan sejarah sangat ramai dewasa ini.Termasuk dalam Film De Oots yang […]

De Oots dan Nasib Film Sejarah Read More »

Power is Knowledge

Kekuatan adalah pengetahuan, begitu kira-kira terjemahan bebasnya. Atau, saya tekankan saja di sini untuk tidak bertele-tele. Bahwa kita sedang berada dalam keadaan yang lebih gawat-darurat “kekuatan menentukan pengetahuan”.Bah pasien, gejala awalnya hanya yang ringan-ringan saja. Seperti, hadirnya BPIP. Untuk membawanya ke rumah sakit terlalu jauh, dan belum memerlukan pemeriksaan intensif, cukup dengan obat apotek samping

Power is Knowledge Read More »

Oksigen Baru untuk Pancasila

Belum sepekan, Hari Pancasila kita peringati. Seperti biasa, media sosial dipenuhi twibbon dan doa-doa untuk kebaikan Pancasila. Selain itu, ada beberapa pihak yang terus mengeksploitasi isu kelahiran Pancasila. 1 Juni, 22 Juni atau 18 Agustus. Siklus selalu berulang dan setiap tahun begitu.Di samping harapan, tentu saja ada ratapan. Harian Kompas, edisi (31/5/2021) memuat berita yang

Oksigen Baru untuk Pancasila Read More »

Membaca Kans Bang Zul dan Tradisi Capres Tokoh NTB

Beberapa hari yang lalu, dari seorang teman saya melihat sebuah pamflet menarik. Pamflet dengan dominasi warna merah tersebut menampilkan dua orang tokoh sebagai ‘calon presiden’ 2024 itu, lengkap dengan profil mentereng hasil godokan kampus yang pasti terakreditasi A.Keduanya saling berjabat tangan, ingin meyakinkan publik bahwa mereka sehati, seide dan seperjuangan. Jelas saja, dalam profil singkat

Membaca Kans Bang Zul dan Tradisi Capres Tokoh NTB Read More »

Hari Buku dan Radhar Panca Dahana

Selalu ada ‘tragedi’ dan kesedihan di belakang perayaan. Ia tak benar-benar murni sebuah kesenangan. Akhirnya, menjadi momen, dibuat monumen hingga diperingati berdarah-darah.“Seremoni selalu ada, tapi ‘tragedi’ tetap abadi,” kira-kira begitu menggambarkan situasi ini.Perayaan hari buku juga begitu, diperingati atas ‘tragedi’ kematian penulis Spanyol yang terkenal: Miguel de Cervantes. Begitu juga perayaan lain: Valentine, Natal hingga

Hari Buku dan Radhar Panca Dahana Read More »

Kartini dan Sejarah di Ujung Tanduk

Dua tahun lalu saya dipercaya menjadi moderator sebuah diskusi film Kartini di kampus. Diskusi dihadiri beberapa dosen dan banyak mahasiswa.Karena ditunjuk, saya mengiyakan. Agar tak terlalu kelihatan monoton, sebagai moderator saya berusaha membuat kutipan kecil dari tulisan-tulisan Kartini.Baca juga: Sultan Agung dan Penanggalan Jawa IslamSaya mencari bukunya, kumpulan korespondensi dengan Stella dan Abendanon. Saya berusaha membaca

Kartini dan Sejarah di Ujung Tanduk Read More »

Nabi-nabi Baru

Indonesia lahan subur bagi para nabi-nabi baru. Belum empat puluh hari perginya nabi Lia Eden, yang memantik kembali ingatan kita akan ‘mukjizat’ kenabian itu. Nabi Lia bersaksi mendapat wahyu dari Jibril, hingga ia berhasil mendirikan Jemaah Salamullah dan aktif menyebarkan wahyu yang diterimanya.Tindakan Lia itu menghebohkan seluruh Indonesia. Ekspresi keagamaan yang sedikit keluar dari pakemnya

Nabi-nabi Baru Read More »

Swing Voters dalam Islam

Tidak ada mobilisasi massa yang benar-benar berhasil dilakukan. Entah itu oleh institusi politik, sosial hingga agama sekalipun. Tetap saja menyisahkan swing voters nya masing-masing. Jika dalam Pemilu swing voters menjadi rebutan banyak partai politik dalam menggaet dukungan dan mengideologisasi gerakan, apa jadinya kalau swing voters terjadi dalam Islam?Sebagai payung besar, Islam bercita-cita menjadi rahmat bagi

Swing Voters dalam Islam Read More »

Daya Ramadan

Siapa yang masa kecilnya pernah buka puasa sembunyi-sembunyi bersama teman-temannya?. Setelah itu merengek-rengek ke orang tua minta belikan ini dan itu waktu beduk magrib tiba. Berhagialah, anda termasuk orang yang setia kawan, walau untuk membatalkan puasa bersama-sama.Tentu yang ada dalam benak kita saat itu adalah solidaritas. Satu kena, semua harus kena. Satu batal, yang lain

Daya Ramadan Read More »

Nasib Alumni TK Senayan

Benar kata Gus Dur “DPR itu kayak taman kanak-kanak”. Anekdot ini memang tak datang begitu saja. Tentu ada sebab-musabab yang jelas Gus Dur mengeluarkan anekdot itu, walau memang Gus Dur dikenal sebagai presiden yang gemar guyon. Namun, penulis melihat memang sejak kran reformasi dibuka, seolah DPR memang benar-benar menjadi taman kanak-kanak. Kita kasih saja namanya: TK

Nasib Alumni TK Senayan Read More »