Marhaban Ya Ramadan

Marhaban terbentuk dari akar kata “rahaba” atau “rahib” yang berarti lapang atau luas. “Marhaban ya Ramadan” berarti ikrar ketulusikhlasan seorang muslim yang mencerminkan keluasan dan kelapangan hatinya dalam menyambut dan menerima kehadiran sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya, yakni bulan Ramadan yang agung.Marhaban Ramadan menjadi untaian pengakuan indah dan tulus yang terucap maupun tidak terucap, […]

Marhaban Ya Ramadan Read More »

Khofifah Indar Parawansa: Perempuan Berpolitik, Why Not?

Khofifah Indar Parawansa berpeluang besar menjadi pemimpin Indonesia. Dia memiliki banyak potensi dan punya rekam jejak yang baik. Cerdas, pengetahuannya luas, track record-nya bersih adalah modal yang sangat besar. Khofifah tak hanya memiliki potensi diri di atas rata-rata, melainkan juga termasuk tokoh muda yang berpikiran maju.  Kelebihan lainnya adalah Khofifah pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan

Khofifah Indar Parawansa: Perempuan Berpolitik, Why Not? Read More »

Perempuan “Penerang” Islam dari Maroko

Fatima Mernissi adalah penulis, akademisi, sosiolog, dan oleh banyak kalangan disebut sebagai tokoh feminis Islam. Mernissi lahir dari keluarga kelas menengah di Fes, Maroko, pada 1940. Dia menerima pendidikan dasarnya di sekolah yang didirikan oleh gerakan nasionalis. Sedangkan dia, melanjutkan ke sekolah tingkat menengah khusus untuk perempuan yang didanai oleh protektorat Perancis.Pada 1957, Mernissi mempelajari

Perempuan “Penerang” Islam dari Maroko Read More »

Kang Faqih; Feminis Laki-Laki di Indonesia

Faqihuddin Abdul Qodir, atau yang akrab disapa Kang Faqih. Beliau adalah salah satu tokoh feminis muslim Indonesia, seorang ulama nahdliyin yang mempunyai pemikiran luar biasa mengenai isu-isu perempuan, dan terlebih isu-isu keadilan gender. Kang Faqih dilahirkan di Cirebon, Jawa Barat, tepat pada 31 Desember 1971. Beliau didampingi istri, bernama Mimin Aminah. Beliau dikarunia 3 orang

Kang Faqih; Feminis Laki-Laki di Indonesia Read More »

Hajah Rasuna Said; “Singa Betina” dari Danau Maninjau

Hajah Rangkayo Rasuna Said lahir pada tanggal 14 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Agam, Sumatra Barat. Rasuna Said lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga yang cukup terpandang. Ayahnya, Haji Muhammad Said atau yang akrab di panggil Haji Said, saat muda ia merupakan seorang yang aktivis pergerakan di Sumatra Barat.Haji Said bersama saudara-saudaranya mendirikan sebuah

Hajah Rasuna Said; “Singa Betina” dari Danau Maninjau Read More »

Mendidik Diri Sendiri

Perkembangan teknologi yang begitu cepat saat ini, cukup berpengaruh terhadap perilaku dan pola pikir manusia. Tidak sedikit yang mengalami pergeseran rasa, terutama rasa terhadap diri sendiri. Terkadang kita tidak menyadari bahwa saat ini kita tidak lagi menjadi diri kita sendiri, kita tidak lagi mengenal emosi diri sendiri, tidak memiliki paradigma yang mencerminkan diri kita sendiri.Bahkan

Mendidik Diri Sendiri Read More »

Manusia dalam Tiga Jeratan

PENGARUH mazhab positivistik dalam sejarah ilmu pengetahuan modern bukan saja hanya menimbulkan persoalan bagi eksistensi agama, tetapi pada dasarnya mencakup persoalan-persoalan fundamental-filosofis yang bersifat metodologis dan epistemologi.Rasio-empiris yang dijadikan landasan utama di dalam sains modern serta dianggap sebagai satu-satunya metode yang valid sebagai landasan utama dalam memahami realitas sosial, individu, serta keagamaan telah menimbulkan masalah

Manusia dalam Tiga Jeratan Read More »

Tidak Sadar Menjadi Orang Kalah

Kalah, salah satu keadaan yang menjadi momok untuk sedapat mungkin dihindari oleh siapa saja. Menjadi orang kalah sebenarnya tidak saja akan kita alami dalam nuansa persaingan, akan tetapi dalam menjalani kehidupan sehari-hari pun, tidak kita sadari sebenarnya banyak di antara kita yang sesungguhnya menjadi orang kalah.Kekalahan yang dimaksud ialah dalam makna kerdil dan lemah dalam

Tidak Sadar Menjadi Orang Kalah Read More »

Negeri yang Rentan

Senin kemarin, seluruh kepada daerah di Indonesia terbang ke Kalimantan Timur, ke lokasi IKN Nusantara. Seluruh gubernur tersebut, membawa tanah dan air dari provinsi masing-masing. Sebagai “alat ritual” dalam prosesi kendi tersebut, tentu saja ada hal lain mengapa tanah dan air dari seluruh Indonesia itu disatukan dalam satu kendi besar. Mungkin kendi itu, menjadi simbolisasi

Negeri yang Rentan Read More »