Kuliah Kerja Nyata di Desa Pandan Duri; Mahasiswa Unram Fokus Promosi Produk Lokal

Minggu (3o/1/2022) pagi, mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang tergabung dalam kelompok KKN di Desa Pandan Duri , Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur  mengadakan bazar produk lokal sekaligus promosi wisata di desa tersebut.

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Unram ini dilaksanakan bersama seluruh elemen masyarakat desa Pandan Duri. Kegiatan Bazar ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat lokal maupun luar desa untuk mengenal, membeli, dan mempromosikan produk lokal dan wisata di desa Pandan Duri.

Antusiasme warga melihat produk-produk bazar
“Dengan kegiatan bazar ini, kami berharap masyarakat terus mempromosikan produk lokal. Tentu goals-nya nanti, kami harap mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di desa ini,” jelas Ardyan, salah seorang peserta KKN Unram di desa Pandan Duri.

Kegiatan Bazar ini bertempat di depan dusun Gunung Ulang, tepatnya di samping bendungan Pandan Duri. Bazar ini dilaksanakan tiga hari, yakni  pada hari Jumat sampai Ahad. Sejak dibuka, bazar ini ramai dihadiri oleh warga, anak-anak, ibu-ibu PKK, kepada dusun, dan orang tua yang sambil jalan-jalan di sekitaran bendungan Pandan Duri. 

“Rencananya bazar akan dilaksanakan rutin setiap Minggu sore. Walaupun mahasiswa KKN Unram sudah ditarik. Kami sudah berkoordinasi dengan kawan-kawan Karang Taruna setempat untuk terus menyelenggarakan bazar ini. Karena kerja-kerja pemberdayaan masyarakat dan perekonomian desa harus terus dilakukan.” Tegas Ardyan yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Unram ini. 

Produk-produk yang dijual beraneka ragam, mulai dari kerajinan tangan sampai produk olahan rumah tangga. Adapun kerajinan tangan berupa anyaman daun pandan. Ada yang dibikin topi, tikar, tas sampai dompet dengan bentuk yang unik dan warna yang menarik. Untuk harga setiap produk bervariasi, tergantung jenis, ukuran, dan tingkat kesulitan membuatnya. Yang jelas harga yang dibanderol tidak menguras kantong pembeli.

“Kami melihat potensi desa yang banyak terdapat pohon pandan yang banyak terdapat di desa ini. Kami coba membantu masyarakat sekitar sebagai bentuk pengabdian kami. Para pengrajin juga bersedia kami bantu. Mereka sangat welcome. Kerja sama seperti ini  kami harap akan terus berlanjut.” Harap Ardyan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.