OPINI

Tradisi Islam dan Modernisme di Sumbawa Barat

Tradisi Islam di Indonesia memang sangat kaya. Irisan-irisan dalam budaya masyarakat Nusantara banyak memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai Islam, seolah keduanya saling terkait membentuk satu budaya baru. Hal ini membentuk Islam Indonesia yang berwarna, beragam, atau multukultural seperti yang disebut smiling and colorful Islam – meminjam istilah Azyumardi Azra – untuk menggambarkan citra Islam Indonesia.Panggung tradisi

Tradisi Islam dan Modernisme di Sumbawa Barat Read More »

Mengapa Nahdlatul Wathan tidak Berkembang di Bima?

Dalam beberapa perkenalan dengan orang, kalau saya menyebut berasal dari Nusa Tenggara Barat selalu ditanya, apakah saya sebagai anggota Nahdlatul Wathan (NW). Atau minimal terafiliasi dengan NW yang memang dikenal sebagai  salah satu organisasi keagamaan di Nusa Tenggara Barat. Tentu saja, tentang tokohnya TGB. Zainul Majdi atau yang biasa disapa Tuan Guru Bajang.Keterkenalan NW sebagai

Mengapa Nahdlatul Wathan tidak Berkembang di Bima? Read More »

Bima, Tradisi Ilmiah, dan Ruang Kebudayaan

PERDEBATAN perihal kebudayaan lokal di Indonesia kian hari semakin mengemuka ke publik. Hal ini ditandai dengan kembalinya tren hari ini untuk membaca kembali buku-buku lama yang ditulis oleh pengarang-pengarang seperti Tan Malaka. Selain itu, di dunia akademis, tren kajian-kajian berdasarkan manuskrip kuno Nusantara kembali menjadi kajian utama para sarjana. Secara antropologis, gejala ini tidak hadir

Bima, Tradisi Ilmiah, dan Ruang Kebudayaan Read More »

Demokrasi Kosmopolit dan Dunia Tanpa Batas?

Migrasi penduduk Maroko ke benua Eropa memang bukan kali pertama. Menurut Moha Ennaji dalam bukunya Maroccan Migration History: Origins and Causes (2014) menyebut hampir tiga ratus ribu warga Maroko memperoleh kewargaanegaraan di Eropa selama dekade 1990-1999. Angka ini bertambah pada tahun 2000-an menjadi 1,2 juta orang Maroko menerima kewarganegaraan yang tersebar di lima belas negara

Demokrasi Kosmopolit dan Dunia Tanpa Batas? Read More »

Alegori Gua, Piala Dunia, dan Argentina: Melihat Plato Melalui Kacamata Modern

Seorang pria terbangun dari tidurnya dan menemukan bahwa rantai yang telah menahannya sebagai tawanan seumur hidup telah terlepas. Ia melihat ke sekeliling, pada teman-temannya yang telah berada di gua itu bersamanya semenjak ia lahir. Mereka semua masih terlelap, terlena dalam mimpi, tapi lebih penting lagi mereka masih dirantai. Pria yang baru bangkit itu tidak tahu

Alegori Gua, Piala Dunia, dan Argentina: Melihat Plato Melalui Kacamata Modern Read More »

Internalisasi Nilai-Nilai Ekoteologi melalui Program ASRI dalam Mata Muda Madrasah Alamtara Islamic School

Di tengah krisis lingkungan yang semakin nyata mulai dari perubahan iklim, pencemaran, hingga menurunnya kualitas ekosistem, dunia pendidikan tidak lagi cukup hanya mengajarkan pengetahuan tentang alam. Pendidikan dituntut mampu melahirkan kesadaran, karakter, dan tindakan nyata dalam merawat bumi. Kesadaran ekologis harus ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan kepribadian peserta didik. Kepedulian terhadap alam bukanlah

Internalisasi Nilai-Nilai Ekoteologi melalui Program ASRI dalam Mata Muda Madrasah Alamtara Islamic School Read More »

Fitrah Manusia dalam Teori Perkembangan dalam Al-Qur’an

Dalam perspektif Islam, konsep fitrah merupakan anugerah fundamental yang berfungsi sebagai landasan spiritual dan intelektual manusia. Istilah ini merujuk pada potensi lahiriah yang murni, di mana setiap individu memiliki kecenderungan bawaan untuk berorientasi pada nilai-nilai kebajikan.Menurut Muthhari terminologi fithrah muncul pertamakali dari Al-Qur’an. Diksi Fitrah jika ditinjau dari segi etimologi berasal dari kata dalam bahasa

Fitrah Manusia dalam Teori Perkembangan dalam Al-Qur’an Read More »

Kita Bersaudara, Bukan Saling Melukai: Madrasah Alamtara Mengubah Perbedaan Menjadi Persaudaraan, Bukan Perundungan

“Tidak ada seorang pun yang lahir untuk direndahkan. Tidak ada seorang pun yang pantas dijadikan bahan ejekan. Di Madrasah Alamtara, setiap anak adalah saudara, setiap perjumpaan adalah ruang belajar, dan setiap perbedaan adalah anugerah.”Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital dan media sosial, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Salah satu persoalan yang paling mengkhawatirkan

Kita Bersaudara, Bukan Saling Melukai: Madrasah Alamtara Mengubah Perbedaan Menjadi Persaudaraan, Bukan Perundungan Read More »

Oha Mina, Religiusitas, dan Representasi Manusia dalam Masyarakat Bima

Elizabeth Gilbert dalam bukunya Eat, Pray, Love (2006) melakukan perjalanan di tiga negara Italia, India, dan Indonesia sebagai usaha penyembuhan atas depresi yang dialaminya dalam hidup. Eat, yang bisa dimaknai sebagai makanan, kesenangan dunia, dan gemerlap mode pakaian ia temukan di Italia. Di India, penulis Amerika tersebut, menyelami kedalaman spiritual. Terakhir, di Indonesia, ia menemukan

Oha Mina, Religiusitas, dan Representasi Manusia dalam Masyarakat Bima Read More »

MADRASAH ALAMTARA: Filosofi Sebuah Nama, Ikhtiar Membangun Generasi Terbaik dari Tanah Bima

Ada nama yang sekadar menjadi penanda, tetapi ada pula nama yang lahir dari doa, harapan, dan cita-cita yang ingin terus hidup sepanjang zaman. Madrasah Alamtara termasuk dalam kategori yang kedua. Nama ini tidak dipilih karena terdengar indah semata, melainkan karena mengandung filosofi yang dalam, berakar pada khazanah lokal masyarakat Bima sekaligus terhubung dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

MADRASAH ALAMTARA: Filosofi Sebuah Nama, Ikhtiar Membangun Generasi Terbaik dari Tanah Bima Read More »