PUSTAKA

Menelisik Jaringan Ulama dan Islamisasi di Indonesia Timur

Buku berjudul Jaringan Ulama dan Islamisasi Indonesia Timur ini awalnya kumpulan tulisan Hilful Fudhul SJ yang tersebar di beberapa media online, seperti Alif.id, Islami.co, dan Iqra’.id yang menyoroti tentang penyebaran Islam di kawasan timur Indonesia meliputi Gowa, Tallo, Maluku, Bima, Sumbawa dan Lombok. Naik cetak Oktober 2020 dan bisa diakses melalui google book.Isi buku mencakup […]

Menelisik Jaringan Ulama dan Islamisasi di Indonesia Timur Read More »

Pembaharuan dari Masjid Kampung

Judul: Reformist Muslims in a Yogyakarta Village: The Islamic Transformation of Contemporary Socio-Religious Life Penulis: Hyung-Jun Kim Terbit: 2007 Penerbit: The Australian National University E-Press _________________________ Karya ini merupakan narasi historis-analitik mengenai pembentukan kultur, identitas, ideologi, praktik, dan pandangan sosia-keagamaan dari masyarakat heterogen di Jawa. Yogyakarta, tempat studi ini dilangsungkan, adalah kota dengan citra multikulturalisme

Pembaharuan dari Masjid Kampung Read More »

Menjalani Pilkada yang Intelek

“Sebaik apapun tim melakukan polesan pencitraan, jika sang kandidat tidak mempunyai jiwa leadership maka akan sulit sekali untuk menang. Walaupun tim sukses yang merancang segalanya namun kepemimpinan kandidat merupakan daya tarik tersendiri yang akan membuat tim bersemangat dan militan sehingga berbicara kepada orang lain dengan yakin dan percaya.” (hal. 206). Demikian salah satu bagian tulisan

Menjalani Pilkada yang Intelek Read More »

‘Melawan’ Cak Nur

PALING tidak tercatat dua kali gagasan pembaruan Cak Nur (Nurcholish Madjid) menimbulkan heboh intelektual yakni pada 1970-an dan awal 1990-an. Heboh intelektual pertama dipicu oleh beberapa gagasannya seputar seruan ‘sekularisasi’ dan slogan ‘Islam Yes Partai Islam No”. Ketika  banyak  tokoh politik  Islam sedang berjuang keras membujuk rezim Orde Baru  untuk  merehabilitasi  Masyumi, atau setidaknya reinkarnasi

‘Melawan’ Cak Nur Read More »

Dua Pendengaran Manusia: Catatan untuk Dua Suara Tuhan

BUKU terbitan Alamtara Institute (Cetakan I, Mei 2020) ini tidak hanya desain sampul dan tata-letaknya yang peka terhadap detail, tapi juga kandungannya. Kita disuguhkan wacana kontemplatif berdasarkan detail-detail ayat yang seringkali terabaikan oleh banyak pengkaji al-Quran. Saya langsung terkesima, begitu menerima buku setebal 229+xiv ini dari nune Abi, panggilan Aribal Waqy, putra penulis buku ini.

Dua Pendengaran Manusia: Catatan untuk Dua Suara Tuhan Read More »

Buku dan Perspektifnya: Jara Mbojo Kuda-kuda Kultural (2)

Tapi, kan, saya seorang karyasiswa jurusan Kajian Budaya yang bahasa Inggrisnya cultural studies bukan yang study of culture! Pada tahap ini saya terguncang, antara lain karena saya harus mengubah cara pandang saya tentang kebudayaan, dari cara pandang yang lama “kebudayaan sebagai struktur, bentuk yang given dan statis” ke cara pandang baru “kebudayaan sebagai praktik manusia

Buku dan Perspektifnya: Jara Mbojo Kuda-kuda Kultural (2) Read More »

Ke Mana Arah Pendidikan Kita?

Judul Buku: Menuju Pendidikan Yang Memerdekakan Penulis: Abdul Rahim Penerbit: Sanabil, Juni 2020 Tebal: viii + 228 Halaman “Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah menganggap dirinya lebih tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali” –

Ke Mana Arah Pendidikan Kita? Read More »

Muslimah Reformis: Transformatif dan Humanis

MENJADI muslimah saja tidak cukup. Muslimah sebagai sifat maupun sebagai individu memerlukan penjelasan lain untuk semakin memperkuat karakter kemuslimahan seseorang. Menjadi Muslimah bukan proses yang selesai dan cukup untuk diri sendiri, tetapi dinamis dan menjadi mercusuar bagi kepentingan sosial. Sering didengar dan disitir hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa “perempuan adalah tiang negara, jika

Muslimah Reformis: Transformatif dan Humanis Read More »

Buku dan Perspektifnya: Jara Mbojo Kuda-kuda Kultural (1)

KETIKA bertandang ke pacuan kuda di Bima, menikmati atraksi joki kecil yang lihai memainkan tali kekang kuda sementara di pantatnya tidak ada sandaran pelana, saya dahulu memikirkan banyak hal sebelum saya mengambil tempat duduk “di mana” dan menyapa “siapa”.  Pertanyaan pertama adalah, apakah yang akan saya “intens”kan di pacuan itu? Apakah pertarungan kuda berjoki kecil

Buku dan Perspektifnya: Jara Mbojo Kuda-kuda Kultural (1) Read More »