Tawaran Alternatif-Progresif untuk Perda Syariah

BICARA masalah Perda Syariah Islam, pasti pandangan kita akan tertuju pada Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang telah berhasil merancang dan menerapkannya. Pada tahun 2002, Pemerintah Provinsi Aceh mulai merancang Perda Syariah dan pada tahun 2014 DPR Aceh mengesahkan Perda tersebut, yang isinya antara lain mengatur tentang khalwat (mesum), khamar (alkohol) dan maisir (perjudian). Dalam perjalanannya, […]

Tawaran Alternatif-Progresif untuk Perda Syariah Read More »

Adrinal Tanjung, Kisah Pertemanan dan Penerang “Kegelapan” Plat Merah

KEHILANGAN keaslian demi menyenangkan orang lain adalah musibah terbesar, terutama bagi penulis. Daya rusaknya bahkan lebih buruk dari kematian. Bayangkan, kita harus mengubah keaslian kita hanya karena perasaan tak enak atau malu kepada orang yang lebih senior atau tinggi kedudukannya dari kita, padahal apa yang kita sampaikan adalah sebuah fakta. Melakukan self-censor itu membunuh kreativitas,

Adrinal Tanjung, Kisah Pertemanan dan Penerang “Kegelapan” Plat Merah Read More »

Sertifikasi dan Labelisasi Haram, Mungkinkah?

DALAM Islam, masalah halal dan haram menempati posisi yang paling penting karena berkaitan dengan masalah ketaatan dan kepatuhan kepada ajaran. Masalah ini juga berkaitan dengan perintah dan larangan.Perintah melahirkan ajaran yang harus  ditaati dan berkaitan erat dengan masalah halal, sedangkan larangan akan melahirkan ajaran yang harus ditinggalkan dan berkaitan erat dengan masalah haram.Pada era globalisasi

Sertifikasi dan Labelisasi Haram, Mungkinkah? Read More »

Menakar Diri dalam Komunikasi

KEMAMPUAN berkomunikasi yang menjadi anugerah Tuhan kepada kita, baik secara verbal maupun non verbal akan menjadi identitas diri di tengah pergumulan sosial dan kemanusiaan. Seseorang terkadang akan dikenal dan dikenang oleh karena aktivitas komunikasi yang dilakukannya, sehingga lahir statement di kalangan orang bijak, bahwa manusia adalah bahan cerita bagi generasi sesudahnya.Pada era perkembangan teknologi komunikasi 

Menakar Diri dalam Komunikasi Read More »

Dilema Pesantren dan Belenggu Modernitas

SAAT berpidato dalam satu upacara, tiba-tiba KH Syukri Zarkasyi secara mengejutkan meminta para ustaz senior maju  ke depan. Mereka berbaris rapi. “Tataplah wajah-wajah ustad kalian ini anak-anakku. Mereka adalah orang-orang ikhlas yang mengajar dan membimbing kalian. Tidak satu sen pun mereka digaji. Baju, celana dan sepatu yang mereka pakai bukan dibeli dari uang SPP kalian

Dilema Pesantren dan Belenggu Modernitas Read More »

Menyoal Keberadaan Diri di Bumi

ADA sepenggal sabda dari Rasul saw yang berbunyi “khaiunnaas anfa’uhum linnaas”. Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang banyak memberi manfaat atas manusia lain.Sabda yang singkat di atas ini ingin mendialogkan kepada kita, betapa keberadaan kita sebagai hamba Tuhan di atas bumi ini akan semu, manakala kita tidak dapat menebar manfaat dan maslahat kepada makhluk Tuhan dan

Menyoal Keberadaan Diri di Bumi Read More »

Nuansa Masjid Jawa di Tengah Kota Bangkok yang Metropolitan

KETIKA berbicara tentang Bangkok atau Thailand, secara umum pikiran sebagian besar orang pasti tertuju pada pariwisata yang glamor atau agama budha yang sangat dominan. Tidak banyak orang yang tahu, bahwa ada komunitas kecil masyarakat keturunan Jawa yang tinggal di tengah kemegahan Kota Bangkok. Bukan hanya masyarakat keturunan Jawa, bahkan cucu KH Ahmad Dahlan, tokoh Islam

Nuansa Masjid Jawa di Tengah Kota Bangkok yang Metropolitan Read More »

Semiotika Burung Garuda Berkepala Dua sebagai Wajah Hukum Masyarakat Bima

Masyarakat Bima dikenal sebagai masyarakat yang taat pada agama dan adatnya. Itulah kesan dan penilaian orang yang paham dan mengenal Bima. Bima dikenal juga sebagai gudangnya para guru dan ulama, juga gudangnya para pencinta al-Qur’an (qori dan hafizh).Memang tidak ada yang salah dengan stigma dan label tersebut, karena secara historis, Bima merupakan nama sebuah wilayah

Semiotika Burung Garuda Berkepala Dua sebagai Wajah Hukum Masyarakat Bima Read More »

Puisi-Puisi Irfan Limbong

Sungai PenebusanSeseorang datang menyunggi sungai dari Taman FirdausDitidurkan di bibir pikirannya Terpasung dari bising letupan jantung kotaIkan-ikan kecil yang menggendong kecil anaknya Laksana romantika merariq di Gumi iniPembalut dan bungkus jajanan ringan Seperti bucket “COD” mingguan Merapikan diri di luar gerbang Yang dijaga malaikat Sungai penebusan iniTak pernah sepi Lebih dari lima ribu tamu silih

Puisi-Puisi Irfan Limbong Read More »