REALITAS

PADA satu kesempatan saya pernah menulis: “…realitas yang kita sepakati sebagai realitas tak lebih sekedar mitos dari hasil konstruksi sosial-budaya masyarakat komunal. Kita berhalusinasi setiap saat, dan ketika halusinasi tersebut disepakati, dengan segeranya kita menyebutnya sebagai ‘realitas‘…”—(Abdul Wahid & Hendrawangsyah, 2021).Saya ingin melanjutkan logic dari pernyataan di atas—dengan pertama-tama meminjam perspektif William James —yang menempatkan […]

REALITAS Read More »

Quasi Hegemoni ala Maroko

George Orwell, seorang penulis Inggris dalam tulisannya Marrakech tahun 1939 menyitir dengan sedikit nada sinis orang-orang Maroko. “…Apa arti Maroko bagi seorang Prancis? Kebun jeruk atau pekerjaan di pemerintahan. Apa arti Maroko bagi seorang Inggris? Unta, benteng, pohon kelapa, Legiun Asing Prancis, nampan kuningan, dan penyamun…Dan bagi sembilan dari sepuluh penduduk, kenyataan hidup adalah berjuang

Quasi Hegemoni ala Maroko Read More »

Memahami Kehidupan sebagai Festival

TUHAN menggunakan diksi yang berbeda-beda dalam membahasakan realitas kehidupan yang kita jalani di bumi, yang dituangkan dalam beberapa ayat di dalam firman-Nya, seperti  pilihan diksi bahwa kehidupan ini bagaikan permainan dan senda gurau (hāżihil-ḥayātud-dun-yā illā lahwuw wa la’ib), kemudian kehidupan ini menjadi ujian (Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta  liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā) dan disebut juga bahwa kehidupan

Memahami Kehidupan sebagai Festival Read More »

Agama-Agama Pra-Islam dalam Berbagai Sorotan (3)

BERKAITAN dengan persoalan agama sebelumnya, menurut Gus Ghofur, al-Qur’an itu sama sekali tidak me-naskh kitab zabur dan injil, karena al-Qur’an merupakan mushoddiq ajaran sebelumnya. Dalam QS. Al-Syura: 13 dijelaskan:“Diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan

Agama-Agama Pra-Islam dalam Berbagai Sorotan (3) Read More »

Ketika Alasan Dibuat-buat

SEBAGAI makhluk yang diberikan kemampuan berlogika atau berpikir, kita memiliki kebiasaan bawaan yang sering muncul tatkala kita ingin membebaskan diri dari adanya intervensi yang kita rasakan akan mengganggu, yakni kemampuan memberikan alasan. Kemampuan itu akan terasah tajam oleh karena kita jadikan sebagai landasan pembenaran atas sikap dan pendirian kita yang tidak bersedia menerima intervensi dari

Ketika Alasan Dibuat-buat Read More »

Autoetnografi Gender: Pengalaman Menjadi Minoritas sebagai Anak Perempuan (1)

Autoetnografi GenderTulisan ini merupakan sesi “curhat” (reflektif-kritis) tentang pengalaman menjadi perempuan dalam kehidupan rumah tangga pada suku Bugis-Sulawesi. Pengalaman itu, telah menghantarkan saya pada keadaan yang cukup hening, lalu dengan segenap keresahan dan kegelisahan, tulisan sederhana ini mulai saya susun sedikit demi sedikit. Dari sini juga kemudian kami paham, bahwa menulis bukan hanya persoalan tentang

Autoetnografi Gender: Pengalaman Menjadi Minoritas sebagai Anak Perempuan (1) Read More »

Agama-Agama Pra-Islam dalam Berbagai Sorotan (2)

MENURUT Sya’ban Muhammad Ismail, bahwa agama Islam tidak berdiri sendiri, tetapi satu kesatuan sebagai episode lanjutan dari perjalanan sejarah agama-agama sebelumnya. Dalam hadis, Nabi menyebutkan labinah, merupakan gambaran posisi risalah Nabi sebagai penyempurna, bukan pemutus, penghancur mata rantai paralelitas agama-agama sebelumnya.Ismail juga menuturkan, bahwa hal ini merupakan strategi Allah dalam mendesain kesinambungan bangunan agama-agama sebagai

Agama-Agama Pra-Islam dalam Berbagai Sorotan (2) Read More »

Waktu Kita Belum Selesai

PERJALANAN hidup yang kita lalui dalam detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari di dalamnya akan selalu terjadi perubahan, dan mestinya  perubahan itu sesuai sunnatullah adalah ke arah yang lebih sempurna (bahasa Nabi; “yaumuhu khairan…”, tiap hari harus lebih baik).Apa pun profesi dan kedudukan kita, setiap berlalunya detik dalam kesempatan hidup kita adalah

Waktu Kita Belum Selesai Read More »

Agama-Agama Pra-Islam dalam Berbagai Sorotan (1)

Pada Kamis, akhir Juni 2021 lalu, saya mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuludin UIN Sunan Ampel Surabaya. Webinar ini merupakan kegiatan bedah buku  Menyoal Status Agama-Agama Pra-Islam.Buku ini merupakan anggitan Dr H Sa’adullah Affandy  yang diterbitkan Mizan pada 2015 lalu. Karya penting ini terdiri dari 282 halaman. Buku tebal ini merupakan hasil disertasi beliau ketika

Agama-Agama Pra-Islam dalam Berbagai Sorotan (1) Read More »

Kelezatan Hidup untuk Orang yang Lurus

BERLAKU luruslah! Kalimat singkat ini dapat kita jumpai pada tesis keagamaan (baca: Islam) yang menjadi penegasan kepada pemeluknya untuk melakukan praktik keagamaan dengan benar. Bahkan dalam doa yang dianjurkan, hendaknya kita selalu meminta kepada Tuhan untuk ditunjukkan jalan yang benar dengan menggunakan diksi “jalan lurus”.Dalam petutur orang-orang saleh apabila memberikan wejangan kepada murid-muridnya yang hendak

Kelezatan Hidup untuk Orang yang Lurus Read More »