Tayamum

KEMARAU menerobos gerbang mayapada, merekah seluruh tanah yang kupijak, orang kampung mengalami kelangkaan air, aku datang memenuhi permintaan Maci bertemu dengan keluarga besarnya. Perasaanku sudah tidak enak begitu Pak Wila yang berkopiah hitam melototi dan mengacuhkanku sesaat setelah takzim padanya. Ayah Maci yang sudah berumur setengah abad tersebut tidak merestui hubunganku dengan Maci. Dengan tercekak […]

Tayamum Read More »

Syaikh Abdul Gani al-Bimawi, “Maha Guru” Ulama Nusantara

SALAH satu ulama Bima-Dompu yang cukup terkenal di Nusantara bahkan di dunia Islam adalah Syaikh Abdul Ghani al-Bimawi, atau dikenal dengan al-Bimawi. Azyumardi Azra dalam bukunya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan VXIII mencatat bahwa beliau dianggap sebagai “Maha Guru” ulama Nusantara pada abad ke XIX yang belajar di Makkah al-Mukarramah,

Syaikh Abdul Gani al-Bimawi, “Maha Guru” Ulama Nusantara Read More »

Perempuan dan Kekuasaan

SUATU hari di musim dingin Bulan Desember Tahun 1936, Raja Inggris, Edward VIII, yang baru setahun atau persisnya 325 hari diangkat menjadi Raja Inggris memutuskan untuk turun tahta, menyerahkan privilege itu kepada adiknya, demi seorang perempuan. “Saya, Edward VIII, Raja Inggris, dengan ini menyatakan keputusan saya yang tak bisa dibatalkan, untuk meninggalkan takhta untuk diri

Perempuan dan Kekuasaan Read More »

Kekacauan dalam Agama, Mengapa Terjadi?

MANUSIA yang hidup di zaman modern sekarang ini, khususnya negara-negara maju—sedikit lebih maju telah ‘menanggalkan’ spritualitas agamanya di ‘lemari kamar’ dan di ruang yang paling privat, sehingga agama menjadi sesuatu yang ‘usang’—bahkan hampir tak lagi dibutuhkan. Padahal agama harus hadir di tengah persoalan dan kekacauan zaman—karena seperangkat aturan di dalamnya dapat mengatur kehidupan umat manusia

Kekacauan dalam Agama, Mengapa Terjadi? Read More »

Tikar Kebangsaan yang Masih Harus Dianyam

“AGAMA itu apa sih, Pak Kyai?” tanya salah seorang santri. Bukannya menjawab, sang kyai malah meraih biola di sampingnya dan menggeseknya sehingga lamat-lamat terdengar nada dengan ritme pelan dan indah. Para santri pun menikmati alunan nada itu, bahkan di antaranya terbuai dan memejamkan mata. Mereka tersentak setelah sang kyai menghentikan gesekan senar biolanya sembari bertanya “Gimana

Tikar Kebangsaan yang Masih Harus Dianyam Read More »