Keshalehan Ruhani dan Harta

Sejarah mencatat bahwa Rasulullah Muhammad SAW sudah menjadi orang yang mapan secara moral dan material sebelum menjadi nabi. Ketika diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun maka sempurnalah sosok Nabi menjadi manusia ruhani. Pola pentahapan menuju manusia Ruhani ini berlanjut pada sosok Sayidah Khadijah, yang sudah ditakdirkan Allah sebagai pasangan Nabi yang lebih dulu sudah […]

Keshalehan Ruhani dan Harta Read More »

Anak Pelayan Belajar Melayani

“SEBAGAIMANA aku tidak sudi menjadi seorang budak, aku pun tidak sudi menjadi seorang tuan” (Abraham Lincoln) Memimpin adalah melayani. Pemimpin bukanlah orang yang pekerjaannya menciptakan situasi untuk menumpuk dan mengembangbiakkan hak-hak istimewa seorang manusia atas manusia lain, sehingga tercipta kenyataan saling menguasai. Memimpin adalah melayani kehendak orang lain, apalagi orang lain itu adalah mayoritas, atas kewajaran

Anak Pelayan Belajar Melayani Read More »

Bukan Menangisnya Baudrillard

BAUDRILLARD terlihat seperti menangis, di tengah ia duduk di kursi taman kota. Sapu tangan yang ia seka ke mukanya ia kibas-kibaskan, lalu ia pelintir, dan akhirnya ia sekap ke dalam saku jaketnya yang sudah mulai lusuh …. Baudrillard, sang filosof kontemporer (postmodern) yang skeptis. Dia memandang kehidupan kontemporer penuh kegelapan. Dia juga menangisi peradaban hasil

Bukan Menangisnya Baudrillard Read More »

Anti Dokter dan Fatwa Ulama

DOKTER menghimbau jaga jarak sosial, social distancing. Lalu MUI memperkuat himbauan itu dengan mengeluarkan fatwa agar tidak sholat Jumat atau sholat berjamaah di masjid. Logikanya, kalau Anda setuju dengan saran dokter, harusnya Anda juga setuju dengan fatwa MUI. Kan esensi dari saran dokter dan fatwa MUI adalah “jaga jarak”. Dihimbau untuk tidak berjamaah atau jumatan supaya

Anti Dokter dan Fatwa Ulama Read More »

Bercadar: Agensi, Literasi, dan Narasi Kebangsaan

TIDAK mudah mendayung antara dua karang, yakni memadu-selaraskan antara kepentingan memelihara nilai-nilai agama (Islam) yang dianut dan diwariskan dengan kepentingan merawat kebersamaan sebagai warga negara dari bangsa pluralistik. Tapi identitas dan gaya beragama harus ditentukan dari berbagai pilihan yang ada dan mungkin, sebagai ekspresi dari egalitarianisme budaya yang dianut oleh manusia Indonesia. Dilema atau ambigu

Bercadar: Agensi, Literasi, dan Narasi Kebangsaan Read More »

Buku dan Perspektifnya: Jara Mbojo Kuda-kuda Kultural (1)

KETIKA bertandang ke pacuan kuda di Bima, menikmati atraksi joki kecil yang lihai memainkan tali kekang kuda sementara di pantatnya tidak ada sandaran pelana, saya dahulu memikirkan banyak hal sebelum saya mengambil tempat duduk “di mana” dan menyapa “siapa”.  Pertanyaan pertama adalah, apakah yang akan saya “intens”kan di pacuan itu? Apakah pertarungan kuda berjoki kecil

Buku dan Perspektifnya: Jara Mbojo Kuda-kuda Kultural (1) Read More »

Tayamum

KEMARAU menerobos gerbang mayapada, merekah seluruh tanah yang kupijak, orang kampung mengalami kelangkaan air, aku datang memenuhi permintaan Maci bertemu dengan keluarga besarnya. Perasaanku sudah tidak enak begitu Pak Wila yang berkopiah hitam melototi dan mengacuhkanku sesaat setelah takzim padanya. Ayah Maci yang sudah berumur setengah abad tersebut tidak merestui hubunganku dengan Maci. Dengan tercekak

Tayamum Read More »

Syaikh Abdul Gani al-Bimawi, “Maha Guru” Ulama Nusantara

SALAH satu ulama Bima-Dompu yang cukup terkenal di Nusantara bahkan di dunia Islam adalah Syaikh Abdul Ghani al-Bimawi, atau dikenal dengan al-Bimawi. Azyumardi Azra dalam bukunya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan VXIII mencatat bahwa beliau dianggap sebagai “Maha Guru” ulama Nusantara pada abad ke XIX yang belajar di Makkah al-Mukarramah,

Syaikh Abdul Gani al-Bimawi, “Maha Guru” Ulama Nusantara Read More »

Perempuan dan Kekuasaan

SUATU hari di musim dingin Bulan Desember Tahun 1936, Raja Inggris, Edward VIII, yang baru setahun atau persisnya 325 hari diangkat menjadi Raja Inggris memutuskan untuk turun tahta, menyerahkan privilege itu kepada adiknya, demi seorang perempuan. “Saya, Edward VIII, Raja Inggris, dengan ini menyatakan keputusan saya yang tak bisa dibatalkan, untuk meninggalkan takhta untuk diri

Perempuan dan Kekuasaan Read More »

Kekacauan dalam Agama, Mengapa Terjadi?

MANUSIA yang hidup di zaman modern sekarang ini, khususnya negara-negara maju—sedikit lebih maju telah ‘menanggalkan’ spritualitas agamanya di ‘lemari kamar’ dan di ruang yang paling privat, sehingga agama menjadi sesuatu yang ‘usang’—bahkan hampir tak lagi dibutuhkan. Padahal agama harus hadir di tengah persoalan dan kekacauan zaman—karena seperangkat aturan di dalamnya dapat mengatur kehidupan umat manusia

Kekacauan dalam Agama, Mengapa Terjadi? Read More »