Intelektual Jalan Ketiga dan Kekuasaan

MESKIPUN covid-19 belum sampai ke titik nol, namun warga netizen politik telah memutar turbin perbincangan menyongsong Pilkada 2020. Belum lagi obrolan keseharian di tengah-tengah masyarakat yang terpapar hawa politik. Dalam situasi kegalauan global akibat pandemi itu, maka penyelenggara pilkada, kontestan dan publik (pemilih) pun ditekankan untuk menaati protokol kesehatan. Akhirnya, sang kandidat dituntut lebih adaptif […]

Intelektual Jalan Ketiga dan Kekuasaan Read More »

Muslimah Reformis: Transformatif dan Humanis

MENJADI muslimah saja tidak cukup. Muslimah sebagai sifat maupun sebagai individu memerlukan penjelasan lain untuk semakin memperkuat karakter kemuslimahan seseorang. Menjadi Muslimah bukan proses yang selesai dan cukup untuk diri sendiri, tetapi dinamis dan menjadi mercusuar bagi kepentingan sosial. Sering didengar dan disitir hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa “perempuan adalah tiang negara, jika

Muslimah Reformis: Transformatif dan Humanis Read More »

Menjadi Intelektual Publik yang Asyik

“Menjadi Intelektual Publik yang Asyik”  merupakan tema yang diusung dalam launching Alamtara.co, Selasa, 21 Juli 2020. Adapun narasumber yang dihadirkan yaitu:  Amin Mudzakkir (Peneliti LIPI), Dr. Kadri (Pakar komunikasi UIN Mataram) dan Ibu Twediana Budi Hapsari, Ph.D (Kaprodi KPI UMY Yogyakarta).  Bapak Dr. Abdul Wahid sebagai founder Alamtara.co dalam kata sambutannya secara singkat menyampaikan rasa syukur  kepada Allah SWT

Menjadi Intelektual Publik yang Asyik Read More »

Intelektual Publik Itu Siapa Sih?

Pada 21 Juli 2020 kemarin  saya  diajak ikut berbicara dalam sebuah webinar dalam rangka peluncuran portal Islam alamtara.co yang berbasis di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Temanya menarik, menjadi intelektual publik. Namun karena menarik, cukup pasti pembicaraan tentangnya rumit. Entah mengapa hal-hal yang menarik tidak mudah dipahami apalagi didapatkan. Dalam bayangan saya, intelektual publik adalah intelektual

Intelektual Publik Itu Siapa Sih? Read More »

Keshalehan Ruhani dan Harta

Sejarah mencatat bahwa Rasulullah Muhammad SAW sudah menjadi orang yang mapan secara moral dan material sebelum menjadi nabi. Ketika diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun maka sempurnalah sosok Nabi menjadi manusia ruhani. Pola pentahapan menuju manusia Ruhani ini berlanjut pada sosok Sayidah Khadijah, yang sudah ditakdirkan Allah sebagai pasangan Nabi yang lebih dulu sudah

Keshalehan Ruhani dan Harta Read More »

Anak Pelayan Belajar Melayani

“SEBAGAIMANA aku tidak sudi menjadi seorang budak, aku pun tidak sudi menjadi seorang tuan” (Abraham Lincoln) Memimpin adalah melayani. Pemimpin bukanlah orang yang pekerjaannya menciptakan situasi untuk menumpuk dan mengembangbiakkan hak-hak istimewa seorang manusia atas manusia lain, sehingga tercipta kenyataan saling menguasai. Memimpin adalah melayani kehendak orang lain, apalagi orang lain itu adalah mayoritas, atas kewajaran

Anak Pelayan Belajar Melayani Read More »

Bukan Menangisnya Baudrillard

BAUDRILLARD terlihat seperti menangis, di tengah ia duduk di kursi taman kota. Sapu tangan yang ia seka ke mukanya ia kibas-kibaskan, lalu ia pelintir, dan akhirnya ia sekap ke dalam saku jaketnya yang sudah mulai lusuh …. Baudrillard, sang filosof kontemporer (postmodern) yang skeptis. Dia memandang kehidupan kontemporer penuh kegelapan. Dia juga menangisi peradaban hasil

Bukan Menangisnya Baudrillard Read More »

Anti Dokter dan Fatwa Ulama

DOKTER menghimbau jaga jarak sosial, social distancing. Lalu MUI memperkuat himbauan itu dengan mengeluarkan fatwa agar tidak sholat Jumat atau sholat berjamaah di masjid. Logikanya, kalau Anda setuju dengan saran dokter, harusnya Anda juga setuju dengan fatwa MUI. Kan esensi dari saran dokter dan fatwa MUI adalah “jaga jarak”. Dihimbau untuk tidak berjamaah atau jumatan supaya

Anti Dokter dan Fatwa Ulama Read More »

Bercadar: Agensi, Literasi, dan Narasi Kebangsaan

TIDAK mudah mendayung antara dua karang, yakni memadu-selaraskan antara kepentingan memelihara nilai-nilai agama (Islam) yang dianut dan diwariskan dengan kepentingan merawat kebersamaan sebagai warga negara dari bangsa pluralistik. Tapi identitas dan gaya beragama harus ditentukan dari berbagai pilihan yang ada dan mungkin, sebagai ekspresi dari egalitarianisme budaya yang dianut oleh manusia Indonesia. Dilema atau ambigu

Bercadar: Agensi, Literasi, dan Narasi Kebangsaan Read More »

Buku dan Perspektifnya: Jara Mbojo Kuda-kuda Kultural (1)

KETIKA bertandang ke pacuan kuda di Bima, menikmati atraksi joki kecil yang lihai memainkan tali kekang kuda sementara di pantatnya tidak ada sandaran pelana, saya dahulu memikirkan banyak hal sebelum saya mengambil tempat duduk “di mana” dan menyapa “siapa”.  Pertanyaan pertama adalah, apakah yang akan saya “intens”kan di pacuan itu? Apakah pertarungan kuda berjoki kecil

Buku dan Perspektifnya: Jara Mbojo Kuda-kuda Kultural (1) Read More »