Anarkisme: Sebuah Manifestasi Pikiran “Melawan” Negara

Di antara sebagian besar dari kita mungkin pernah semata-mata menyimpulkan bahwa demonstrasi yang menggelambir di jalanan yang merupakan bentuk reaksi penolakan terhadap kebijakan publik yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan sebutan tindakan anarkis? Ataukah hanya sebagai salah satu bentuk ekspresi spontan karena merasa hak konstitusionalnya dilanggar? Perlu diketahui lebih lanjut mengenai dasar ideologi penolakan ini “dalam […]

Anarkisme: Sebuah Manifestasi Pikiran “Melawan” Negara Read More »

Menyoal Legalitas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pegawai KPK

Demokrasi adalah model politis yang dimaksudkan untuk menghalalkan transparansi dalam setiap regulasi, baik dalam bidang hukum kaitannya dengan penyusunan undang-undang, maupun dalam kebijakan publik. Demokrasi harus dimanifestikan pada setiap spektrum kehidupan bernegara, baik kepada rakyat maupun pada pemerintah. Termasuk dalam penerbitan prosedur peralihan status Pegawai KPK di Indonesia menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan Pasal

Menyoal Legalitas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pegawai KPK Read More »

Terasa Sangat Singkat

DALAM konsep beragama, khususnya Islam, kita temukan satu konsep bahwa kehidupan di planet bumi atau di dunia dengan segala dimensi dan dinamikanya, berlaku kefanaan, yakni satu simbol yang mewakili makna sementara dan bukan primer bagi suatu kondisi yang kita nikmati. Sebagaimana ungkapan-ungkapan dalam al-Qur`an, bahwa dunia digambarkan sebagai suatu kesenangan yang menipu, permainan, sandiwara, senda

Terasa Sangat Singkat Read More »

Secokelat Milo, Sebersih Kapas

SAYA menyambut gembira, rencana peluncuran buku Antologi Cerpen 25 Penulis Bima berjudul Zikir Geladak yang diagendakan tanggal 28 Oktober 2021 di Kalikuma Educamp & Library, kawasan Ule, Kota Bima. Kegembiraan ini bukan karena saya termasuk salah seorang dari 25 penulis tersebut, melainkan lebih dipicu oleh dua hal, pertama, berkesempatan pulang kampung, dan kedua, melunasi janji

Secokelat Milo, Sebersih Kapas Read More »

Gerwani, Seksualitas, dan Penundukan Perempuan

Pada tahun 1999, saya bersama teman-teman mengadakan pelatihan kepemimpinan remaja di desa saya. Pelaksananya adalah Forum Komukasi Pelajar Ranggo (FKPR)—wadah yang kami bentuk. Tempatnya di SMPN 1 Ranggo (kini SMPN 1 Pajo). Pesertanya adalah perwakilan siswa SMA/MA dan SMP di Dompu. “Peran Perempuan dalam Islam” adalah salah satu materi yang saya sisipkan dalam jadwal di

Gerwani, Seksualitas, dan Penundukan Perempuan Read More »

Akar-Akar Harmonisasi Kemanusiaan di Indonesia

Manusia kehilangan maknanya. Sejak kecil terdoktrin dalam pendidikan formal untuk mencari kebenaran yang diaktualisasikan dengan mencari kesalahan orang lain. Mereka yang menjawab benar akan diapresiasi, mereka yang menjawab salah akan dianggap bodoh. Semua berlomba-lomba menjadi benar agar diakui di masyarakat.Pendidikan di Indonesia tidak memfasilitasi minat dan bakat muridnya. Semua dituntut meraih tujuan yang sama, menjadi

Akar-Akar Harmonisasi Kemanusiaan di Indonesia Read More »

Perempuan yang Menangis di Pusara Suamiku

[1]MENGGEBU kejar pendidikan tinggi, berjibaku dengan rutinitas pekerjaan yang diidamkan, benar-benar membuatku terlena. Demi pekerjaan, beberapa lelaki terpaksa aku tolak cintanya. Aku takut kehadiran mereka mengganggu pekerjaanku, toh kalaupun aku terima pasti kuacuhkan karena lebih sibuk bekerja. Bukankah laki-laki paling tidak suka diacuhkan?Aku tidak selamanya mampu bertahan dalam kesendirian. Menjelang setengah abad umurku, barulah hatiku

Perempuan yang Menangis di Pusara Suamiku Read More »

Mitos Kota

Dua hari ini beranda facebook saya disesaki dengan pesan berantai tentang Yogyakarta (selanjutnya Jogja), yang kira-kira judulnya “Singgahlah ke Jogja Barang Sejenak Orang Kaya dan Pintar, Penampilannya Hampir Sama dengan yang Biasa-Biasa Saja”.Seperti sebelum-sebelumnya, pesan berantai ini juga tidak jelas siapa yang menulis pertama kali. Jangan tanya soal tata bahasa, namanya juga pesan berantai. Ya,

Mitos Kota Read More »

Hukum Adat dan Nasib Transformasi Generasi Indonesia

Istilah ‘adat’ sering diartikan sebagai kebiasaan. Sumbernya adalah peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang, serta dipertahankan dengan kesadaran hukum masyarakatnya. Setiap wilayah di Indonesia tentunya memiliki adat tersendiri yang berbeda satu sama lain. Misalnya, salah satu contoh mengenai pembagian warisan hukum adat Minangkabau dan Jawa, dalam hukum adat Minangkabau mengharuskan wanita mendapat warisan

Hukum Adat dan Nasib Transformasi Generasi Indonesia Read More »

Di Atas Langit, Masih Ada Langit

Di dalam hukum alam kita menemukan adanya tingkatan-tingkatan dari rendah sampai ke tingkatan yang paling tinggi, dari hal yang buruk sampai ke hal yang paling baik, dari yang gelap sampai ke suasana yang terang benderang, dan seterusnya. Itulah yang melahirkan satu frase dalam pribahasa Indonesia, “Di atas langit ada langit”.Peribahasa itu tidak saja menerangkan tentang

Di Atas Langit, Masih Ada Langit Read More »