Smart City, Impian Kita Semua

MARI kita bayangkan terwujudnya sebuah kota ideal, qaryatan aminatan muthmainnah, kota yang aman dan nyaman. Kota yang dimaksud adalah lingkungan kampung kita, kelurahan/desa kita, kecamatan kita, kota/kabupaten kita, provinsi, dan Indonesia kita.

Kita andaikan suatu  SMART CITY, kota cerdas. Kota di mana warga dan orang-orang yang ada di dalamnya bisa tinggal (hidup), bekerja, belajar, dan bersenang-senang dengan tenang. Kota kosmopolit yang di dalamnya hidup dan berkembang berbagai budaya dari manusia yang berasal dari latar belakang beragam.

Kota yang menyediakan jaminan dan layanan kesehatan yang baik bagi warganya. Kota yang bisa mewujudkan harapan warganya akan lapangan pekerjaan dan penghasilan yang baik, yang bisnisnya tumbuh sebagai ladang subur. Kota yang bisa memberikan akses pendidikan yang murah – bahkan gratis – bagi semua warga, dengan pendidikan berkualitas, dari pendidikan dasar, menengah, sampai tinggi.

Kota yang memiliki ruang publik yang sangat luas yang bisa dimasuki oleh warga untuk berinteraksi dan berbagi antarsesama. Kota yang berkomitmen pada green area, hutan kota dengan pepohonan rimbun, yang memungkinkan tanah kota bisa menyerap air hujan dan menjadikannya sumber penghidupan serta penangkal banjir.

Dengan itu kota juga akan menjadi seimbang dan berkesimbungan, indah, asri, dan bebas sampah. Warga tidak dikepung oleh banjir di musim hujan dan diteror oleh kekeringan air di musim panas.

Kota yang kita impikan adalah kota yang toleran, aman, nyaman, sehat, ramah, berbudaya, produktif, dan berkarakter.

Kota itu lahir di atas warisan budaya yang kaya dan masyarakatnya mempunyai kesadaran tinggi untuk memelihara, menghargai, dan mengembangkannya. Kota yang pemimpin dan rakyatnya bahu-membahu membangun dalam ikatan kebersamaan. Pemimpinnya peduli karena cintanya pada warga, dan warganya mau memahami dan melibatkan diri dalam kesulitan pemerintahnya.

Kota idaman itu harus dibangun di atas fondasi dan struktur yang kuat, serta oleh partisipasi seluruh warga masyarakat tanpa kecuali. Pondasinya adalah kebersamaan dalam mimpi dan imajinasi tentang kota impian, juga kemauan bersama untuk bertindak berdasarkan kapasitas masing-masing.

Warga dan pemimpinnya harus mempunyai visi yang kuat tentang sebuah kota, bersatu padu dalam mimpinya akan sebuah kota, dalam memilih cara kerja mewujudkan mimpi itu, dan dalam menentukan pilihan pintu masuk dan fokus dalam membangun.

Membangun visi bersama (bukan hanya visi pemimpin, tetapi juga visi warga) yang kuat adalah tugas seorang visioner. Demikian juga menentukan pilihan pintu masuk dan fokus serta prioritas adalah tugas pemimpin. Seorang pemimpin dan warganya harus berani memilih pintu masuk, strategi, dan tema gerakannya berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan dan moral. Ini dilakukan agar pembangunan kota terarah. Memilih fokus dan strategi adalah cara mengatasi berbagai keterbatasan-keterbatasan.

Warga yang visi dan aspirasinya telah terserap dalam visi pemimpin wajib berpartisipasi aktif dalam membangun. Tugas seorang pemimpin adalah memastikan pilihan-pilihan itu berjalan dalam koridor yang benar, baik, dan layak berdasarkan standar hukum, moral, dan etika.

Untuk itu kita harus memiliki dan memilih pemimpin yang bisa dipercayai oleh segenap warga (trusted leaders). TRUSTED LEADERs adalah prasyarat yang harus dimiliki oleh masyarakat yang sedang membangun. Pemimpin harus memiliki kepribadian yang kuat (strong personality) yang dibentuk oleh integritas moral, kualitas pengetahuan, kompetensi, produktifitas dan semangat kerja, serta berkomitmen pada penegakan hukum dan keadilan.

Kepemimpinan ala Nabi Muhammad, yakni siddik, amanah, tabligh, dan fathonah bisa menjadi sumber inspirasi. Model kepemimpinan seperti ini pasti menginspirasi cara masyarakat terlibat dan bagaimana sistem membangun. Kepemimpinan seperti ini pasti komit pada tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), pengembangan pengetahuan melalui pendidikan, inovasi dalam rangka meningkatkan nilai tambah masyarakat, pelayanan publik yang baik, penghargaan pada keterampilan dan profesionalitas (meritokrasi), serta peran dan penguatan hukum yang pasti.

Pemimpin seperti ini pasti akan melahirkan agensi dan memilih aparatur yang berwibawa, profesional dan terampil, beretika, dan bisa dikontrol. Di sisi lain, pemimpin model ini pasti menginspirasi warga untuk mau belajar, belajar untuk berubah, termotivasi untuk terlibat, dan produktif. Warga di bawah naungan pemimpin seperti ini adalah warga yang memiliki karakter terpelajar (edecated) tetapi mau diatur dan taat (cultured).

Kita punya modal sangat kuat untuk itu, tetapi modal itu selama ini kita pendamkan. Sekarang lah saatnya kita munculkan kembali sebagai kekuatan utama dalam membangun. Ialah RELIGIOUS ETHICS, nilai-nilai keagamaan yang telah menjadi warisan sejarah masyarakat kita dari dulu. Masyarakat kita adalah masyarakat yang sudah terbukti bisa membangun peradaban di timur dengan etika dan moral agama, sebagaimana halnya masyarakat Barat membangun peradaban dengan Protestant Ethics. Inilah pilihan. Nilai-nilai etik itulah struktur “DNA” masyarakat untuk berubah, CHANGE.

Untuk menggerakkan DNA itu agar bekerja sebagai karakter komunal warga untuk mengubah keadaan hidup, kita mulai dari pintu PENDIDIKAN. Dari sini kita bisa menggerakkan potensi masyarakat melalui revitalisasi BUDAYA. Kita harus berani berinvestasi di bidang ini, besar-besaran, meskipun kita akan memetiknya 10-20 tahun mendatang, jangka panjang.

Kita harus berpikir jangka panjang (visioner) karena yang kita mau bangun adalah peradaban, bukan istana pasir. Jangan pernah menempuh cara membangun dengan sekedar menghabiskan anggaran pembangunan, sementara kota berjalan di tempat, mutar-mutar, tanpa perubahan yang terarah. Itu hanyalah ibarat menumpuk benang yang kusut.

Kita membangun bukan untuk kita saja, melainkan juga untuk generasi akan datang. Kita membangun untuk mempersiapkan mereka menjadi tangguh di tengah gelombang masa depan yang jauh lebih menghempaskan.

Kita semua warga dan pemimpin, ayo belajar![]

Ilustrasi: pinterest.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *