Gandeng Akademisi & Praktisi, Tim Peneliti UIN Mataram Gelar TOT Modul Pencegahan Kekerasan Anak Berbasis Kearifan Lokal di Kalikuma Educamp Kota Bima

Upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak terus digencarkan! Tim Peneliti MoRA The AIR Funds Kemenag RI – LPDP UIN Mataram menggandeng Dr. Muchammadun, MPS, M.Gen App.Ling (Adv), akademisi UIN Mataram dan aktifis LPA NTB dan Dr. Mira Mareta, M.A, akademisi UIN Mataram dan aktivis perempuan dan anak untuk menggelar Training of Trainers (TOT) Uji Coba Modul Pengasuhan Berbasis Gender dan Kearifan Lokal untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Anak pada Komunitas Masyarakat Suku Sasak, Samawa, dan Mbojo-Dompu di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Kalikuma Educamp, Rabu-Kamis (02-03/08/2026) bertujuan melatih fasilitator agar siap menyampaikan modul pengasuhan anak secara komprehensif. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari TOT sebelumnya yang dilaksanakan di Lombok dan Sumbawa.

Kegiatan ini diikuti oleh 4 orang peserta, 2 orang dari Kota Bima, Dr. Dewi Ratna Muchlisa Mandyara, S.E., M.Hum., ketua Yayasan Samparaja Kota Bima dan Intansari, M.Pd. mewakili Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima dan 2 orang dari Kabupaten Dompu Nursyamsiah, SH., aktivis anak dan perempuan dan pengacara di Dompu serta Ilyas Yasin, M.M.Pd., dosen STKIP Yapis Dompu.

Acara dibuka secara resmi pada pukul 08.00 WITA oleh perwakilan tim peneliti, Dr. Syukri, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu tahap penelitian yang sedang dilakukan.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penelitian kami selama 2 tahun belakangan ini, yaitu menghasilkan modul yang akan diuji coba di dua lokasi, Bima dan Dompu dengan komposisi peserta beragam yang sudah ditentukan oleh peneliti. Dua bulan berikutnya akan dilakukan evaluasi untuk memastikan apakah modul ini layak pakai atau bisa diimplementasikan baik dalam institusi keluarga, masyarakat maupun Lembaga formal.” Ujar Dr. Syukri, M.Ag.

Forum yang berlangsung selama dua hari ini dimoderatori oleh Siti Aminah, M.A., salah seorang tim peneliti dengan membedah berbagai persoalan krusial di tengah masyarakat terkait dengan isu gender dan pola asuh anak, perbedaan jenis kelamin biologis (sex) dan gender, stereotip gender dan dampaknya pada pengasuhan anak, hingga perbedaan pengasuhan tradisional dan transformative gender.

Peserta juga dibimbing untuk mengidentikasi kembali nilai kearifan lokal yang relevan dengan perlindungan anak, aspek pengasuhan yang berpotensi bias gender atau beresiko terhadap anak, menggali nilai-nilai pola asuh berbasis tradisional, dan strategi pengintegrasian nilai kearifan lokal praktik pengasuhan dan terakhir keterlibatan komunitas dalam pengasuhan.

Melalui pelatihan TOT ini, para peserta diharapkan dapat menyerap seluruh isi modul secara komprehensif sehingga siap mengemban peran sebagai fasilitator saat menyampaikan materi kepada peserta uji coba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *