KRONIK

Cerita dari Udara

Sejak kapan engkau lebih dekat dengan pesawat terbang? Sejak kami berlarian mengejar bayangannya sambil berteriak lantang meminta uang. Pesawat, minta uang, ayo jatuhkan uang yang banyak, ungkap kami kompak. Ade kecil, Yati kecil, Aida kecil, Tuti kecil berlarian berkejaran sampai bayangan pesawat itu hilang. Setiap mata kami menengadah ke langit, dan menemukan pesawat, kamipun akan

Cerita dari Udara Read More »

Historisitas Tasbih – Alat Hitung Zikir Orang Saleh

SECARA antropologis, tasbih adalah produk kreasi teknologi seorang hamba yang rindu Tuhannya. Secara tradisional, tasbih hanya disebut alat hitung jumlah bacaan zikir. Sebetulnya, misteri religi tasbih menyimpan jejak napak tilas obsesi dan aktivitas ibadah orang-orang saleh. Sahabat! Suatu saat, ketika saya memegang tasbih, seseorang jemaah mushola yang tidak akrab dengan tradisi tasbih berujar bahwa berzikir

Historisitas Tasbih – Alat Hitung Zikir Orang Saleh Read More »

Merantau untuk Membangun Negeri: Kearifan Hidup Diaspora Bima-Dompu

SAMA halnya Minang, Madura, Bugis-Makassar, dll, suku Bima yang bersemayam di ujung timur Pulau Sumbawa – Nusa Tenggara Barat (NTB) juga suka merantau. Orang Bima maupun Dompu tergolong entitas kultur serumpun yang masih menganut tradisi rantau dan bermigrasi. Sekalipun tergolong etnis kecil, tapi eksistensi mereka tercatat dalam sejarah pergulatan Nusantara, dulu hingga kini. Wilayah dan

Merantau untuk Membangun Negeri: Kearifan Hidup Diaspora Bima-Dompu Read More »

Sisi Intelektualitas Debat Pilkada: Catatan dari Dalam

KETIKA dihubungi untuk terlibat dalam salah satu rangkaian proses Pilkada Kabupaten Bima, yakni Debat Terbuka, saya perlu klir-kan, mengapa memilih kami sebagai tim penyusun materi. Jawaban pihak KPU, bahwa kapasitas kepakaran, rekam jejak integritas, dan independensi adalah kriteria utama tim, membuat saya tidak bisa bilang tidak. Saya rasa demikian juga tiga anggota tim lainnya. Dalam

Sisi Intelektualitas Debat Pilkada: Catatan dari Dalam Read More »

Perkenalkan, Saya Juga Orang Pesantren!

SAYA cukup ‘asing’ dengan institusi pesantren baik berinteraksi secara langsung maupun yang diakses melalui publikasi media. Kecuali pada beberapa keluarga yang secara tradisional memasukan anaknya di pesantren, hingga awal 1980-an, ketika saya duduk di sekolah dasar, nama pesantren masih samar-samar dibandingkan madrasah. Kebetulan saya menempuh pendidikan dasar pada lembaga terakhir tersebut. Jelang akhir 80-an nama

Perkenalkan, Saya Juga Orang Pesantren! Read More »

Ketika Duo Peneliti Bertemu: Antara Deradikalisasi dan Moderasi

KETIKA dua orang peneliti bertemu, beberapa waktu lalu di Mataram (Lombok), perbincangannya tidak jauh-jauh dari soal-soal yang rumit. Soal masyarakat dan keagamaan. Tetapi karena tempat ngobrolnya di kedai kopi, perwacanaan mereka menjadi lebih ringan dan rileks. Kami yang ‘nguping’ awalnya merasa begitu akademik, tetapi pada akhirnya tertarik juga untuk ikut menyimak. Pertemuan antara Prof. Dr.

Ketika Duo Peneliti Bertemu: Antara Deradikalisasi dan Moderasi Read More »