KRONIK

Empat Puluh Jam Tanpa HP, Sungguh Menyenangkan

Akhir minggu, 9-11 Juli 2021 kemarin, saya tidak ber-HP. Saya ingin coba saja. Bagaimana rasanya? Ternyata menyenangkan. Awalnya saya lupa charger di rumah. Sedangkan baterai HP sudah menipis. Sebenarnya bisa kembali mengambil. Sebab teringat ketika baru saja keluar pintu gerbang rumah menuju kebun. Tapi saya kuatkan azam untuk tidak melakukannya. Kebetulan casan hp saya sedikit

Empat Puluh Jam Tanpa HP, Sungguh Menyenangkan Read More »

Cerita Sepotong Piza

Namanya Bre. Usianya 9 tahun. Hobinya masak, bikin kue, menata makanan di atas meja. Di usia belia ini, Bre cukup mandiri mengatasi kebutuhannya akan makanan. Banyak cara ia ungkapkan kecintaanya pada masak. Salah satunya, saat pagi hari ia bertanya “apa yang kita masak, bukan apa yang kita makan.”Berbeda dengan ungkapan “we are what we eat”

Cerita Sepotong Piza Read More »

De Oots dan Nasib Film Sejarah

Melihat sejarah kadang menjadi tabu dan membingungkan. Jika tidak ada kearifan dalam memahami dan menerima hasil dari tragedi sejarah yang panjang, hal itu amat pasti dirasakan penikmat sejarah. Benturan narasi, silang pendapat hingga debat siapa yang benar-salah, kuat-lemah hingga siapa yang berhak menarasikan dan menafsirkan sejarah sangat ramai dewasa ini.Termasuk dalam Film De Oots yang

De Oots dan Nasib Film Sejarah Read More »

Dinda sedang meracik kopi ddampingi pendiri La Rimpu Dr. Atun Wardatun dan Program officer La Rimpu Lily Marfuatun di Kalikuma Educamp & Library

Dinda tentang La Rimpu, Agen Perdamaian Itu

Di masa lalu, di Desa Renda dan Desa Ngali yang terletak di wilayah kecamatan Belo Kabupaten Bima, Ndempa tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari tradisi masyarakat.Ndempa dalam bahasa Bima berarti ‘duel’. Adu fisik atau pertarungan antara dua orang atau sekelompok orang.Bukan dalam makna bermusuhan tetapi lebih pada menguji kekuatan fisik antar pemuda di desa serta

Dinda tentang La Rimpu, Agen Perdamaian Itu Read More »

Pers, Distrupsi Informasi dan Mudarat Demokrasi

Era digital benar-benar telah menandai babak baru perkembangan pers. Kalangan pers sama sekali tidak membayangkan revolusi teknologi informasi ini membawa perubahan mendasar dalam pola dan cara kerja pers. Jika sebelumnya mendirikan perusahaan pers misalnya, memerlukan modal besar dan jumlah personel dalam jumlah cukup kini tidak lagi. Orang kini bahkan dapat memproduksi suatu berita cukup dengan

Pers, Distrupsi Informasi dan Mudarat Demokrasi Read More »

Hari Buku dan Radhar Panca Dahana

Selalu ada ‘tragedi’ dan kesedihan di belakang perayaan. Ia tak benar-benar murni sebuah kesenangan. Akhirnya, menjadi momen, dibuat monumen hingga diperingati berdarah-darah.“Seremoni selalu ada, tapi ‘tragedi’ tetap abadi,” kira-kira begitu menggambarkan situasi ini.Perayaan hari buku juga begitu, diperingati atas ‘tragedi’ kematian penulis Spanyol yang terkenal: Miguel de Cervantes. Begitu juga perayaan lain: Valentine, Natal hingga

Hari Buku dan Radhar Panca Dahana Read More »

Menguji Gagasan “Demokrasi Takwa” Buya Hamka

Pemikiran-pemikiran Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) di bidang tafsir, teologi apalagi sastra tampaknya sudah banyak yang mengkajinya. Tetapi gagasan-gagasannya tentang politik dan demokrasi masih jarang kalau bukan tidak ada. Padahal Hamka bukan sekadar bermain di ranah wacana melainkan menjadi pelaku aktual dari politik. Ia adalah juga seorang politisi. Heri Herdiawanto, Wakil Dekan FISIP Universitas

Menguji Gagasan “Demokrasi Takwa” Buya Hamka Read More »

HMI dan Para “Malin Kundang” Itu

Setiap kader HMI pasti selalu punya narasi dan memori indah tentang himpunan ini. Sebagai organisasi kemahasiswaan HMI menawarkan sensasi dan ‘rasa’ yang berbeda. Ada banyak hal yang didapatkan di sini: tentang kepemimpinan, keorganisasian, kepedulian sosial, nasionalisme, wacana keislaman dan paling penting atmosfir intelektual yang khas.Baca juga: Pergulatan Menjadi HMISaya sendiri bukanlah kader inti di HMI,

HMI dan Para “Malin Kundang” Itu Read More »

Pergulatan Menjadi HMI

KETIKA berangkat kuliah ke IAIN Sunan Ampel Surabaya, 1989, saya menyandang identitas bawaan sebagai anak NU. Bukan karena saya sebagai aktivis IPNU, karena organisasi itu tidak terdengar di telinga saat saya di MA atau MTs. Tetapi karena bapak saya dikenal sebagai salah seorang tokoh NOe di Bima. Ke-NOe-an beliau bahkan genuine, ditimba dari sumbernya langsung,

Pergulatan Menjadi HMI Read More »

Menepis Mitos Menjadi Penulis

HAMPIR  dalam setiap pelatihan dan lokakarya kepenulisan hal pertama yang sering dikeluhkan peserta adalah kebingungan cara memulai menulis atau perasaan malu dengan mutu tulisan yang dihasilkan.Keluhan yang sama muncul dalam acara “Workshop Pengembangan Metodologi Penelitian Dosen” STIT Sunan Giri Bima yang diselenggarakan di Kalikuma Educamp and Libarary, Bima, Sabtu (23/1/2021). Bagi para pemula keluhan dan

Menepis Mitos Menjadi Penulis Read More »