Epicureanisme: Ide tentang Hedon yang Disalahpahami

SEPANJANG sejarah filsafat, hanya sedikit filsuf yang menjadi sasaran kritik lebih banyak daripada Epicurus. Ini karena Epicurus adalah seorang hedonis dalam arti tradisional, yang mengajarkan kesenangan (pleasure) sebagai kebaikan mutlak dan sebagai eksistensi. Baginya, tujuan utama hidup adalah mencapai kesenangan. Filsafat ini menjadi perdebatan di kalangan filsuf sebab ‘hedonisme’ seringkali disinonimkan dengan keegoisan, kerusakan, dan […]

Epicureanisme: Ide tentang Hedon yang Disalahpahami Read More »

Empati tanpa Batas: Benang Kemanusiaan yang Menjahit Luka Anak Negeri

Musibah selalu datang tanpa mengetuk pintu, ia tidak menanyakan identitas, tidak memilih latar belakang, dan tidak pula memilah keyakinan. Ketika bumi berguncang, banjir meluap, atau api melalap pemukiman, semua manusia berdiri pada posisi yang sama—rapuh. Di hadapan bencana, perbedaan yang selama ini tampak tebal—agama, suku, pilihan politik, status sosial—mendadak kehilangan daya tawarnya. Yang tersisa hanyalah

Empati tanpa Batas: Benang Kemanusiaan yang Menjahit Luka Anak Negeri Read More »

Ketika Ilmu Menemukan Akar: Catatan Perjumpaan dengan Seyyed Hossein Nasr

Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, di mana hutan dihitung dalam hektare dan sungai diukur dalam debit, kita jarang diberi kesempatan untuk berhenti dan bertanya: apa yang sebenarnya sedang kita rusak? Bukan hanya bentang alam, melainkan cara kita memahami keberadaan itu sendiri. Barangkali, krisis ekologis hari ini bukan semata krisis lingkungan, melainkan krisis cara

Ketika Ilmu Menemukan Akar: Catatan Perjumpaan dengan Seyyed Hossein Nasr Read More »

Amerika dan Cermin Kesadaran Diri; Catatan Perjalanan Di Negeri Orang

Perjalanan sering kali menjadi guru yang tidak kita duga. Ia tidak hanya memindahkan tubuh dari satu titik ke titik lainnya, tetapi juga membuka ruang-ruang refleksi yang jarang muncul dalam rutinitas sehari-hari. Para psikolog menyebut proses ini sebagai situational self-awareness, yaitu sebuah kondisi ketika seseorang, karena konteks yang baru, lebih peka terhadap perilaku, pikiran, dan nilai

Amerika dan Cermin Kesadaran Diri; Catatan Perjalanan Di Negeri Orang Read More »

CARA KAMI MENGAJARKAN MISTISISME

Awal Perjalanan dan Minat SpiritualMinat terhadap dunia spiritual Islam mulai tumbuh sejak memasuki tahun ketiga sebagai mahasiswa Ushuluddin—yang bukan dari kalangan pesantren, melainkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan teknik arsitektur yang sejujurnya lebih tertarik pada lukisan “abstrak-filosofis” daripada gambar dengan “akurasi-matematis”. Kecenderungan terhadap hal-hal abstrak inilah—yang barangkali mendorong secara lebih akrab dengan dunia spiritual; yakni sebuah

CARA KAMI MENGAJARKAN MISTISISME Read More »

White Noise: Saat Suara Hujan Merajut Relasi Manusia, Tuhan, dan Alam

Ada sesuatu yang memikat dalam suara hujan, yakni ritmenya yang lembut, jatuh perlahan di atas tanah, pada dedaunan, atau di atas atap rumah, dan mengalir menjadi alunan yang menenangkan jiwa. Banyak psikolog menyebut suara ini sebagai white noise—suara latar yang stabil, konstan, dan berulang sehingga mampu menciptakan efek terapeutik bagi manusia—menenangkan sistem saraf, mengurangi kecemasan,

White Noise: Saat Suara Hujan Merajut Relasi Manusia, Tuhan, dan Alam Read More »

Ketika Batu, Emas, dan Kerang Menuntut Keadilan: Pelajaran dari Kosmologi Adat tentang Krisis Ekologi Global

Sebuah panel dalam pertemuan American Academy of Religion (AAR) 2025 menyoroti bagaimana konflik ekologis di berbagai belahan dunia—dari batu suci di Danau Tahoe, penambangan emas di wilayah Anishinaabe, hingga kerang raksasa hima di Guåhan (Guam)—tidak bisa dipahami tanpa melihat cara masyarakat adat memahami alam sebagai makhluk yang hidup, bersemangat, dan memiliki kehendak. Artikel ini menelusuri

Ketika Batu, Emas, dan Kerang Menuntut Keadilan: Pelajaran dari Kosmologi Adat tentang Krisis Ekologi Global Read More »

Ketika Alam tidak lagi Bersahabat: Pelajaran Ekoteologi dari Bencana yang Melanda Negeri

Ada lirik lagu dari Ebid GAD yang bunyinya: ”Mungkin alam mulai bosan melihat tingkah kita.” Kalimat sederhana ini terasa seperti pukulan batin ketika melihat apa yang sedang terjadi di beberapa wilayah di negeri kita hari ini—banjir bandang, longsor, dan gelombang cuaca ekstrem yang datang berturut-turut. Seakan-akan alam, yang selama ini diam dan sabar, akhirnya menunjukkan

Ketika Alam tidak lagi Bersahabat: Pelajaran Ekoteologi dari Bencana yang Melanda Negeri Read More »

Ketika Dunia Memeluk Kita Kembali: Renungan tentang Pulang, Luka, dan Kekerabatan yang Membentuk Masa Depan Bumi

Ada kalimat yang muncul seperti desir angin yang pelan, ”Bahwa dunia tidak meminta untuk diselamatkan-dunia hanya meminta untuk diingat kembali”. Kalimat sederhana ini dapat mengguncang siapa pun yang mulai merasa bahwa bumi semakin menjauh dari manusia, atau justru manusia lah yang semakin menjauh dari bumi.Refleksi itu menguat ketika saya menghadiri acara bedah buku yang berjudul

Ketika Dunia Memeluk Kita Kembali: Renungan tentang Pulang, Luka, dan Kekerabatan yang Membentuk Masa Depan Bumi Read More »

Pesantren Islam Kiri dan Reproduksi Makna Perlawanan

Wacana persinggungan antara Islam dan Marxisme di Indonesia sejak lama telah menjadi perdebatan para sarjana dan aktivis. Namun, tesis yang paling terkemuka untuk wacana ini bersemayam pada sosok Haji Misbach (1876-1926) dari Muhammadiyah Surakarta pada akhir abad-20 lalu.Praktis, pada masa kolonialisme, wacana kiri yang diwakili oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) mewarnai peta politik dan perjuangan

Pesantren Islam Kiri dan Reproduksi Makna Perlawanan Read More »