OPINI

Menilik Joki Cilik dari Kacamata HAM dan Wacana Kolonial (1)

JOKI cilik adalah istilah yang kerap disematkan kepada anak-anak yang menjadi “joki” dalam praktik pacuan kuda di Bima, Nusa Tenggara Barat. Praktik ini belakangan menjadi kontroversial di tingkat lokal masyarakat Bima maupun masyarakat luar Bima yang memiliki perhatian dalam isu perlindungan anak dan praktik budaya, seiring dengan dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Bupati Bima Nomor: 709/036/05/2022 […]

Menilik Joki Cilik dari Kacamata HAM dan Wacana Kolonial (1) Read More »

Sesajen Politik dalam Pilkada

Sesajen dan mantra merupakan dua hal tak terpisahkan dalam pelaksanaan ritual masyarakat purba. Keduanya adalah medium komunikasi mahapenting dalam menyampaikan harapan dan doa, juga mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Hingga pertengahan 1980-an, kala saya duduk di kelas rendah sekolah dasar, masyarakat di desa saya masih patuh melaksanakan ritus-ritus tradisional yang sarat dengan aura dan

Sesajen Politik dalam Pilkada Read More »

Potensi Kekerasan yang Bernama Kelembutan

KEKERASAN yang paling keras adalah kelembutan itu sendiri. Kalimat ini sepintas lalu mungkin sulit dipahami, namun ketika dimaknai lebih dalam dan menyempatkan menggunakan kejernihan pikiran dan hati, maka kita akan bertemu dengan sebuah hikmah yang luar biasa.Lebih mudahnya begini, kekerasan sejati adalah kelembutan itu sendiri. Sebab tatkala kita sudah mampu mengambil hati seseorang, di sanalah

Potensi Kekerasan yang Bernama Kelembutan Read More »

Perdebatan Orang Bima tentang Konsepsi Tuhan dan Lainnya

MEMAHAMI al-Qur’an dengan pendekatan bahasa ibu ternyata menarik. Ada tantangan yang harus dilewati, tetapi setelah mampu menerobosnya, hati terasa plong dan cerah. Makna-makna al-Qur’an, yang dekat maupun yang jauh, rasanya dapat dengan mudah disentuh.  Ada tantangan linguistik, berupa banyaknya musykilat, kerumitan dan kompleksitas kata (mufradat) dan makna al-Qur’an. Al-Qur’an sendiri punya i’jaz (kemukjizatan) dalam susunan

Perdebatan Orang Bima tentang Konsepsi Tuhan dan Lainnya Read More »

Anies, PA 212, Bir, dan Relasi Islam dan Negara

“SIAPA yang bisa memberi saya uang sebanyak itu. Biar seribu kali sembahyang uang yang 25 milliar itu tidak akan datang, makanya jangan asal ngomong saja. Ada pemimpin Islam yang mengatakan  buat apa judi,  cukup melaksanakan pembangunan dengan uang zakat saja. Dari zakat hanya diterima  Rp 75 juta setahunnya, itu pun berkat dorongan Pemda. Oleh karena

Anies, PA 212, Bir, dan Relasi Islam dan Negara Read More »

Pasar dan Prospek Konten YouTube

FENOMENA dunia digital di Indonesia kian hari kian menggeliat. Penyebaran informasi, gagasan, dan aktivitas yang kita lakukan makin mudah dan kian mendapat tempat. Banyaknya platform media massa online hari-hari ini membuat transformasi masyarakat semakin cepat. Hal itu ditandai dengan makin memudarnya klaim dikotomi misalnya antara tradisonalis-modernis, desa-kota hingga Barat dan Timur.Dengan adanya internet yang masuk

Pasar dan Prospek Konten YouTube Read More »

Paradigma Politik Kartini

21 APRIL yang diperingati sebagai hari Kartini adalah momentumnya perempuan Indonesia, melebihi momentum hari-hari perempuan lainnya. Mungkin tidak akan ada kontes aneka macam kebaya dan sanggul serta model riasan akan muncul meriah menghiasi sekolah-sekolah, institusi pemerintah, bahkan komunitas perempuan “milenial” yang terbentuk secara kultural, khususnya di pulau Jawa, karena kondisi keterbatasan berkegiatan pasca pandemi covid

Paradigma Politik Kartini Read More »

Moderasi Beragama dalam Kearifan Dou Mbojo

MODERASI beragama secara sederhana dipahami sebagai cara pandang, sikap, atau perilaku beragama yang moderat, toleran, menghargai perbedaan, dan selalu mengedepankan kemaslahatan bersama (public virtue). Tidak menafikan orang lain, apalagi mengganggu dan memeranginya.Sementara itu, kearifan lokal merujuk kepada pengetahuan atau kebijaksanaan suatu masyarakat yang bersumber dari nilai luhur yang diwariskan, sebagai ruh kebudayaan, bekerja sebagai perangkat menata

Moderasi Beragama dalam Kearifan Dou Mbojo Read More »

“Menyapa” Mereka yang Berbeda: Perjuangan Mengakhiri Prasangka

“Orang yang tidak pernah merasakan kegelapan, biasanya tidak akan mengerti apa artinya lampu”. Ungkapan klasik ini  menggambarkan betapa seringkali kita membenci bahkan memusuhi sesuatu yang tidak kita ketahui. Kita menganggap sesuatu itu musuh kita, padahal itu adalah bayang-bayang  ketidaktahuan kita. Kita menganggapnya ia lawan kita, padahal yang harus kita lawan justru diri kita, egoisme kita,

“Menyapa” Mereka yang Berbeda: Perjuangan Mengakhiri Prasangka Read More »

Manusia dalam Tiga Jeratan

PENGARUH mazhab positivistik dalam sejarah ilmu pengetahuan modern bukan saja hanya menimbulkan persoalan bagi eksistensi agama, tetapi pada dasarnya mencakup persoalan-persoalan fundamental-filosofis yang bersifat metodologis dan epistemologi.Rasio-empiris yang dijadikan landasan utama di dalam sains modern serta dianggap sebagai satu-satunya metode yang valid sebagai landasan utama dalam memahami realitas sosial, individu, serta keagamaan telah menimbulkan masalah

Manusia dalam Tiga Jeratan Read More »