Mengingat Siti Hajar, Merenungi Kehadiran Perempuan

TOKOH historis ini selalu disebut dan didengung-dengunkan pada setiap perayaan “Hari Raya Haji atau Idul Adha/Idul Qurban. Ia adalah istri dan pendamping setia Nabi Ibrahim sang kekasih Allah. Suaminya itu, sebagai nabi yang menyerukan tauhid, Ibrahim melaksanakan tugas berat dalam sistim sosial yang opresif atau tiranis. Pada zaman kegelapan dimana selama seabad lamanya menanggung segala […]

Mengingat Siti Hajar, Merenungi Kehadiran Perempuan Read More »

Ketika Muhammad Bertamu ke Rumah Kita

MAULID Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momen untuk merefleksi komitmen persaksian kita terhadap kenabian dan kerasulan Muhammad SAW sebagai sosok suri tauladan yang Tuhan kirim untuk manusia. Tuhan menitip rujukan pada diri Muhammad SAW sebagai cermin kehidupan manusia, baik sebagai rujukan dalam berbicara, bersikap, maupun didalam diam. Selama ini kita sering melihat fenomena di

Ketika Muhammad Bertamu ke Rumah Kita Read More »

Imaji Kebangsaan Kaum Muda

MEMBINCANG Sumpah Pemuda berarti kita berbicara tentang memori dan narasi. Yakni, memori dan narasi perjuangan tanpa lelah dari kaum muda dalam menyusun aneka puzzle keragaman hingga membentuk sebuah bangunan kebangsaan bernama Indonesia. Pernahkah kita membayangkan, bagaimana preseden historis dalam mengumpulkan dan merajut kepingan-kepingan identitas suku, budaya, bahasa dan agama itu hingga terjalin sebuah bangsa besar

Imaji Kebangsaan Kaum Muda Read More »

Narsisme ala Santri(wati) 90-an

APAKAH kehidupan santri melulu tentang ngaji, klassikal dan sorogan? Tentang keterbatasan mengakses dunia luar? Tentang waktu yang terus mengejar di antara jadwal yang super padat? Tentang ketundukan tanpa syarat pada aturan pondok? Tentang ta’dhim kepada Ibu Nyai dan Pak Yai? Tentang kebersihan dan ro’an yang menghabiskan waktu libur Jum’at? Percayalah, santri juga manusia yang memerlukan

Narsisme ala Santri(wati) 90-an Read More »

Menyoal Sifat Asasi Manusia

DALAM majelis Salafus Salaf terjadi perbincangan dan diskusi yang menarik tentang beberapa sifat dasar manusia yang melekat pada prilaku dan kebiasaannya, seperti mau menang sendiri (egois), mau menguasai sendiri (tamak), mau memiliki sendiri (rakus), mau makan sendiri (kikir), mau hidup sendiri (dengki), mau mengambilalih kepemilikan saudaranya (iri), dan masih banyak sifat-sifat dasar lainnya yang mewarnai

Menyoal Sifat Asasi Manusia Read More »

Perkenalkan, Saya Juga Orang Pesantren!

SAYA cukup ‘asing’ dengan institusi pesantren baik berinteraksi secara langsung maupun yang diakses melalui publikasi media. Kecuali pada beberapa keluarga yang secara tradisional memasukan anaknya di pesantren, hingga awal 1980-an, ketika saya duduk di sekolah dasar, nama pesantren masih samar-samar dibandingkan madrasah. Kebetulan saya menempuh pendidikan dasar pada lembaga terakhir tersebut. Jelang akhir 80-an nama

Perkenalkan, Saya Juga Orang Pesantren! Read More »

Tauhid: La Ilaha Illallah atau La Ilaha Illa Huwa?

TULISAN ini berawal dari sebuah diskusi antara sosok Baba dengan dosen yang mengajar ilmu tafsir dalam sebuah cerpen berjudul “Baba” yang ditulis oleh penulis sendiri. Diskusi tersebut di awali dengan pertanyaan ‘menggelitik’ Baba tentang kata Allah, lalu dosenya menjawab; “Allah itu adalah sesembahan. Sebelum muncul istilah Allah, manusia telah sadar akan Dzat transendental yang menciptakan

Tauhid: La Ilaha Illallah atau La Ilaha Illa Huwa? Read More »

Intersubjektivitas: Pendekatan Alternatif dalam Studi Agama

STUDI Islam merupakan bagian dari sebuah kajian keislaman dengan wilayah telaah materi ajaran agama dan fenomena kehidupan beragama. Pendekatan yang dilakukan biasanya melalui berbagai disiplin keilmuan. Kalangan pengkaji agama-agama mencoba mendekati persoalan kehidupan beragama masyarakat dalam bingkai yang dapat dicermati dan diamati secara lebih jelas melalui pertimbangan atas fenomena dan makna dalam ajaran-ajaran keagamaan. Dalam

Intersubjektivitas: Pendekatan Alternatif dalam Studi Agama Read More »

Perempuan dan Genggamannya

SEJARAH Yunani menyebutkan, bahwa perempuan dianggap sebagai penyebab segala penderitaan dan musibah. Ketika tamu datang, perempuan diperlakukan sebagai budak atau pelayan. Perempuan diberi kebebasan untuk melacur dan berzina. Kalau itu terjadi, perempuan tersebut dinilai sangat terhormat (Gayo, 2010). Hal ini sejalan dengan perkataan Nikolaos A. Vrissimtzis dalam karyanya Erotisme Yunani, bahwa perempuan bisa mempunyai kedudukan tinggi asalkan

Perempuan dan Genggamannya Read More »

Ayat Alam Hayat dalam Studi Al-Qur’an

Tulisan ini berawal dari sebuah dialog antara sosok Ama dengan Lesley dalam novel berjudul Tambora yang ditulis oleh Agus Sumbogo. Dalam dialog tersebut, Ama dan Lesley mendiskusikan tentang falsafah ayat alam hayat—dimana falsafah tersebut merupakan prinsip dasar bagi kehidupan masyarakat di tiga kerajaan yang terletak di pulau Sumbawa yakni, kerajaan Tambora, Sanggar dan Pekat. Tiga

Ayat Alam Hayat dalam Studi Al-Qur’an Read More »