Sertifikasi Ulama dan Ustad Good Looking

DALAM beberapa hari terakhir ramai perbincangan di kalangan komunitas keagamaan soal “sertifikasi ulama” dan istilah “ustadz good looking.” Dua isu yang sebenarnya sangat berbeda tetapi memiliki keterkaitan objek yang sama, karena keduanya disematkan pada konsep subjek keagamaan ulama dan ustadz. Dan kita tahu masyarakat kita masih sangat bersemangat dengan isu keagamaan. Mungkin hal ini terjadi […]

Sertifikasi Ulama dan Ustad Good Looking Read More »

Ironi Setetes Mani

WAJAH Tsania Marwa terlihat sembab. Sesekali ia menyeka air matanya. Meski ia berusaha keras menutupi kesedihannya,  akhirnya tumbang  juga. Sebelumnya ia selalu terlihat tegar menghadiri persidangan dan mediasi panjang yang melelahkan di pengadilan untuk mendapatkan hak asuh kedua anaknya. Buah cinta pernikahannya dengan Attalarik Syah. Dia juga rajin mendatangi KPAI agar kedua buah hatinya kembali ke

Ironi Setetes Mani Read More »

Do It and Forget It!

NILAI amaliah manusia di hadapan Tuhan bukan terletak pada kuantitas atau banyak dan sedikitnya jumlah volume pelaksanaannya, bukan pula pada kualitas atau ukuran baik buruk dalam proses pelaksanaan amaliah tersebut. Jika kuantitas dan kualitas yang dijadikan sebagai standar oleh Tuhan, maka akan banyak celah bagi seorang hamba untuk mengklaim dirinya menjadi yang terbaik dan tersholeh

Do It and Forget It! Read More »

NU di Antara Kiai, Nyai, Akademisi dan Politisi

DALAM sejarah kelahiran NU aktor-aktor yang berperan sangat penting berasal dari kalangan kiai pesantren. Lebih dari itu, mereka adalah orang-orang khos yang menjadi “guru” bagi “semua” kiai pesantren salaf tradisional. Dari Mbah Kholil Bangkalan, Mbah Hasyim Asy’ari, sampai KH. As’ad Syamsul Arifin Situbondo. Akar historis NU yang lahir dari rahim  pesantren inilah yang menjadikan NU menjadi organisasi

NU di Antara Kiai, Nyai, Akademisi dan Politisi Read More »

‘Melawan’ Cak Nur

PALING tidak tercatat dua kali gagasan pembaruan Cak Nur (Nurcholish Madjid) menimbulkan heboh intelektual yakni pada 1970-an dan awal 1990-an. Heboh intelektual pertama dipicu oleh beberapa gagasannya seputar seruan ‘sekularisasi’ dan slogan ‘Islam Yes Partai Islam No”. Ketika  banyak  tokoh politik  Islam sedang berjuang keras membujuk rezim Orde Baru  untuk  merehabilitasi  Masyumi, atau setidaknya reinkarnasi

‘Melawan’ Cak Nur Read More »

Merayakan Bulan Cak Nur, Menjadi Bintang Caknurian

SEMANGAT beragama yang membebaskan dalam konteks keindonesiaan tak bisa dilepaskan dari sumbangsih Prof. Nurcholish Madjid yang akrab disapa Cak Nur (lahir 17 Maret 1939 – meninggal 29 Agustus 2005). Saya tergerak untuk membuat catatan reflektif tentang cendekiawan besar itu ketika melihat semarak acara Bulan Cak Nur (Haul ke-15). Di kanal medsos juga terdapat acara webinar

Merayakan Bulan Cak Nur, Menjadi Bintang Caknurian Read More »

Jatuh-bangun Etos Intelektual-Ulama dan Gerakan Kultural yang Bisa Dilibati

ULAMA di sekitar kita semakin hari semakin langka saja. Satu demi satu para cerdik pandai dan pemeduli agama meninggalkan kita. Beberapa memang masih hidup, tetapi karena umur sudah semakin tua, mobilitas, daya jangkau, dan artikulasi dari yang tersisa itu tidak seperti dulu lagi, sudah jauh berkurang. Jika pun ada yang masih fresh, maka kuantitasnya tak

Jatuh-bangun Etos Intelektual-Ulama dan Gerakan Kultural yang Bisa Dilibati Read More »

Fi Tua, Ajaran Rahasia dan Etik Dou Mbojo

Fi Tua adalah pembicaraan falsafi yang berhubungan dengan materi-materi ketasawufan dalam tradisi Islam. Fi Tua berkembang di Bima (Dana Mbojo) dan dianggap menjadi khazanah keilmuan orang Bima (Dou Mbojo). Di balik kenyataan itu, ada klaim dan anggapan bahwa Fi Tua adalah sebuah ajaran rahasia yang harus disembunyikan. Saya menangkap kesan adanya elitisme dalam mempelajari agama

Fi Tua, Ajaran Rahasia dan Etik Dou Mbojo Read More »

Tuan Imam: Representasi Ulama-Umara di Bima

SALAH satu ulama Bima yang pernah belajar atau mengajar di Haramain selain Syaikh Abdul Ghani dan KH. Said Amin adalah TGH. Abdurrahman Idris. Nama TGH. Abdurrahman Idris – lebih populer dipanggil Tuan Imam – sedikit “tersisih” dari dua nama di atas dalam khazanah keilmuan ulama-ulama di Bima. Padahal jika kita menelisik lebih jauh, beliaulah representasi

Tuan Imam: Representasi Ulama-Umara di Bima Read More »

Muliakan Diri dengan Menghargai Kebaikan Orang

TUHAN menyelupkan “sosial” dalam proses pencampuran bahan baku penciptaan manusia, sehingga melekat dalam pisik dan psikis manusia sebagai makhluk yang enggan untuk menyendiri. Bahkan kita bisa memastikan bahwa manusia itu dikatakan ada jika ia berada dalam sebuah komunitas. Dari sini kita menyadari bahwa diri ini tidak mungkin tercerabut dari hubungan sosial atau hubungan kemanusiaan. Ada

Muliakan Diri dengan Menghargai Kebaikan Orang Read More »