Rimpu dalam Masa Kenormalan Baru

KATA SIAPA Covid-19 hanya menyisahkan ketakutan, kematian dan beban psikologi yang amat sangat. Kata siapa Covid-19 hanya berdampak kepada manusia semata yang terus tergiring untuk hidup dan dipaksa untuk beradaptasi dalam suasana kebaruan ini. Tak banyak yang tahu, berkah Covid-19 juga merambas kearas-aras yang jauh, termasuk dalam hal kearifan lokal dan kebudayaan.Salah satu kearifan lokal […]

Rimpu dalam Masa Kenormalan Baru Read More »

Mengenang Kang Jalal, Pejuang Keterbukaan

“SAYA tidak peduli dituduh Syiah” adalah pernyataan kunci Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat) ketika saya melakukan wawancara panjang untuk tabloid mahasiswa “Washilah”, edisi Desember 1995.  Dia datang ke Ujung Pandang (kini Makassar) sebagai narasumber sebuah seminar tentang rekonsiliasi Sunni-Syiah di kampus saya, IAIN Alauddin.Sebagai wartawan kampus, saya memanfaatkan kunjungannya untuk mengulik informasi seputar isu pembaruan Islam

Mengenang Kang Jalal, Pejuang Keterbukaan Read More »

Menguji Gagasan “Demokrasi Takwa” Buya Hamka

Pemikiran-pemikiran Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) di bidang tafsir, teologi apalagi sastra tampaknya sudah banyak yang mengkajinya. Tetapi gagasan-gagasannya tentang politik dan demokrasi masih jarang kalau bukan tidak ada. Padahal Hamka bukan sekadar bermain di ranah wacana melainkan menjadi pelaku aktual dari politik. Ia adalah juga seorang politisi. Heri Herdiawanto, Wakil Dekan FISIP Universitas

Menguji Gagasan “Demokrasi Takwa” Buya Hamka Read More »

Menjadi Pribadi yang Satu Kata dengan Perbuatan

DALAM kajian tentang aqidah pada majlis-majlis ilmu sering kita diperdengarkan dengan pernyataan yang dijadikan pegangan dan komitmen orang-orang beriman, bahwa  orang beriman atau mukmin itu adalah orang yang meyakini sesuatu itu dengan hatinya, kemudian menyuarakan kebenaran dari keyakinan itu dengan lisannya, dan mengaplikasikan apa yang diyakini dan apa yang disuarakan dalam bentuk aksi nyata.Pernyataan komitmen

Menjadi Pribadi yang Satu Kata dengan Perbuatan Read More »

Politik Media: Penebar “Harapan” atau “Ratapan” ?

Beberapa tahun lalu saya mengenal baik seorang pegawai pada sebuah instansi pemerintah di Kabupaten Dompu. Karena kami tinggal satu desa bahkan di dusun yang sama hubungan kami sangat akrab. Sebelum meninggal pada 2010 karena kecelakaan dia sempat bercerita tentang pengalamannya sebagai bendahara pada salah satu proyek di tempatnya bekerja.Cerita yang sampai hari ini masih membekas

Politik Media: Penebar “Harapan” atau “Ratapan” ? Read More »

Ibu, Aku Keliru, Maafkan!

“Walaupun tidak salah, tapi aku telah melukai perasaannya”INI kisah nyata, pengalaman haru, dan penuh renungan dan sarat makna.Saat itu, di pertengahan 2000-an, usiaku sudah tidak muda lagi, sudah memasuki kepala 4. Aku sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak. Aku tentu tidak anak-anak lagi, dan usia ibuku, saat itu, sudah menjelang 70 tahun. Dia menjadi

Ibu, Aku Keliru, Maafkan! Read More »

HMI dan Para “Malin Kundang” Itu

Setiap kader HMI pasti selalu punya narasi dan memori indah tentang himpunan ini. Sebagai organisasi kemahasiswaan HMI menawarkan sensasi dan ‘rasa’ yang berbeda. Ada banyak hal yang didapatkan di sini: tentang kepemimpinan, keorganisasian, kepedulian sosial, nasionalisme, wacana keislaman dan paling penting atmosfir intelektual yang khas.Baca juga: Pergulatan Menjadi HMISaya sendiri bukanlah kader inti di HMI,

HMI dan Para “Malin Kundang” Itu Read More »

Pergulatan Menjadi HMI

KETIKA berangkat kuliah ke IAIN Sunan Ampel Surabaya, 1989, saya menyandang identitas bawaan sebagai anak NU. Bukan karena saya sebagai aktivis IPNU, karena organisasi itu tidak terdengar di telinga saat saya di MA atau MTs. Tetapi karena bapak saya dikenal sebagai salah seorang tokoh NOe di Bima. Ke-NOe-an beliau bahkan genuine, ditimba dari sumbernya langsung,

Pergulatan Menjadi HMI Read More »

Ibu, Rahim Peradaban

PERNAHKAN kita renungkan secara mendalam satu mahfuzhat yang dulu pernah terngiang di telinga tatkala kita ngaji sarungan, “Annisa’ imadul bilad, idza sholuhat sholuhal bilad waidza fasadat fasadal bilad.” Wanita adalah tiang negara, apabila wanita itu baik, maka baiklah negara, dan apabila wanita itu tidak baik, maka rusaklah negara.Mahfuzhat ini sangat indah dan kalimat penghargaan yang

Ibu, Rahim Peradaban Read More »

Menepis Mitos Menjadi Penulis

HAMPIR  dalam setiap pelatihan dan lokakarya kepenulisan hal pertama yang sering dikeluhkan peserta adalah kebingungan cara memulai menulis atau perasaan malu dengan mutu tulisan yang dihasilkan.Keluhan yang sama muncul dalam acara “Workshop Pengembangan Metodologi Penelitian Dosen” STIT Sunan Giri Bima yang diselenggarakan di Kalikuma Educamp and Libarary, Bima, Sabtu (23/1/2021). Bagi para pemula keluhan dan

Menepis Mitos Menjadi Penulis Read More »