Memanen di Celah Musim

KUPANDANG lahan tandus di hadapanku. Kering kerontang sebagaimana perasaanku yang meradang saat dihina dan dikatakan gila atas keinginanku menghijaukan lahan non-produktif yang baru suamiku beli dengan harga murah. “Tanah ini seperti tanah terkutuk, tidak mungkin tumbuh dengan baik apa yang ditanam, seolah langit menyerap kembali air hujan yang terlanjur jatuh di tanah ini, hanya orang gila […]

Memanen di Celah Musim Read More »

Matinya Imajinasi dalam Beragama

HAMPIR kebanyakan orang memahami bahwa agama sebagai aturan yang mengatur kehidupan manusia dengan seperangkat hukum yang tertuang di dalam teks-teks kitab suci atau sabda Nabi. Teks-teks keagamaan tersebut kemudian ditafsirkan oleh pihak-pihak yang dianggap memiliki otoritas keagamaan dan kapasitas keilmuan dari berbagai disiplin.Pembacaan dan penafsiran terhadap teks-teks keagamaan pun kemudian melahirkan berbagai macam hukum yang

Matinya Imajinasi dalam Beragama Read More »

Qawwamun; Menyoal Tanggung Jawab Pemimpin Rumah Tangga

KEWAJIBAN dan tanggung jawab menjadi bagian dari konsekwensi hidup yang kita jalani sebagai hamba Tuhan apapun profesi, tugas, dan kedudukan kita. Coretan ringan ini menyoal kewajiban dan tanggung jawab seseorang yang menjadi suami didalam rumah tangga yang telah didialogkan Tuhan didalam surah ke 4 ayat 34 dan menjadi ayat kebanggaan kaum laki-laki yang digelari sebagai

Qawwamun; Menyoal Tanggung Jawab Pemimpin Rumah Tangga Read More »

Puisi-puisiku di Pesantren

Tuhan yang DekatTuhanDi dalam penjara ilmu aku terdiamMerenung, berpikir dan melamunHingga aku tak ingin hari-hariku pergi meninggalkankuTuhanDi dalam lautan, buih-buih ilmu-Mu mendekat kepadakuNamun dia seakan tak mau melekat pada insan iniTuhanCepatkanlah hari-hari iniBantu hamba menjalani rencana-MuHingga penjara ini menjadi saksi bahwa hamba masih bersama-MuAmin.10 Februari 2019Ratapan KecilDalam penjara hikmah iniAku tumpahkan semua dengki dan kesombonganMenanti

Puisi-puisiku di Pesantren Read More »

Spiritualitas dan Modernitas: Tantangan Agama di Masa Depan (4)

DARI apa yang telah saya paparkan di beberapa bagian sebelumnya, tidak lain merupakan segenap keresahan dan kegalauan yang kemudian berusaha menimpali segala paradoksnya kehidupan. Kesenjangan demi kesenjangan yang dirasakan, pada titik tertentu melahirkan kekhwatiran yang amat menguras tenaga dan pikiran—atau bahkan menuju keadaan yang amat pesimis. Bagaimana mungkin kita memalingkan dari segala bentuk materi di

Spiritualitas dan Modernitas: Tantangan Agama di Masa Depan (4) Read More »

Spiritualitas dan Modernitas: Tantangan Agama di Masa Depan (3)

TRAGEDI seperti kejahatan kemanusiaan sebagaimana yang telah saya singgung merupakan implikasi terhadap kesadaran obyektif (kebendaan) manusia yang lahir dari prespektif “keluasan”. Padahal manusia adalah subyek—yang seharusnya juga memilik kesadaran subyek. Namun bukankah pada banyak kenyataan, kita cenderung menganggap dan memposisikan manusia lain sebagai obyek (benda)?Menempatkan dan memperlakukan seseorang sebagai obyek (benda) merupakan kejahatan kemanusiaan—karena telah

Spiritualitas dan Modernitas: Tantangan Agama di Masa Depan (3) Read More »

Spiritualitas dan Modernitas: Tantangan Agama di Masa Depan (2)

SEJAK beberapa dekade lamanya, kehidupan diselimuti dan didominasi oleh aspek duniawi yang sangat mekanistik dan materialistik. Melalui kecanggihan teknologi, menyebabkan aspek ruhani-spritual kita terkikis. Namun dari segala peningkatan kemakmuran dan kecenderungan materialistik juga—menegaskan bahwa kebahagiaan tidak terletak pada kehidupan yang bersifat serba fisik dan duniawi semata.Di balik derasnya arus globalisasi dan kemajuan zaman yang meluluhlantahkan

Spiritualitas dan Modernitas: Tantangan Agama di Masa Depan (2) Read More »

Spiritualitas dan Modernitas: Tantangan Agama di Masa Depan (1)

SESUATU yang tak saya pahami; tentang satu hal yang tak dapat dijangkau atau dijelaskan oleh kemampuan akal. Beberapa tahun lalu, saya sangat percaya tentang gagasan relativitas—yang membawa saya pada satu pemahaman; “bahwa tidak ada yang menetap dan semua mengalami perubahan.” Keraguan demi keraguan mengalir bersama aliran darah—dan menganggap bahwa segala sesuatu dapat dijelaskan dengan prinsip

Spiritualitas dan Modernitas: Tantangan Agama di Masa Depan (1) Read More »

Rasa yang Terbuang dan Hilang

Sejarah kehancuran kota Baghdad mencatat momentum dan monumen kebengisan Hulagu Khan. Beragam versi historis mencatat jumlah korban pembantaian terhadap muslim (200 ribu atau 400 ribu orang) oleh pasukan Mongolia di pusat kerajaan Abbasiyah. Itu peristiwa sejarah. Semuanya sudah berlalu, dan ia tidak perlu direproduksi untuk membenci siapapun; kebencian yang membuat banyak haters-nya terjerat dalam perangkap

Rasa yang Terbuang dan Hilang Read More »

Pandemi, Vaksin, dan Segala Kemungkinannya (2)

Dalam sejarah “pervirusan”, beberapa negara penguasa, sebenarnya telah menggunakan virus, kuman, racun dan sejenisnya sebagai senjata biologi. Anda masih ingat bukan, suku Indian (penduduk asli Amerika) yang dibasmi secara tidak manusiawi oleh orang (Amerika sekarang)?Mungkin saja penggunaan virus, racun, dan kuman sebagai senjata biologi tersebut tidak hanya berhenti sampai di situ. Bahkan jika Anda baca beberapa

Pandemi, Vaksin, dan Segala Kemungkinannya (2) Read More »