OPINI

Statuta Roma; Harapan untuk Keadilan Internasional

Sebagai pemerhati hukum, tentunya saya tidak dilimitasi hanya pada batas hukum nasional saja. Apalagi setelah munculnya teori Hubungan Internasional, diperlukan juga tumbuhnya institusi baru yang berdiri sebagai aspek inklusi internasional yang lain.Tak lama setelah serangan teroris mengancurkan menara kembar World Trade Center di New York, Duta Besar Swedia untuk PBB, Pierre Schori, berujar, “Serangan 11 […]

Statuta Roma; Harapan untuk Keadilan Internasional Read More »

Rekonstruksi Nalar Pemikiran Jamaluddin Al-Afghani

Dunia Islam abad 20 ditandai dengan kebangkitan dari kemunduran dan kelemahan secara budaya maupun politik setelah kekuatan Eropa mendominasi mereka. Eropa bisa menjajah karena keberhasilannya dalam menerapkan strategi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengelola berbagai lembaga pemerintahan. Negeri-negeri Islam menjadi jajahan Eropa akibat keterbelakangan dalam berbagai aspek kehidupan. Negara jajahan juga harus ditransformasi dan dimodernisasi

Rekonstruksi Nalar Pemikiran Jamaluddin Al-Afghani Read More »

Guru dan Proyeksi Masa Depan Bangsa (Cacatan Kecil Hari Guru Nasional 2021)

Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini sebagai akibat dari krisis pendidikan cukup beragam. Mulai dari aspek sosial, politik, budaya, ekonomi, serta aspek lainnya. Walaupun saat ini kita banyak menyaksikan prestasi anak Indonesia mengalami peningkatan yang cukup baik, seperti diraihnya prestasi di berbagai olimpiade internasional.Namun di sisi lain, kemunduran telah terjadi pada aspek yang sangat

Guru dan Proyeksi Masa Depan Bangsa (Cacatan Kecil Hari Guru Nasional 2021) Read More »

Homo Sacer: Moderasi Beragama, Apakah Masih Idealis dan Realistis?

Lahirnya Homo Sacer dalam Sebuah Kuasa KedaulatanSecara singkat Homo Sacer adalah figur politik pada hukum Yunani kuno yang terlahir karena pengecualian-pengeculian dari kuasa kedaulatan. Ia dipandang sebagai makluk suci yang boleh dibunuh namun tidak boleh dikorbankan dalam ritual-ritual keagamaan. Pembunuh Homo Sacer tidak akan dipidanakan karena dalam hukum Yunani kuno ia adalah bagian yang bukan

Homo Sacer: Moderasi Beragama, Apakah Masih Idealis dan Realistis? Read More »

“Bararea” dan Kegalauan Kita di Media Sosial

Peleburan entitas di era modern telah melahirkan keadaan yang dilematis. Dengan segala kecanggihan dan kemudahan yang ditawarkan tehnologi, satu sisi menimbulkan gangguan kecemasan (anxiety disorder) khususnya terhadap masa depan kemanusiaan.” Kecemasan dan kegalauan atas indetitas yang kian hari kian terkikis oleh gelombang besar yang bernama globalisasi. Bagaimana tidak, dalam satu jam saja kita bisa berada

“Bararea” dan Kegalauan Kita di Media Sosial Read More »

Seni dan Sastra: Modal Gerakan Perubahan (2-Habis)

Kerendahan hati dan peneguhan sikap merupakan landasan jiwa sastrawan. Putu Wijaya menguatkan itu dalam pengantarnya. Maka sungguh keterlaluan jika sekolah dan kampus menanamkan banyak training motivasi tanpa percaya bahwa seni dan sastra lebih punya kekuatan yang unggul dalam memotivasi.  Ketika sekolah dan kampus kehilangan kekuatan dalam memberi inspirasi maka perannya digantikan oleh dogma, doktrin, dan

Seni dan Sastra: Modal Gerakan Perubahan (2-Habis) Read More »

Seni dan Sastra: Modal Gerakan Perubahan (1)

Idza qallal ma’ruf sharamunkaran waidza sya’al munkaru shara ma’rufan(apabila ma’ruf telah kurang diamalkan maka dia menjadi munkar dan apabila munkar telah tersebar maka dia menjadi ma’ruf)Bukan karena perjuanganlah kita menjadi seniman, tetapi karena kita seniman maka kita menjadi pejuang. Kalau seni yang indah tidak mengungkapkan gagasan moral, gagasan yang menyatukan orang, itu bukanlah seni, hanya

Seni dan Sastra: Modal Gerakan Perubahan (1) Read More »

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (2-Habis)

Belajar Dari Para Pemeluk Pohon di IndiaBeberapa dekade terakhir, koalisi perempuan di India telah membangun strategi-strategi untuk mempertahankan hidup dan perjuangan melawan ancaman terhadap anak-anak mereka yang diakibatkan oleh ancaman dari kerusakan lingkungan. Salah satunya adalah Gerakan Chipko pada awal 1970-an di Perbukitan Garhwal, India untuk melindungi pohon-pohon agar tidak ditebang—yang dikenal dalam bahasa Indonesia

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (2-Habis) Read More »

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (1)

Bapakku Seorang FeminisPerempuan dalam tradisi ketimuran memang cenderung dinilai dari kecakapan mereka saat berada di dapur. Menjadi istri di Bima, Indonesia Timur, berarti sekaligus menjadi pembantu. Situasi dan keadaan ini telah saya saksikan sejak kecil, khususnya dalam rumah tangga paman dan bibi saya sendiri. Misalnya ketika masuk jam makan pada waktu pagi, atau menjelang sore,

Konsep Ekofeminisme dalam Mantra “Inaku Dana, Amaku Langi” (1) Read More »

Puisi Bukan Sekadar Kata-Kata

Puisi tak sekadar teks dan kumpulan pilihan kata. Bila padanya diberi konteks, puisi dapat bertransformasi menjadi “senjata” tak lagi sekedar kata. Jika saja teks dan konteks diberi imaji dan spritualitas, puisi dapat diubah menjadi spirit perubahan, perlawanan, pergerakan, romantisme, meditasi, dan introspeksi diri. Puisi juga mengajak kita untuk menertawakan diri kita sendiri terhadap apa yang

Puisi Bukan Sekadar Kata-Kata Read More »