Akar-Akar Harmonisasi Kemanusiaan di Indonesia

Manusia kehilangan maknanya. Sejak kecil terdoktrin dalam pendidikan formal untuk mencari kebenaran yang diaktualisasikan dengan mencari kesalahan orang lain. Mereka yang menjawab benar akan diapresiasi, mereka yang menjawab salah akan dianggap bodoh. Semua berlomba-lomba menjadi benar agar diakui di masyarakat.Pendidikan di Indonesia tidak memfasilitasi minat dan bakat muridnya. Semua dituntut meraih tujuan yang sama, menjadi […]

Akar-Akar Harmonisasi Kemanusiaan di Indonesia Read More »

Perempuan yang Menangis di Pusara Suamiku

[1]MENGGEBU kejar pendidikan tinggi, berjibaku dengan rutinitas pekerjaan yang diidamkan, benar-benar membuatku terlena. Demi pekerjaan, beberapa lelaki terpaksa aku tolak cintanya. Aku takut kehadiran mereka mengganggu pekerjaanku, toh kalaupun aku terima pasti kuacuhkan karena lebih sibuk bekerja. Bukankah laki-laki paling tidak suka diacuhkan?Aku tidak selamanya mampu bertahan dalam kesendirian. Menjelang setengah abad umurku, barulah hatiku

Perempuan yang Menangis di Pusara Suamiku Read More »

Mitos Kota

Dua hari ini beranda facebook saya disesaki dengan pesan berantai tentang Yogyakarta (selanjutnya Jogja), yang kira-kira judulnya “Singgahlah ke Jogja Barang Sejenak Orang Kaya dan Pintar, Penampilannya Hampir Sama dengan yang Biasa-Biasa Saja”.Seperti sebelum-sebelumnya, pesan berantai ini juga tidak jelas siapa yang menulis pertama kali. Jangan tanya soal tata bahasa, namanya juga pesan berantai. Ya,

Mitos Kota Read More »

Hukum Adat dan Nasib Transformasi Generasi Indonesia

Istilah ‘adat’ sering diartikan sebagai kebiasaan. Sumbernya adalah peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang, serta dipertahankan dengan kesadaran hukum masyarakatnya. Setiap wilayah di Indonesia tentunya memiliki adat tersendiri yang berbeda satu sama lain. Misalnya, salah satu contoh mengenai pembagian warisan hukum adat Minangkabau dan Jawa, dalam hukum adat Minangkabau mengharuskan wanita mendapat warisan

Hukum Adat dan Nasib Transformasi Generasi Indonesia Read More »

Di Atas Langit, Masih Ada Langit

Di dalam hukum alam kita menemukan adanya tingkatan-tingkatan dari rendah sampai ke tingkatan yang paling tinggi, dari hal yang buruk sampai ke hal yang paling baik, dari yang gelap sampai ke suasana yang terang benderang, dan seterusnya. Itulah yang melahirkan satu frase dalam pribahasa Indonesia, “Di atas langit ada langit”.Peribahasa itu tidak saja menerangkan tentang

Di Atas Langit, Masih Ada Langit Read More »

A Vindication of The Right of Woman: Relevansinya dengan Perempuan Era Sekarang

Pemikiran Marry Wollstonecraft yang mengkritik Rousseau terhadap proyeksi Shopie sebagai perempuan, bahwa Wollstonecraft berpendapat bahwa asupan novel, puisi, musik, dan perhatian kepada penampilan terus-menerus, akan menjadikan Shopie sebagai kelemahan, bukan sebagai pelengkap suaminya. Dia—Shopie—akan menjadi makhluk dengan daya pikir yang lemah, dan bukan mempunyai penalaran yang baik. Hormonnya akan semakin meluap, hasratnya meledak-ledak dan emosinya

A Vindication of The Right of Woman: Relevansinya dengan Perempuan Era Sekarang Read More »

Hidup Hanya Menunggu Giliran

Dalam kehidupan di alam semesta raya ini, pergiliran itu suatu keniscayaan yang Tuhan berlakukan untuk seluruh makhlukNya—termasuk kita sebagai manusia. Bisa dikatakan bahwa tidak ada satu etape pun dalam seluruh proses kehidupan ini yang luput dari pergiliran dan pergantian.Mulai dari bergantinya waktu dari detik ke detik, dipergilir hingga sampai kepada jam. Bergantinya siang dengan malam,

Hidup Hanya Menunggu Giliran Read More »

Rumah Tanpa Dinding

DULU sebelum televisi dan handphone memasyarakat seperti sekarang ini, para orang tua akan nyaman hatinya apabila anak-anaknya sudah berada di rumah—di dalam kamar masing-masing sehabis menyelesaikan seluruh aktivitasnya, baik aktivitas belajar, bermain, atau aktivitas lainnya. Dan informasi yang mengalir saat itu tidak lebih dari informasi permainan dengan teman-teman sebayanya, karena akses informosi dari telivisi masih

Rumah Tanpa Dinding Read More »

Permata yang Sempat Hilang

PADA hari-hari tahun 1921 di Kota Toea Ampenan hiduplah seorang pemuda bernama Ahmad Zaini. Seorang pemuda berwajah culun tapi gagah. Sering tidur di atas kasur kering tetapi wajahnya basah. Sering barjalan melewati tempat maksiat seperti judi dan sejenisnya tetapi tak pernah melakukan kemaksiatan seperti itu.Para penduduk Kota Toea terheran olehnya. Keharanan itu bagaikan burung yang

Permata yang Sempat Hilang Read More »

Bagai Menyorotkan Lampu ke Cermin

MEDIA pernah memviralkan hasil penelitian Masaru Emoto, seorang berkebangsaan Jepang yang terkenal dengan hasil eksperimen air yang menyebutkan bahwa kesadaran manusia dapat mempengaruhi struktur molekul air. Klaimnya ini menjadi viral dan kemudian menarik perhatian banyak orang.Emoto saat itu melakukan serangkaian percobaan di mana air disimpan dalam berbagai botol yang masing-masing diberi label dengan pesan yang berbeda.

Bagai Menyorotkan Lampu ke Cermin Read More »