Buku Itu Mahal Harganya: Tribute untuk Taufik Abdullah

SEPULANG KULIAH siang itu, saya mendapat informasi dari mading kampus, bahwa Pak Taufik Abdullah sedang berada di Yogyakarta. Teman-teman Angkatan Muda Muhammadiyah Yogyakarta sebagai sohibul hajat mengundang Pak Taufik untuk membicarakan bukunya yang berjudul Sekolah dan Politik Pergerakan Kaum Muda di Sumatera Barat 1927-1933 yang diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah tahun 2018 lalu.Kegiatan rutin Jum’at malam […]

Buku Itu Mahal Harganya: Tribute untuk Taufik Abdullah Read More »

Sajadah: Kaplingan Surga yang Datang Lebih Awal

SAJADAH SEBAGAI satu bilik dan ruang yang berukuran hanya cukup untuk menampung satu orang. Memang dari sisi kadar dan ukurannya, ruang dan benda yang bernama sajadah itu sangat kecil dan sempit namun dari sisi makna dan hakikatnya memiliki makna yang sangat luas sebagai tampat untuk bersujud dan menundukkan diri kepada Sang Khalik.Tidak banyak kita menyadari

Sajadah: Kaplingan Surga yang Datang Lebih Awal Read More »

Titian Perempuan Bermata Kejora (1)

Dompu 1982LELAKI tampan lulusan akademi pemerintah itu diperuntukan untuknya, tinggi, putih, gagah dari segala penjuru memandang dan yang terpenting, dia sholeh. Rajin mengaji. Suaranya merdu. Rajin sholat, sering jadi muadzin. Gemar bersedekah dan berbagi hadiah pada kaum kerabat. Terutama jika lebaran tiba. Si gagah akan memborong baju dan sajadah di toko Abahnya untuk dibagi-bagi. Tak

Titian Perempuan Bermata Kejora (1) Read More »

Menjadi Relawan, Menjadi Pancasilais

SUATU HARI di tahun 2018. Dingin mulai terasa, burung-burung melintas kembali ke peraduannya. Pertanda senja telah tiba. Debu masih berterbangan disapu angin dari sela-sela reruntuhan. Sekumpulan anak berbondong-bondong menuju sebuah tenda yang cukup besar. Pakaian mereka tergolong sangat sederhana, bahkan dapat dikatakan compang-camping. Raut wajah mereka tidak seperti yang dibayangkan dari raut anak yang telah

Menjadi Relawan, Menjadi Pancasilais Read More »

Mikir Itu Pakai Hati, Bukan Pakai Otak

DALAM sebuah khutbah yang saya ikuti, seorang khatib berkata bahwa bencana banjir yang menimpa Luwu Utara beberapa waktu lalu merupakan azab yang ditimpakan Tuhan kepada umat Islam karena sudah banyak yang meninggalkan shalat.Apa yang disampaikan itu sangat menarik. Sebab, kita diajari gagasan cemerlang bahwa, sepanjang umat Islam rajin shalat, maka malaikat akan mencoret daftar bencana

Mikir Itu Pakai Hati, Bukan Pakai Otak Read More »

Mata Air Air Mata (2)

Abym menunjukan saya ajakan fundraising di akun media sosialnya. Katanya modal itu yang akan dijadikan biaya pengadaan sumber air bersih bagi warga. Beberapa orang telah menghubungi dan menyatakan kesiapannya membantu. Bahkan sudah ada yang transfer dananya. Pemuda-pemuda kampung yang masih jernih pikirannya siap menyumbang tenaganya.Ternyata orang baik belum punah. Hanya butuh mengetuk pintu; rumah dan

Mata Air Air Mata (2) Read More »

Menelisik Jaringan Ulama dan Islamisasi di Indonesia Timur

Buku berjudul Jaringan Ulama dan Islamisasi Indonesia Timur ini awalnya kumpulan tulisan Hilful Fudhul SJ yang tersebar di beberapa media online, seperti Alif.id, Islami.co, dan Iqra’.id yang menyoroti tentang penyebaran Islam di kawasan timur Indonesia meliputi Gowa, Tallo, Maluku, Bima, Sumbawa dan Lombok. Naik cetak Oktober 2020 dan bisa diakses melalui google book.Isi buku mencakup

Menelisik Jaringan Ulama dan Islamisasi di Indonesia Timur Read More »

Nyai, Pesantren, dan NU

PERLAKUAN para peneliti terhadap figur nyai pesantren sangat tidak “adil”. Bahkan secara definisi “subjek” nyai tidak disebutkan secara formal dalam definisi Pesantren baik yang digagas oleh orang pesantren seperti Gus Gur atau pun para peneliti seperti Zamaksari Dhofir. Mereka dalam tulisannya hanya menyebut kiai sebagai komponen pesantren. Sementara keberadaan “nyai” entah kenapa disembunyikan. Mungkin karena

Nyai, Pesantren, dan NU Read More »

Mata Air Air Mata (1)

ABYM menangis di pinggir sungai yang kehilangan mata airnya. Saya menemukannya duduk di bongkahan batu yang biasa saya duduki. Dulu, di sana tempat duduk ternyaman bagi saya bersama teman-teman masa kecil sebelum mandi dan bermain simi mbora. Tidak jarang sehabis mandi kami menyusuri sungai mencari buah mangga dan jambu batu. Setelah terkumpul, baru kami kembali

Mata Air Air Mata (1) Read More »