Ibu, Pahlawan Peradaban

BULAN DESEMBER tepatnya tanggal 22  secara khusus kita eling, merenung, bertafakkur dan menyemai doa dan perhatian khusus kepada manusia paling mulia yang Tuhan anugerahkan kepada kita sehingga kita menjadi seperti sekarang ini yakni hari Ibu. Sebenarnya tidak layak untuk memberikan peringatan sekali dalam setahun, karena begitu besar dan mulia jasanya. Akan tetapi tanggal 22 Desember […]

Ibu, Pahlawan Peradaban Read More »

Historisitas Tasbih – Alat Hitung Zikir Orang Saleh

SECARA antropologis, tasbih adalah produk kreasi teknologi seorang hamba yang rindu Tuhannya. Secara tradisional, tasbih hanya disebut alat hitung jumlah bacaan zikir. Sebetulnya, misteri religi tasbih menyimpan jejak napak tilas obsesi dan aktivitas ibadah orang-orang saleh. Sahabat! Suatu saat, ketika saya memegang tasbih, seseorang jemaah mushola yang tidak akrab dengan tradisi tasbih berujar bahwa berzikir

Historisitas Tasbih – Alat Hitung Zikir Orang Saleh Read More »

Potensi Filantropi Tenaga di Indonesia

FILANTROPI pada awalnya memang berasal dari kegiatan keagamaan berupa pemberian uang kepada kelompok masyarakat yang tidak beruntung. Kegiatan filantropi pada arus awal hanya terbatas pada kegiatan yang melibatkan pemberian uang atas dasar belas kasih. Pola kegiatan ini biasanya tidak memiliki tujuan yang khusus, melainkan hanya untuk memuaskan naluri manusia sebagai makhluk sosial untuk saling membantu.

Potensi Filantropi Tenaga di Indonesia Read More »

Terkadang Tatkala Sakit Manusia itu Sehat

JUDUL di atas sekilas memang aneh, karena ada diksi yang berlawanan makna yakni “Tatkala sakit manusia itu sehat”. Kedengarannya memang aneh, tetapi kalimat itu ingin menjelaskan kepada kita bahwa banyak di antara kita tatkala berada dalam kondisi sehat sering memperlihatkan sikap dan prilaku orang tidak sehat. Sebaliknya tatkala ditimpa penyakit akan memperlihatkan sikap dan prilaku

Terkadang Tatkala Sakit Manusia itu Sehat Read More »

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (2)

DINASTI pasti berpengaruh, tetapi tidak berdiri sendiri dan bukan yang utama. Ada faktor lain yang dimiliki IDP yaitu kerja sama yang baik antara dinasti dengan melankolia politik yang dimainkan dan dirawat dengan apik oleh keluarga besar maupun pendukung dan simpatisan. Melankolia politik yang dimaksud adalah majunya IDP sejak periode pertama, sampai sekarang pun menggunakan cerita

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (2) Read More »

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (1)

PESTA pemilihan pemimpin daerah sudah berakhir seiring dengan berlalunya tanggal 9 Desember 2020, tetapi nilai demokrasi harus terus menggema. Demokrasi bukan hanya tentang pemilihan, kedaulatan rakyat yang mendominasi penyelenggaraan pemerintah adalah yang utama. Demokrasi juga menjamin kesetaraan rakyat tanpa perbedaan apapun untuk berpartisipasi penuh di dalam pemerintahan baik sebagai yang dipilih maupun pemilih, tentu sesuai

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (1) Read More »

Menghitung Diri pada Pesta Demokrasi

PESTA DEMOKRASI adalah menghitung suara yang semakna dengan menghitung diri. Suara bagi para kontestan pemilu mencerminkan eksistensi diri dalam pandangan orang lain. Seberapa baik, seberapa sopan, seberapa peduli, dan pada akhirnya seberapa terkenal kita, sebegitulah jumlah suara yang memihak pada kita.  Jadi suara pemilih adalah eksistensi diri di tengah kerumunan manusia. Apa yang dipajang tentang

Menghitung Diri pada Pesta Demokrasi Read More »

Merantau untuk Membangun Negeri: Kearifan Hidup Diaspora Bima-Dompu

SAMA halnya Minang, Madura, Bugis-Makassar, dll, suku Bima yang bersemayam di ujung timur Pulau Sumbawa – Nusa Tenggara Barat (NTB) juga suka merantau. Orang Bima maupun Dompu tergolong entitas kultur serumpun yang masih menganut tradisi rantau dan bermigrasi. Sekalipun tergolong etnis kecil, tapi eksistensi mereka tercatat dalam sejarah pergulatan Nusantara, dulu hingga kini. Wilayah dan

Merantau untuk Membangun Negeri: Kearifan Hidup Diaspora Bima-Dompu Read More »

Pembual dan Amplop Tebal

SUATU saat, Abu Nawas berjalan-jalan sore di pasar. Sampai di sebuah warung sate hidungnya mencium bau sedap dari asap sate yang sedang dibakar. Abu nawas merogoh kantungnya, ternyata ia hanya punya dua kepingan uang, tak cukup buat beli sate. Ia lalu merayu hatinya untuk rela menerima baunya saja. Melihat Abu Nawas menikmati bau satenya, sang

Pembual dan Amplop Tebal Read More »

Perantau Bima dan Refleksi Budaya Maritim

DI kalangan masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat, budaya rantau dikenal “lao loja” (pergi berlayar). Terminologi “lao loja” menggambarkan kondisi geografis Bima yang bercorak maritim, wilayah tepian air. Dari tradisi “lao loja” ini, kita bisa melacak manusia Bima zaman dahulu yang bersenyawa dengan lautan, mengarungi hingga menantang gempuran ombak. Dalam konteks ini, kita perlu melampaui perbincangan

Perantau Bima dan Refleksi Budaya Maritim Read More »