Pulang ke Asal Rumah Asal

Salah satu novel Tere Leye berjudul PULANG. Nampaknya, kata pulang lebih menyimpan romantisme dibandingkan kata pergi. Jika pergi bermakna meninggalkan tempat asal, sebaliknya, pulang bermakna kembali. “Pulang kampung” adalah awal pengulangan kebahagiaan, minimal nostalgia, romantisme lama yang dirindukan, penuh kenangan. Dalam arti ini, ritual sosial “pulang kampung” selalu meriah, dan ditunggu, tidak hanya oleh orang […]

Pulang ke Asal Rumah Asal Read More »

Antara Perlawanan dan Loyalitas Kaum Subsisten

Book ReviewJames C. Scott, The Moral Economy of the Peasant: Rebellion and Subsistence in Southeast Asia (Yale University Press, 1976)____________________Kaum petani di Asia Tenggara adalah kelompok masyarakat yang selalu rentan dengan berbagai ancaman, terutama ancaman kekurangan dan kegagalan dalam usaha pertanian. Tantangan alam atau ekologi merupakan hal utama yang harus dihadapi kaum tani. Bayangkan mereka

Antara Perlawanan dan Loyalitas Kaum Subsisten Read More »

Perempuan Kedua

ENTAH sudah berapa lama aku menjadi “kembang bayang”, namun tak sekalipun aku melihatnya mengeluh.  Merawat dan melayani semua keperluanku tanpa kuminta. Ia selalu mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Padahal aku merasakan tubuhku semakin hari kian memburuk. Jangankan mengaduk air hitam untuknya, menyuguhkan segelas air putih saja aku sudah tak bisa.Bahkan, untuk bernafas pun aku

Perempuan Kedua Read More »

Memahami Kematian, Menghargai Arti Hidup

SEKITAR 56 penumpang Sriwijaya Air menjemput takdirnya pada Sabtu siang tanggal 9 Januari 2021, mereka dengan senang dan bahagia membeli dan membayar tiket kepulangannya ke kampung halaman setelah menyelesaikan perjalanan terakhir dalam pengalaman hidupnya. Ternyata tiket yang dikantongi bukan tiket untuk pulang ke kampung halaman, tetapi tiket kematian yang membawanya pulang ke hadirat asal yang

Memahami Kematian, Menghargai Arti Hidup Read More »

Investasi yang Tekor dan Makan Siang yang Batal

ENTAH MENGAPA kaum ibu senang sekali menghadiri acara yang di situ ada Tokoh Kita. Rupanya diam-diam mereka ngefans berat sama Tokoh Kita, seakan-akan ia selebriti saja. Ia memang banyak penggemarnya, terutama dari kaum hawa. Bukankah seorang ulama besar di kota ini yang sudah almarhum dulu sering memanggil Tokoh Kita sebagai bintang film?Gaya komunikasi Tokoh Kita

Investasi yang Tekor dan Makan Siang yang Batal Read More »

Buku Itu Mahal Harganya: Tribute untuk Taufik Abdullah

SEPULANG KULIAH siang itu, saya mendapat informasi dari mading kampus, bahwa Pak Taufik Abdullah sedang berada di Yogyakarta. Teman-teman Angkatan Muda Muhammadiyah Yogyakarta sebagai sohibul hajat mengundang Pak Taufik untuk membicarakan bukunya yang berjudul Sekolah dan Politik Pergerakan Kaum Muda di Sumatera Barat 1927-1933 yang diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah tahun 2018 lalu.Kegiatan rutin Jum’at malam

Buku Itu Mahal Harganya: Tribute untuk Taufik Abdullah Read More »

Sajadah: Kaplingan Surga yang Datang Lebih Awal

SAJADAH SEBAGAI satu bilik dan ruang yang berukuran hanya cukup untuk menampung satu orang. Memang dari sisi kadar dan ukurannya, ruang dan benda yang bernama sajadah itu sangat kecil dan sempit namun dari sisi makna dan hakikatnya memiliki makna yang sangat luas sebagai tampat untuk bersujud dan menundukkan diri kepada Sang Khalik.Tidak banyak kita menyadari

Sajadah: Kaplingan Surga yang Datang Lebih Awal Read More »

Titian Perempuan Bermata Kejora (1)

Dompu 1982LELAKI tampan lulusan akademi pemerintah itu diperuntukan untuknya, tinggi, putih, gagah dari segala penjuru memandang dan yang terpenting, dia sholeh. Rajin mengaji. Suaranya merdu. Rajin sholat, sering jadi muadzin. Gemar bersedekah dan berbagi hadiah pada kaum kerabat. Terutama jika lebaran tiba. Si gagah akan memborong baju dan sajadah di toko Abahnya untuk dibagi-bagi. Tak

Titian Perempuan Bermata Kejora (1) Read More »

Menjadi Relawan, Menjadi Pancasilais

SUATU HARI di tahun 2018. Dingin mulai terasa, burung-burung melintas kembali ke peraduannya. Pertanda senja telah tiba. Debu masih berterbangan disapu angin dari sela-sela reruntuhan. Sekumpulan anak berbondong-bondong menuju sebuah tenda yang cukup besar. Pakaian mereka tergolong sangat sederhana, bahkan dapat dikatakan compang-camping. Raut wajah mereka tidak seperti yang dibayangkan dari raut anak yang telah

Menjadi Relawan, Menjadi Pancasilais Read More »