Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (2)

DINASTI pasti berpengaruh, tetapi tidak berdiri sendiri dan bukan yang utama. Ada faktor lain yang dimiliki IDP yaitu kerja sama yang baik antara dinasti dengan melankolia politik yang dimainkan dan dirawat dengan apik oleh keluarga besar maupun pendukung dan simpatisan. Melankolia politik yang dimaksud adalah majunya IDP sejak periode pertama, sampai sekarang pun menggunakan cerita […]

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (2) Read More »

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (1)

PESTA pemilihan pemimpin daerah sudah berakhir seiring dengan berlalunya tanggal 9 Desember 2020, tetapi nilai demokrasi harus terus menggema. Demokrasi bukan hanya tentang pemilihan, kedaulatan rakyat yang mendominasi penyelenggaraan pemerintah adalah yang utama. Demokrasi juga menjamin kesetaraan rakyat tanpa perbedaan apapun untuk berpartisipasi penuh di dalam pemerintahan baik sebagai yang dipilih maupun pemilih, tentu sesuai

Refleksi Pemilukada NTB, 2020: Perempuan, Kemampuan atau Keturunan? (1) Read More »

Menghitung Diri pada Pesta Demokrasi

PESTA DEMOKRASI adalah menghitung suara yang semakna dengan menghitung diri. Suara bagi para kontestan pemilu mencerminkan eksistensi diri dalam pandangan orang lain. Seberapa baik, seberapa sopan, seberapa peduli, dan pada akhirnya seberapa terkenal kita, sebegitulah jumlah suara yang memihak pada kita.  Jadi suara pemilih adalah eksistensi diri di tengah kerumunan manusia. Apa yang dipajang tentang

Menghitung Diri pada Pesta Demokrasi Read More »

Merantau untuk Membangun Negeri: Kearifan Hidup Diaspora Bima-Dompu

SAMA halnya Minang, Madura, Bugis-Makassar, dll, suku Bima yang bersemayam di ujung timur Pulau Sumbawa – Nusa Tenggara Barat (NTB) juga suka merantau. Orang Bima maupun Dompu tergolong entitas kultur serumpun yang masih menganut tradisi rantau dan bermigrasi. Sekalipun tergolong etnis kecil, tapi eksistensi mereka tercatat dalam sejarah pergulatan Nusantara, dulu hingga kini. Wilayah dan

Merantau untuk Membangun Negeri: Kearifan Hidup Diaspora Bima-Dompu Read More »

Pembual dan Amplop Tebal

SUATU saat, Abu Nawas berjalan-jalan sore di pasar. Sampai di sebuah warung sate hidungnya mencium bau sedap dari asap sate yang sedang dibakar. Abu nawas merogoh kantungnya, ternyata ia hanya punya dua kepingan uang, tak cukup buat beli sate. Ia lalu merayu hatinya untuk rela menerima baunya saja. Melihat Abu Nawas menikmati bau satenya, sang

Pembual dan Amplop Tebal Read More »

Perantau Bima dan Refleksi Budaya Maritim

DI kalangan masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat, budaya rantau dikenal “lao loja” (pergi berlayar). Terminologi “lao loja” menggambarkan kondisi geografis Bima yang bercorak maritim, wilayah tepian air. Dari tradisi “lao loja” ini, kita bisa melacak manusia Bima zaman dahulu yang bersenyawa dengan lautan, mengarungi hingga menantang gempuran ombak. Dalam konteks ini, kita perlu melampaui perbincangan

Perantau Bima dan Refleksi Budaya Maritim Read More »

Menjadi Pemilih yang Cerdas

MASYARAKAT Tanpa Rangking, demikian satu judul buku kumpulan tulisan dari Prof. Imam Suprayogo tahun 2013 yang mengulas tentang kepemimpinan Rasul. Saya tertarik dengan judul buku tersebut yang sangat tepat apabila kita tarik ke proses pemilihan pimpinan daerah yang akan dilaksanakan bulan ini, Desember 2020, di mana pemilihan yang akan kita lakukan lebih kepada memilih gambar

Menjadi Pemilih yang Cerdas Read More »

Pembaharuan dari Masjid Kampung

Judul: Reformist Muslims in a Yogyakarta Village: The Islamic Transformation of Contemporary Socio-Religious Life Penulis: Hyung-Jun Kim Terbit: 2007 Penerbit: The Australian National University E-Press _________________________ Karya ini merupakan narasi historis-analitik mengenai pembentukan kultur, identitas, ideologi, praktik, dan pandangan sosia-keagamaan dari masyarakat heterogen di Jawa. Yogyakarta, tempat studi ini dilangsungkan, adalah kota dengan citra multikulturalisme

Pembaharuan dari Masjid Kampung Read More »

Silaturahmi Makrokosmos

TUHAN menciptakan alam semesta dengan beragam jenis penghuni yang Tuhan hadirkan di dalamnya sebagai penyeimbang makrokosmos yang begitu luas. Semua penghuni makrokosmos merupakan makhluk yang diberikan ruang yang sama untuk berinteraksi dengan Tuhannya, Demikian Tuhan firmankan di surah ke 17 ayat 44, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.

Silaturahmi Makrokosmos Read More »

Terbitnya Guru Kampung

HAJI Harun adalah salah seorang perintis kampung Panggi di Kota Bima. Konon, kampung Panggi awalnya terletak di dataran tinggi sebelah timur Kota Bima, sekitar Oi Fo’o, Kadole, dan Nitu. Karena gerak bertani, orang-orangnya turun ke daerah lembah. Setelah menemukan tempat tinggal yang baik untuk kehidupan, maka penduduk yang masih tinggal di pegunungan dipanggil ke bawah

Terbitnya Guru Kampung Read More »