Syekh Ahmad Khatib Minangkabawi yang Tidak Gentar Berdebat

ULAMA-ulama besar Nusantara memiliki kontribusi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Di antara ulama yang memiliki kontribusi terhadap Indonesia, adalah Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Sejumlah nama besar ulama pernah berguru dan menimba ilmu padanya waktu di Mekah, mulai KH. Muhammad Dahlan, Agus Salim, hingga KH. Hasyim Asy’ari. Hal ini terjadi setelah ia diangkat sebagai Imam, dan […]

Syekh Ahmad Khatib Minangkabawi yang Tidak Gentar Berdebat Read More »

Sisi Intelektualitas Debat Pilkada: Catatan dari Dalam

KETIKA dihubungi untuk terlibat dalam salah satu rangkaian proses Pilkada Kabupaten Bima, yakni Debat Terbuka, saya perlu klir-kan, mengapa memilih kami sebagai tim penyusun materi. Jawaban pihak KPU, bahwa kapasitas kepakaran, rekam jejak integritas, dan independensi adalah kriteria utama tim, membuat saya tidak bisa bilang tidak. Saya rasa demikian juga tiga anggota tim lainnya. Dalam

Sisi Intelektualitas Debat Pilkada: Catatan dari Dalam Read More »

Bermaksiat dalam Hening

MANUSIA merupakan ciptaan Tuhan yang amat sangat baik (Ahsanu Taqwim) dengan segala kelebihan dan kemampuan yang diberikan Tuhan kepadanya. Diberinya potensi yang lebih dari makhluk lain, hal ini Tuhan lakukan tidak lain agar manusia itu bisa menjadi figur yang diunggulkan Tuhan di hadapan makhluk lain ciptaan-Nya. Dalam perjalanan kiprahnya, kehebatan potensi yang diberikan Tuhan ternyata

Bermaksiat dalam Hening Read More »

Mengingat Siti Hajar, Merenungi Kehadiran Perempuan

TOKOH historis ini selalu disebut dan didengung-dengunkan pada setiap perayaan “Hari Raya Haji atau Idul Adha/Idul Qurban. Ia adalah istri dan pendamping setia Nabi Ibrahim sang kekasih Allah. Suaminya itu, sebagai nabi yang menyerukan tauhid, Ibrahim melaksanakan tugas berat dalam sistim sosial yang opresif atau tiranis. Pada zaman kegelapan dimana selama seabad lamanya menanggung segala

Mengingat Siti Hajar, Merenungi Kehadiran Perempuan Read More »

Ketika Muhammad Bertamu ke Rumah Kita

MAULID Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momen untuk merefleksi komitmen persaksian kita terhadap kenabian dan kerasulan Muhammad SAW sebagai sosok suri tauladan yang Tuhan kirim untuk manusia. Tuhan menitip rujukan pada diri Muhammad SAW sebagai cermin kehidupan manusia, baik sebagai rujukan dalam berbicara, bersikap, maupun didalam diam. Selama ini kita sering melihat fenomena di

Ketika Muhammad Bertamu ke Rumah Kita Read More »

Imaji Kebangsaan Kaum Muda

MEMBINCANG Sumpah Pemuda berarti kita berbicara tentang memori dan narasi. Yakni, memori dan narasi perjuangan tanpa lelah dari kaum muda dalam menyusun aneka puzzle keragaman hingga membentuk sebuah bangunan kebangsaan bernama Indonesia. Pernahkah kita membayangkan, bagaimana preseden historis dalam mengumpulkan dan merajut kepingan-kepingan identitas suku, budaya, bahasa dan agama itu hingga terjalin sebuah bangsa besar

Imaji Kebangsaan Kaum Muda Read More »

Narsisme ala Santri(wati) 90-an

APAKAH kehidupan santri melulu tentang ngaji, klassikal dan sorogan? Tentang keterbatasan mengakses dunia luar? Tentang waktu yang terus mengejar di antara jadwal yang super padat? Tentang ketundukan tanpa syarat pada aturan pondok? Tentang ta’dhim kepada Ibu Nyai dan Pak Yai? Tentang kebersihan dan ro’an yang menghabiskan waktu libur Jum’at? Percayalah, santri juga manusia yang memerlukan

Narsisme ala Santri(wati) 90-an Read More »

Menyoal Sifat Asasi Manusia

DALAM majelis Salafus Salaf terjadi perbincangan dan diskusi yang menarik tentang beberapa sifat dasar manusia yang melekat pada prilaku dan kebiasaannya, seperti mau menang sendiri (egois), mau menguasai sendiri (tamak), mau memiliki sendiri (rakus), mau makan sendiri (kikir), mau hidup sendiri (dengki), mau mengambilalih kepemilikan saudaranya (iri), dan masih banyak sifat-sifat dasar lainnya yang mewarnai

Menyoal Sifat Asasi Manusia Read More »

Perkenalkan, Saya Juga Orang Pesantren!

SAYA cukup ‘asing’ dengan institusi pesantren baik berinteraksi secara langsung maupun yang diakses melalui publikasi media. Kecuali pada beberapa keluarga yang secara tradisional memasukan anaknya di pesantren, hingga awal 1980-an, ketika saya duduk di sekolah dasar, nama pesantren masih samar-samar dibandingkan madrasah. Kebetulan saya menempuh pendidikan dasar pada lembaga terakhir tersebut. Jelang akhir 80-an nama

Perkenalkan, Saya Juga Orang Pesantren! Read More »